res

Yogyakarta Sebagai Pusat Budaya Jawa Menjunjung Tinggi Nilai Kesantunan, Tepo Saliro dan Kerukunan Menolak Kekerasan. - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional

Breaking

27 Februari 2026

Yogyakarta Sebagai Pusat Budaya Jawa Menjunjung Tinggi Nilai Kesantunan, Tepo Saliro dan Kerukunan Menolak Kekerasan.




DIY Jogja, Cakrawala merdeka.com - Kawulo Ngayogyakarta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat dan Budaya Jogja yang tergabung dalam Sekretariat (Sekber) Keistimewaan DIY menggelar aksi damai penyampaian aspirasi   dengan melakukan kirab budaya dari Terminal Condongcatur menuju  halaman Mapolda DIY, Kamis 26 Februari 2026


Peserta aksi budaya dengan kirab yang diikuti 3 pasukan bregada yaitu Bregada Rakyat Widya Permana, Bregada Rakyat Jaladwara dan pasukan bregada Rakyat Wirotomo yang juga diikuti masyarakat adat budaya dikawal oleh Payuyuban Keamanan Kraton (Paksi Katon) dan Aparat Keamanan dan Jaga Warga menyusuri jalur lambat ringroad Utara menuju halaman Mapolda DIY.


Peserta aksi damai "Pretelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Ketentreman" setibanya di Halaman Mapolda DIY diterima oleh Wakapolda DIY beserta jajarannya 


Aksi damai menyampaikan bahwa dalam alam demokrasi Indonesia saat ini terlebih sejak bergulirnya semangat reformasi , penyampaian aspirasi masyarakat dan sikap kritis terhadap jalanya pemerintahan adalah sebuah keniscayaan, demokrasi memberikan ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab namun demikian kebebasan tersebut bukan tanpa batas , penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor hukum , menjunjung tata tertib serta menghindari cara cara kekerasan , anarkisne maupun perusakan fasilitas umum terlebih apabila hal tersebut terjadi di Yogyakarta daerah yang dikenal sebagai pusat budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, tepo salira dan kerukunan .


Kami dari Kawula Ngayogyakarta marilah bersama sama menjaga kedamaian, ketentraman dan persatuan, jangan sampai semangat menyampaikan pendapat justru menimbulkan perpecahan dan kerusakan, Hormatilah hak-hak masyarakat lainya dan jagalah fasilitas umum sebagai milik bersama,ucapnya dihadapan Wakapolda DIY dan Jajarannya.


Selanjutnya, Kawula Ngayogyakarta membacakan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Widihasto Wasana Putra selaku Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY sbb :

1. Bahwa setiap penyampaian aspirasi harus berada dalam koridor hukum dan tata tertib yang berlaku 

2. Kami menolak  segala bentuk kekerasan, anarkisne, provokasi serta tindakan perusakan fasilitas umum

3. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, menghormati hak-hak sesama serta memelihara ketentraman.


Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K menerima dengan baik aksi damai yang dikemas dengan kirab budaya ini 


Atas nama pimpinan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta kirab budaya yang hari ini hadir dengan penuh ketertiban, mengenakan busana adat Jawa/Nusantara sebagai simbol keluhuran budi dan jati diri budaya,ucap Wakapolda DIY


Wakapolda DIY menuturkan kegiatan “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakan Katentreman” adalah pesan moral yang sangat kuat. Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan ini selaras dengan semangat keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah yang mengedepankan nilai kebudayaan dalam menyelesaikan persoalan.


Kami memahami bahwa dalam dinamika kehidupan demokrasi, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun, sebagaimana dhawuh Ngarsa Dalem Sri Sultan (HB, X) yang selalu mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan santun dan tanpa kekerasan, maka pesan damai yang disampaikan hari ini menjadi sangat relevan dan strategis. Peristiwa aksi anarkis yang terjadi sebelumnya tentu menjadi preseden yang kurang baik bagi citra Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar. Oleh karena itu, kehadiran panjenengan semua di halaman Polda DIY dengan membawa pesan damai justru memperkuat resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk perusakan fasilitas umum maupun fasilitas negara, ungkapnya 


Polda DIY berkomitmen:


1. Menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan hukum.


2. Mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.


3. Bersama seluruh elemen masyarakat menjaga katentreman lan karaharjan di Bumi Mataram ini.


Polda DIY percaya bahwa  keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat dan masyarakat adat, tokoh budaya, serta seluruh warga DIY adalah benteng utama agar Yogyakarta tetap teduh, aman, dan bermartabat. Pungkasnya.

(Sab) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar