Dompu NTB – Deru mesin kendaraan di sepanjang jalan raya depan SMAN 2 Kempo mendadak melambat pada Senin sore, 07 Maret 2026. Bukan karena hambatan teknis, melainkan karena sambutan hangat dari keluarga besar SMAN 2 Kempo yang tengah menebar bibit amal kebaikan melalui aksi berbagi takjil gratis bagi para pengguna jalan.
Tepat pukul 16.00 WITA, kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan program religius sekolah ini dimulai. Di bawah semburat cahaya matahari sore yang mulai melunak, para siswa dan guru tampak sigap menyapa satu- satu para pengendara—mulai dari pedagang sayur hingga musafir yang tengah mengejar waktu berbuka di perjalanan.
*Kolaborasi Ukhuwah: Dari Warga untuk Sesama*
Ada nilai intelektual yang menarik di balik tersedianya paket-paket takjil ini. Sumber pendanaan tidak hanya mengandalkan anggaran formal sekolah, melainkan lahir dari rahim kolaborasi kolektif. Sumbangan sukarela dari para guru, staf, hingga saku para siswa menyatu menjadi satu kekuatan finansial yang bermuara pada pengabdian masyarakat.
Dalam kacamata intelektual muslim, ini adalah bentuk nyata dari ta’awun (tolong-menolong) yang diajarkan dalam Al-Qur'an. Sekolah tidak hanya menjadi menara gading ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat distribusi empati.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 2 Kempo, Wahyudin, S.Pd, Sabtu sore, 6-3-26.
Kehadiran beliau di garis depan bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan sebuah pesan tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership).
"Kami ingin menanamkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya di atas kertas atau di dalam ruang kelas, akan tetapi Anak memiliki fondasi yang kuat dan Muslim sejati.
Melalui program religius ini, kami mengajak siswa merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat. Berbagi takjil adalah media untuk menghaluskan budi pekerti dan melatih keikhlasan," ujar Wahyudin, S.Pd. di sela-sela pembagian.
Aksi ini merupakan bagian dari pengenalan Program Religius SMAN 2 Kempo yang lebih luas. Di tengah tantangan degradasi moral remaja, sekolah ini memilih pendekatan syiar yang sejuk dan inklusif. Dengan memberikan hak bagi para musafir untuk berbuka puasa dengan layak, SMAN 2 Kempo sedang membangun narasi bahwa Islam adalah agama yang hadir membawa manfaat bagi semesta (Rahmatan lil 'AAlamin).
Kegiatan berakhir sesaat sebelum azan Maghrib berkumandang, meninggalkan jejak senyum di wajah para pengguna jalan dan rasa syukur di hati para siswa. SMAN 2 Kempo hari ini membuktikan bahwa dari sebutir takjil, bisa lahir ribuan pelajaran tentang kehidupan sosial kemanusiaan.(Z)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar