Grobogan-Cakrawalaonline, Meski sebagai seorang wanita biasa yang lemah lembut, siapa sangka jika Direktur Perusahaan daerah yang satu ini mampu mengangkat pendapatan Perumdam Purwa Tirta Dharma kabupaten Grobogan menjadi melejit seperti sekarang ini.
Myra Heltyani SE MM layak diapresiasi dan mendapatkan penghargaan, karena Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan dengan tangan dinginnya mencatatkan kinerja keuangan positif dengan membukukan laba tertinggi sebesar Rp1,89 miliar pada 2025.
Capaian tersebut menjadi yang terbesar sejak Direktur Utama Myra Heltyani memimpin perusahaan daerah tersebut pada 2021.
Myra Heltyani mengatakan, peningkatan laba merupakan hasil dari upaya penataan internal dan penguatan manajemen perusahaan yang dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir.
"Sebelumnya perusahaan masih mengalami kerugian. Pada 2022 menjadi titik balik karena kami mulai membukukan laba Rp 477 juta," ujarnya.
Kinerja keuangan perusahaan kemudian terus menunjukkan tren meningkat. Pada 2023, Perumdam Purwa Tirta Dharma mencatat laba sebesar Rp 1,54 miliar.
Setahun berikutnya meningkat lagi menjadi Rp 1,60 miliar, hingga pada 2025 mencapai Rp 1,89 miliar.
Menurut Myra, sebelum dirinya menjabat kondisi keuangan perusahaan masih belum sehat.
Pada 2020, Perumdam mencatat kerugian sebesar Rp 1,22 miliar dengan akumulasi kerugian mencapai sekitar Rp 5,5 miliar akibat kerugian pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun pertama kepemimpinannya di 2021, perusahaan masih mengalami kerugian Rp 598 juta.
Meski demikian, nilai kerugian tersebut sudah menurun hampir separuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, perbaikan kinerja keuangan juga berdampak pada penurunan akumulasi kerugian perusahaan.
Jika pada 2020 jumlahnya mencapai sekitar Rp 5,5 miliar, hingga 2026 tersisa sekitar Rp2 miliar.
Jika target laba tahun 2026 sebesar Rp2 miliar tercapai, maka akumulasi kerugian tersebut dapat tertutup sepenuhnya," jelasnya.
Selain itu, Perumdam juga berhasil menekan hutang usaha perusahaan.
Pada 2020 hutang usaha tercatat sebesar Rp6,72 miliar, sedangkan pada 2026 berhasil ditekan menjadi sekitar Rp1,82 miliar.
Di sisi pelayanan, Perumdam Purwa Tirta Dharma juga melakukan berbagai pembenahan, salah satunya melalui inovasi Layanan Pengaduan Bagi Pelanggan (LAPBAN).
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan sekaligus memantau proses tindak lanjutnya.
Menurut Myra, peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya difokuskan pada aspek keuangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Perumdam Purwa Tirta Dharma menargetkan peningkatan laba hingga Rp2 miliar sekaligus terus memperbaiki layanan air bersih kepada masyarakat serta memperluas jaringan pelanggan. Ng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar