Dompu, menuntut beberapa hal seperti kekurangan air bersih, masalah aset, transparansi penggunaan keuangan, dan gaji karyawan. Pimpinan PDAM Dompu, H. Didi Wahyudi, merespons tuntutan ini dengan transparan dan akuntabel.
H. Didi Wahyudi menjelaskan bahwa PDAM Dompu telah melakukan perbaikan internal dan telah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain ¹ ² ³:
- *Perbaikan Jaringan Pipa*: PDAM Dompu telah melakukan perbaikan jaringan pipa yang rusak dan bocor, serta meningkatkan kapasitas produksi air.
- *Transparansi Keuangan*: PDAM Dompu telah melakukan transparansi penggunaan keuangan dan telah membayarkan gaji karyawan secara utuh.
- *Peningkatan Pelayanan*: PDAM Dompu telah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pembersihan sedimentasi lumpur di bak inti dan IPA Rora.
H. Didi Wahyudi juga menjelaskan bahwa PDAM Dompu masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya sumber air baku dan keterbatasan dana. Namun, PDAM Dompu terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan mengatasi tantangan tersebut.
Pimpinan PDAM, bersama Bupati Dompu sedang menggodok kegiatan untuk lebih meningkatkan secara evisiensi penggunaan air bersih dan akan berusaha menggantikan pipa lama yang memasuki USIA 40 tahun lamanya, sejak pembentukan kantor PDAM. Dalam melakukan pengembagan air bersih PDAM, meningkatkan kolaborasi dengan OPD, yakni PUPR Dan Dikes, untuk pengolahan air, dan dapat mmberikan bahan kimia( kaporit)sehingga dapat mematikan bakteri didalam pipa air bersih.
Terkait dengan aset H.Didi wahyudi telah bersurat kepada pengguna aset baik yang sudah pensiun maupun yang masih agar dapat mengembalikan aset PDAM, bila tidak dikembalikan akan berurusan dengan hukum, terangnya H.Didi.
Demonstran dikantor PDAM dilakukan pengamanan oleh Kapolsek Woja Iptu Muhamad Kurniawan beserta anggota.(z)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar