res

Pemdes Dan Tokoh Agama Sepakat Tiadakan Ritual Pelarungan Kepala Ternak Cera Labu Karena Di Nilai Bersifat Syirik - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1447H

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Deklarasi Zona Integritas di Kapanewon Tanjungsari

20 April 2026

Pemdes Dan Tokoh Agama Sepakat Tiadakan Ritual Pelarungan Kepala Ternak Cera Labu Karena Di Nilai Bersifat Syirik


Dompu,-Cakrawala merdeka.Com.! – Pemerintah Desa Soro bersama tokoh agama Kecamatan Kempo sepakat meniadakan ritual pelarungan kepala ternak dalam tradisi _Cera Labu_. Kesepakatan diambil karena prosesi tersebut dinilai merujuk pada perbuatan syirik.


Kepala Desa Soro, Patowari, beserta staf dan tokoh agama mengajak masyarakat mengganti ritual itu dengan zikir, doa, tahajud, dan istikharah. “Agar Allah memudahkan rezeki kepada para nelayan yang melaut,” ujar Kades Patowari, Senin (21/4/2026).

Dalam tradisi _Cera Labu_, pelarungan atau membuang kepala kerbau ke tengah laut dianggap sebagai bentuk kesyirikan kepada Allah bila diniatkan sebagai persembahan kepada ‘penguasa laut’ agar diberikan kebaikan. Selain dinilai syirik, praktik tersebut juga dipandang sebagai _tabdzir_ atau menyia-nyiakan harta.

*Alihkan ke Zikir dan Promosi Wisata*  

Pemdes dan tokoh agama mendorong warga mengalihkan energi budaya ke kegiatan religius dan produktif. Masyarakat diajak rutin berzikir dan berdoa bersama, sekaligus fokus mengembangkan promosi wisata Hiu Paus yang menjadi potensi unggulan Desa Soro.


Perdebatan soal irisan budaya dan agama memang mengemuka dalam diskusi warga. Ada pandangan bahwa budaya dan agama dua hal berbeda sehingga harus dipisahkan. Ada pula pandangan bahwa budaya mesti seiring syariat, dan ritual yang bertentangan dengan agama harus dihilangkan, terlebih yang mengandung kesyirikan.


“Apalagi jika ada ritual yang mengandung kesyirikan kepada Allah maka harus dihilangkan. Di antaranya sifat sombong dan durhaka kepada Allah,” tegas salah satu tokoh agama.


Dengan ditiadakannya prosesi pelarungan kepala ternak, Pemdes Soro berharap tradisi _Cera Labu_ tetap lestari dalam bentuk yang tidak bertentangan dengan akidah, sekaligus mendukung pengembangan wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.(zun)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar