Dompu- Cakrawalamerdeka.Com.- Momen hari bersejarah lahirnya, Taman Nasional ke 11 adalah perumusan perubahan status dari Taman Buru, menjadi Taman Nasional pada tahun 2005, yang di Resmikan oleh Joko widodo, saat beliau menjadi Presiden RI, melalui Kementerian LHK SITI Nurbaya, waktu berkunjung ke Doroncanga, kini telah memasuki USIA ke 11 tahun 2026.
Taman Nasional Tambora (TNT) baru saja merayakan HUT ke-11 dan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan berkelanjutan.
Dengan keindahan alam dan sejarah letusan yang mendunia, TNT menawarkan pengalaman wisata yang unik dan edukatif.
*Keindahan Alam dan Sejarah*
TNT memiliki keanekaragaman hayati luar biasa, dengan lebih dari 100 jenis pohon dan 18 jenis tanaman epifit, serta satwa seperti rusa timor, kera, dan burung endemik Nusa Tenggara. Ekosistemnya mencakup hutan tropis, sabana, hingga kawasan pesisir ¹.
*Ekowisata dan Pemberdayaan Masyarakat*
TNT juga menjadi pusat ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal. Balai Taman Nasional Tambora telah memberdayakan empat desa di sekitar kawasan untuk mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. Ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pariwisata tanpa merusak lingkungan.
*Upaya Konservasi*
Kepala Balai Taman Nasional Tambora Abadul Azis Bakery menjelaskan Dalam konteks kegiatan TNT juga menghadapi tantangan besar, seperti perambahan hutan dan perburuan liar. Untuk mengatasi hal ini, patroli gabungan rutin dilakukan bersama masyarakat dan aparat keamanan.
Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran wisatawan, TNT berpotensi menjadi destinasi unggulan ekowisata Indonesia. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar