Jakarta - Cakrawala Online, Pria inisial R (35), warga Desa Ciramagirang, Cianjur, Jawa Barat (Jabar) ditangkap polisi setelah diduga mencabuli anak tiri perempuannya yang masih SMK. Aksi brutal diduga dipicu rasa cemburu dan sakit hati pelaku terhadap istrinya yang meminta cerai.
Dilansir detikJabar, Sabtu (30/5/2026), pembunuhan itu terungkap setelah korban SH (16) ditemukan dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa dengan mulut berbusa dan hidung mengeluarkan darah di dalam rumahnya pada Minggu (24/5/2026) lalu.
"Korban ditemukan meninggal di rumahnya. Setelah mendapatkan laporan dari kerabatnya, kami langsung membawa korban untuk diautopsi dan anggota melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, Jumat (29/5).
Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan R, sang ayah tiri yang kabur sesaat setelah kejadian.
"Kecurigaan muncul terhadap R karena yang bersangkutan tidak ada di rumah. Biasanya korban tinggal dengan ayah tirinya tersebut. Setelah dilakukan pencarian, kami akhirnya berhasil mengamankan R," kata dia.
Alexander mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa R telah membunuh anak tirinya. Bahkan, R mengakui bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat melakukan pelecehan seksual hingga kelamin korban luka.
"Berdasarkan pengakuannya, korban yang tengah tertidur ditindih dari arah belakang dan lehernya dijerat dengan kabel charger handphone. Setelah korban lemas, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ungkap dia.
Tak berhenti di situ, pelaku yang mendapati korban masih hidup kembali menindih dan mencekik leher korban dengan kabel charger.
"Dua kali leher korban dijerat dengan kabel. Yang pertama hingga lemas, dan yang kedua kali menyebabkan korban meninggal dunia," ujar dia.
R sempat kabur ke wilayah Depok usai menghabisi anak tirinya. Dia juga melakukan upaya bunuh diri dua kali sebelum diringkus polisi.
"Saat merenungi tindakannya itu, R kemudian membeli racun tikus," katanya.
Menurut dia, racun itu pun dicampurkan pada minuman teh dalam kemasan botol kemudian ditengguknya hingga merasa pusing. Tetapi ternyata racun tersebut tak membuatnya meninggal dunia.
"Setelah menenggak racun, pelaku merasa pusing kemudian pergi ke tepi jalan untuk meminta tukang ojek mengantarnya ke kantor polisi. Pada tukang ojek tersebut pelaku mengaku telah menghabisi anak tirinya. Tetapi lantaran tak percaya, pelaku kemudian diantarkan ke rumahnya," kata dia.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku kembali menenggak minuman yang sudah dicampur racun untuk kedua kalinya. Namun lagi-lagi, racun tersebut tak membuatnya meninggal.
"Di saat bersamaan, petugas berhasil melacak keberadaannya dan menangkap pelaku di wilayah Depok," kata dia. rh - Sumber: detiknews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar