Korban ditemukan tak bernyawa di atas sepeda motornya yang berhenti mendadak. Terdapat luka serius pada bagian leher yang diduga kuat akibat terjerat benang layangan.
"Korban ditemukan dengan pendarahan hebat di bagian leher yang membasahi pakaiannya, sehingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian," ujar Wildan saat dikonfirmasi detikJabar, Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan keterangan saksi mata, Budianto (54) dan Ramadhan (49), korban sempat berupaya meminta pertolongan sebelum kehilangan kesadaran. Dalam kondisi lemah, korban sempat bercerita kepada saksi bahwa dirinya baru saja terjerat benang yang melintang di jalan.
Sementara itu, saksi ketiga Gugun Gunawan (36) segera mengevakuasi korban ke RSUD Karawang dengan bantuan warga setempat. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan dan pemain layang-layang. Wildan menyampaikan belasungkawa sekaligus mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan terbuka, serta tidak bermain layangan di area yang ramai lalu lintas.
"Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, saya imbau agar masyarakat selalu waspada ketika berkendara. Masyarakat juga harus tahu kondisi, dan jangan pernah bermain layangan di tenpat terbuka yang ramai lalu lintas," pungkasnya. ( Fr-detikjabar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar