Surakarta, Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) ISI Surakarta melakukan kegiatan bedah naskah sebagai bagian dari kegiatan. Pengabdian kepada Masyarakat PISN. Kemendiktisaintek, 10 Juni 2026 lalu di Pendapa Sanggar Madhangkara. Kegiatan Bedah Naskah merupakan tahap penting dalam persiapan pementasan wayang bertajuk Inovasi Wayang Kancil Lakon Jagad Garing, Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak di Sanggar Seni Madangkara Karanganyar.
Wayang Kancil dipilih karena dunia binatang lebih mudah dipahami oleh anak-anak daripada cerita Mahabarata, Ramayana, ataupun cerita babad atau Sejarah. Di samping itu dari segi bahasa Wayang Kancil menggunakan Bahasa Jawa sehari-hari atau ngoko ataupun Bahasa Indonesia, sehingga mudah dipelajari dan pesan yang disampaikan juga mudah diterima oleh anak-anak.
Pertemuan ini menjadi forum strategis dan koordinasi awal dalam pembagian tugas dan tanggung jawab (job description) secara jelas di antara seluruh pihak yang terlibat. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan pementasan diharapkan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terkoordinasi dengan baik. Menurut Ki Cahyo Kuntadi, karya ini akan dipentaskan pada awal Juli mendatang dalam rangkaian acara Kampung Wayang Jaten, tutur pemilik Sanggar Seni Madhangkara.
Kegiatan PISN ini mencerminkan komitmen kolaboratif antara akademisi, seniman, dan mitra komunitas dalam mengembangkan inovasi seni berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan teknologi digital. Pastinya penasaran kan, seperti apa karya yang dihasilkan? Tunggu tanggal mainnya ya, kami akan berkolaburasi dengan anak-anak di Sanggar Seni Madhangkara, pungkas dalang putri, Nyi Kenik Asmorowati. (Siti marfuah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar