DOMPU, Cakrawalamerdeka– Dalam rangka meningkatkan gizi siswa menuju Indonesia Emas 2045, guru SDN 12 Manggelewa, Andi, meminta agar menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) disesuaikan dengan selera siswa dan bervariasi setiap hari.
Andi yang juga wartawan Lintas Rakyat telah menyuarakan hal itu melalui media dan media sosial Facebook.
“Menu MBG sebaiknya berbeda-beda setiap hari dalam seminggu. Paling tidak, menu tidak monoton agar siswa mau makan,” tegasnya.
Andi berharap SPPG Doromelo menyajikan hidangan yang bisa dinikmati siswa sekaligus memenuhi unsur gizi seimbang, yakni karbohidrat, protein hewani dan protein nabati, mineral, vitamin, serta susu.
“Kalau makanan tidak disukai anak-anak, uang negara yang dikelola MBG jadi mubazir,” tegas Andi.
Di tempat terpisah, saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu, ditemukan sisa makanan MBG di SDN 10 Manggelewa dibuang ke ember untuk pakan bebek milik salah satu guru. Sisa makanan itu berupa potongan pepaya rebus, tahu, dan daging seukuran kelereng. Kondisi serupa juga terjadi di SD 12 Manggelewa.
Menanggapi hal itu, Ketua SPPG Doromelo, Sri Rahmawati, menyatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi.
“Kami sudah coba rebus tahu, tapi sudah direviu. Sekarang menu sudah diubah sesuai selera siswa dan tetap memperhatikan gizi seimbang,” jelasnya, Sabtu (14/6/2026).
Sri Rahmawati mengaku sebenarnya tidak perlu menginformasikan hal ini ke media. Ia menyebut ada larangan memberikan informasi apapun terkait SPPG. Saat ditanya wartawan siapa yang melarang, ia tidak menjawab.
Sebelumnya, media Cakrawala mengirimkan daftar 32 nama yang diduga terlibat kasus korupsi MBG kepada pengurus SPPG Doromelo untuk diketahui bersama. (Zun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar