Anggaran pendidikan 2027 yang mencapai Rp820,9 triliun kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena nilainya yang melonjak, tetapi juga lantaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat porsi besar dalam komponen anggaran tersebut.
Perbandingan biaya MBG dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun ikut memantik pertanyaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, menyoroti perbedaan alokasi keduanya yang dinilai cukup mencolok.
“Seolah-olah anggaran pendidikan naik. Padahal ada yang nyempil. Apakah MBG punya fungsi pendidikan?” kata Iman Zanatul Haeri dalam keterangannya, dikutip Senin (24/8/2026).
“Kalau MBG per piring Rp15.000 per hari, maka jika dihitung per hari, anak SD-SMA mendapat alokasi Rp900 ribu-Rp1,6 juta per tahun dengan asumsi 245 hari efektif. Dari dana BOS, negara mengalokasikan hanya Rp3.000-Rp7.000 per hari,” ungkapnya.
Dana tersebut nantinya digunakan untuk membiayai berbagai program pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, salah satu alokasi terbesar diperuntukkan program MBG yang mendapatkan anggaran Rp240 triliun.
Pemerintah turut mempercepat revitalisasi gedung sekolah dan madrasah yang mengalami kerusakan. Peningkatan kualitas pembelajaran serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik juga masuk dalam penggunaan anggaran.
(Fr-wartaekonomi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar