res

Dari Jerami untuk Tanah: Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Kompos sebagai Alternatif Pupuk Ramah Lingkungan di Desa Rawoh - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Dari Sampah Jadi Tabungan, PNS Kudus Bantu Warga

19 Agustus 2026

Dari Jerami untuk Tanah: Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Kompos sebagai Alternatif Pupuk Ramah Lingkungan di Desa Rawoh

 


Karangrayung, Cakrawalaonline Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 56 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Rawoh, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Perempuan Wanita Tani (PWT) melaksanakan program GEMA PELITA DESA (Gerakan Masyarakat Pengelolaan Limbah Pertanian menjadi Pupuk Bio-Aktif) di Desa Rawoh, Kabupaten Grobogan, Rabu (16/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Rawoh tersebut diikuti oleh anggota Gapoktan dan PWT. Program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk mengelola limbah pertanian, khususnya jerami hasil panen, menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah sekaligus mengurangi kebiasaan pembakaran limbah pertanian.

GEMA PELITA DESA dilaksanakan sebagai upaya mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan dan pertanian melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai guna. Melalui program tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengomposan serta manfaat penggunaan pupuk organik dalam mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala Desa Rawoh, Suyadi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penggunaan pupuk organik perlu dilakukan secara beriringan dengan pupuk kimia agar kondisi tanah tetap terjaga dan kandungan haranya dapat ditingkatkan.

"Kompos ini sangat bagus Bapak/Ibu. Ketika diaplikasikan ke lahan dapat menambah kandungan hara di dalam tanah. Jadi Bapak/Ibu jangan hanya bergantung pada pupuk kimia, perlu ada masukan pupuk organik juga agar tanah tidak rusak," ujarnya.

Ketua KKN UNS Desa Rawoh, Ammar Syah Roif, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program ini dapat menjadi awal perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian.


"Melalui program kerja ini kami berharap agar masyarakat Desa Rawoh bisa kembali menghidupkan kebiasaan mengompos sehingga tanah bisa mendapatkan kembali hara yang sebelumnya telah diserap oleh tanaman," katanya.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah pertanian melalui proses pengomposan dibandingkan dengan pembakaran. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat kompos dalam memperbaiki kondisi tanah serta mendukung aktivitas mikroorganisme tanah dalam membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman.




Ketua Gapoktan Desa Rawoh, Purnomo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam mengenalkan kembali praktik pengomposan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mempertahankan kebiasaan mengolah limbah pertanian agar tidak terbuang sia-sia.

"Dari Bapak/Ibu mungkin sudah ada yang pernah membuat ataupun mengikuti pelatihan-pelatihan dalam pembuatan kompos. Peran adik-adik KKN di sini sebagai pihak yang membantu meneruskan kebiasaan mengompos tersebut agar limbah pertanian tidak terbuang sia-sia, yaitu dengan dikembalikan ke lahan dalam bentuk kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman," ucapnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop praktik pembuatan kompos yang dilaksanakan di halaman rumah Kepala Desa Rawoh. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kompos menggunakan jerami sebagai bahan utama yang dicampurkan dengan dekomposer berupa EM4 dan molase.

Praktik secara langsung dilakukan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik. Proses pengomposan selanjutnya dilakukan dengan pembalikan bahan secara rutin setiap 4-7 hari untuk membantu mempercepat proses penguraian.

Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk pada pot-pot tanaman cabai milik PWT. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu bentuk tindak lanjut program sekaligus menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.



Melalui program GEMA PELITA DESA, mahasiswa KKN UNS berhasil mengolah limbah jerami hasil panen petani Desa Rawoh menjadi pupuk kompos. Keberadaan kompos tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia, meningkatkan kesuburan tanah, serta mengurangi praktik pembakaran limbah pertanian.

(Fr-kknuns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar