Warga Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih karena sungai dan sumur mengering. Sementara 4 dari 7 Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa tersebut juga mati.
Warga setempat, Julianti (44) mengeluh kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari hingga rela jarang mandi.Untuk saat ini, Julianti masih memiliki stok air yang dirinya simpan di galon dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak yang disalurkan pada Senin (10/8/2026) sore.
Sejauh ini pemerintah desa telah menyiapkan 7 Pamsimas untuk masyarakat namun belum bisa memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Saat ini 4 dari 7 Pamsimas yang menangandalkan air baku sungai juga mati karena sungai mengering.
Saat ini 4 dari 7 Pamsimas yang menangandalkan air baku sungai juga mati karena sungai mengering. "Memang kita butuh banyak, 7 Pamsimas tidak bisa meng-cover semua. Yang 4 tidak, karena sumbernya sungai," ungkapnya.
Badawi berharap, Pemerintah Kabupaten Demak menyetujui permohonan pembuatan Pamsimas baru di Desa Ngaluran untuk bisa menghadapi kemarau di masa mendatang.
(Fr-kompas)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar