Dempel,Cakrawalaonline - Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 61 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melaksanakan program JAGUAR sebagai inovasi untuk mengubah jagung tua yang selama ini hanya dijual sebagai pakan ternak menjadi kopi siap seduh. Program dilatihkan kepada 80 ibu-ibu Desa Dempel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan pada hari Kamis (6/8/2026).
Jagung merupakan salah satu hasil pertanian terbesar di Desa Dempel. Jagung yang sudah mencapai tingkat kematangan lebih akan berubah menjadi warna oranye dan disebut dengan jagung tua. Jagung tua berwarna oranye di Desa Dempel selama ini banyak dijual sebagai pakan ternak saja dengan harga Rp 5000,-. Berdasarkan perspektif mahasiswa KKN 61, jagung tua justru memiliki potensi rasa dan aroma yang cocok diolah menjadi minuman.
Berangkat dari hal tersebut, muncul JAGUAR program pelatihan yang memanfaatkan jagung tua berwarna oranye untuk dijadikan minuman seperti kopi sekaligus pembuatan media branding untuk pengembangan UMKM keberlanjutan. Program JAGUAR yang merupakan singkatan dari Jagung Untuk Usaha Rakyat muncul untuk memanfaatkan potensi lokal desa menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih sekaligus menjadi peluang usaha bagi masyarakat sekitar sehingga warga memiliki alternatif usaha dari komoditas yang selama ini kurang dimanfaatkan. Upaya pengembangan UMKM berbasis potensi lokal desa sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi mengenai konsep JAGUAR dan juga kriteria jagung tua yang ideal untuk membuat kopi dari jagung. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan penjelasan proses penyangraian jagung dengan jahe terutama mengenai tingkat kematangan yang harus dicapai untuk mendapatkan hasil kopi yang optimal. Setelah penyangraian, proses penumbukan dilakukan dengan menggunakan alu dan lumpang yang kemudian hasil tumbukan disaring menggunakan ayakan sehingga diperoleh bubuk kopi siap seduh. Kopi-kopi yang sudah jadi dapat diseduh langsung dan langsung diminum baik disajikan dengan gula ataupun tidak.
"Enak mbak ternyata rasanya kayak kopi hitam yang biasanya dijual. Terimakasih ya sudah berbagi ilmu dengan ibu-ibu." ujar Bu Siti Yulaikah, salah satu peserta pelatihan.
Selain kegiatan pembuatan kopi dari jagung, kegiatan dilanjutkan dengan menjelaskan mengenai pentingnya branding pada produk UMKM. Penjelasan branding dilakukan melalui media yang dapat digunakan untuk pemasaran serta contoh membuat desain kemasan untuk suatu produk serta cara membuatnya. Levina, penanggung jawab program branding menjelaskan alasan branding dimasukkan pelatihan:
"Branding ini tujuannya membedakan produk satu dengan lainnya dan juga bisa menambah nilai jual dari suatu produk," katanya.
Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya branding produk UMKM dengan Kopi Jagung. Praktik program JAGUAR dilakukan bersama dengan ibu-ibu Desa Dempel dan digelar di rumah salah satu peserta program. Program JAGUAR menuai respons positif dari tiap ibu-ibu peserta dilihat dari antusiasme dan partisipasi dari semua peserta.
Melalui program JAGUAR, mahasiswa KKN 61 UNS berharap program ini dapat mendukung nilai SDGs ke-8 terutama dengan cara meningkatkan nilai ekonomi dari jagung tua, mendorong kreativitas masyarakat desa, dan juga membuka peluang keberlanjutan usaha setelah KKN berakhir. JAGUAR diharapkan menjadi contoh bahwa potensi sederhana di desa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
(Fr-kkn uns)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar