Bendung Karet Sungai Juana yang terletak di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati mengalami kekeringan hingga menyebabkan ribuan ikan terdampar dan mati. Bau bangkai ikan jenis sapu-sapu ini pun mulai mengancam warga yang ada di sekitar lokasi.
Fenomena surutnya air sungai berujung pada kematian massal ekosistem air. Terutama populasi ikan sapu-sapu yang tak mampu bertahan. Ikan sapu-sapu yang mati massal mulai membusuk di bawah sengatan matahari dan menimbulkan bau bangkai yang menyengat di sepanjang alur sungai.
"Ini sudah seminggu kering, tapi surut itu sudah 1 bulan. Karena airnya habis untuk pengairan sawah petani," jelas Ari ditemui di lokasi, Rabu (2/8/2026). Ari mengatakan petani di sekitar bendung pun khawatir akan gagal panen jika air tidak mengalir. "Ini petani sudah menanam khawatir akan gagal panen," ujarnya.
Tidak hanya ancaman gagal panen, Ari juga khawatir dengan bau bangkai dari ikan yang mati. Menurutnya ada ribuan ikan jenis sapu-sapu yang terdampar akhirnya mati. Bau menyengat hingga ribuan lalat mulai membuat resah warga saat datang ke Bendung Karet Sungai Juana.
"Terus ya bau menyengat kalau dekat menganggu setelah banyak ikan pada mati. Kalau ke permukiman warga nggak sampai," ungkap dia.
(Fr-detikjateng)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar