*Dompu - Cakrawalamerdeka.com.* Bantuan kapal penangkap ikan untuk SMKN 1 Kempo, Desa Konte, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, NTB, dengan nilai hampir Rp 1 Miliar, kini mangkrak dan rusak. Bantuan tersebut diduga salah sasaran dan tidak sesuai dengan kompetensi keahlian sekolah.
SMKN 1 Kempo (NPSN 50203698) yang berada di pesisir Teluk Saleh bagian utara ini awalnya dibangun atas gagasan H. Nurdin, SH (saat menjabat Kadis Dikpora Dompu), bersama H. Mahadi (Alm), H. Mustamin Ago (Alm), dan H. M. I. Gani saat masih menjadi anggota DPRD Dompu periode 2005-2009. Tujuannya mulia, untuk mencetak SDM handal di bidang kelautan dan perikanan, khususnya penangkapan ikan modern dan agrobisnis.
Mantan Kepala SMKN 1 Kempo, Drs. Muslamin, menjelaskan pengadaan kapal tersebut memang diusulkan untuk link and match dunia usaha. Buktinya, salah satu alumni SMKN 1 Kempo, Sarifudin Mustopo, berhasil masuk jaringan bisnis ABK luar negeri.
"Momentum pendidikan itu terintegrasi dengan politik dan penempatan kepala sekolah yang tidak berkompeten. Jurusan kelautan diganti menjadi jurusan TIK oleh Ir. Rfd. Akhirnya kapal tidak beroperasi," ungkap Muslamin.
*Tidak Bisa Beroperasi, Kena Radar Angkatan Laut*
Kepala SMKN 1 Kempo saat ini, Iswan, S.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan kapal hibah itu tidak bisa beroperasi karena jurusan perkapalan dan penangkapan ikan sudah tidak ada lagi di SMKN 1 Kempo.
"Selain itu, kapal tidak bisa beroperasi di Teluk Saleh dan Lombok. Saat uji coba operasi, kapal terdeteksi radar Angkatan Laut, sehingga tidak bisa melanjutkan operasi. Sampai hari ini kondisi kapal rusak," terang Iswan.
Iswan mengaku telah dipanggil rapat dan diberi petunjuk oleh BKAD Provinsi NTB bagian aset. Menurut rencana, kapal tersebut akan diserahkan kepada sekolah lain yang memiliki jurusan kelautan dan perikanan.
Kasus mangkraknya kapal hibah Rp 1 Miliar ini menjadi sorotan publik, karena selain merugikan keuangan negara, juga menghilangkan kesempatan siswa pesisir Kempo untuk belajar teknologi penangkapan ikan modern sesuai potensi daerahnya.
*(z)*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar