res

Laskar Patih Sampun Grudug Pendopo,Tagih Janji di 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati - Cakrawala Online

Breaking

07 Juni 2021

Laskar Patih Sampun Grudug Pendopo,Tagih Janji di 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati

 



Pemalang - Cakrawala Online, Senin(7/6), LSM/Ormas bernama Laskar Patih Sampun menggelar Demontrasi Damai bertajuk "Tagih Janji 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, Agung-Mansur".


Aksi Aspirasi berlangsung di depan gerbang pendopo Kabupaten Pemalang dengan penjagaan dari Polres. Pemalang dan Satpol.PP.


Dalam orasinya , Dua Koordinator Lapangan(Korlap) Laskar Patih Sampun yakni: Andi Rustono dan Heru Kundhimiarso secara bergantian membacakan pernyataan sikap terhadap kepepimpinan Bupati Agung dan Wakil Bupati Mansur serta menagih janji 100 hari yang pernah diucapkan pasangan AMAN ini pada saat kampanye pilbup 2020 lalu.


"Pemerintahan Bupati Mukti Agung Wibowo dan Wakil Bupati Mansur Hidayat genap berusia 100 hari, tepatnya pada Minggu(6/6) kemaren, apa yang kita lihat dan rasakan dalam 100 hari kemaren? Jalannya pemerintahan begitu 'Riuh' dengan munculnya 'dagelan-dagelan politik' dari orang-orang di lingkaran kekuasaan, belum tuntas Satu persoalan, muncul persoalan lainnya ditambah dengan munculnya beberapa kelompok orang yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji yakni melakukan Intervensi di semua Lini, dan kelompok ini selalu mengatasnamakan 'Orangnya Bupati," Ujar Andi Rustono.


Kundhi(sapaan Heru Kundhimiarso, petinggi Laskar Patih Sampun) pun bersuara melalui Mikrofon mengkritisi persoalan yang terjadi dalam 100 hari kinerja bupati.


"Persoalan lain pun bermunculan, dari kasus Upeti BPNT yang disebut-sebut melibatkan oknum anggota dewan(DPRD Kabupaten Pemalang) dan petinggi parpol pengusung Agung-Mansur, kemudian carut marutnya penanganan Pandemi Covid-19 yang memperburuk keadaan serta dijadikan 'proyek' yang tak tersentuh hukum dengan anggaran yang sangat besar, lalu adanya pembatasan aktifitas masyarakat yang tebang pilih dan tanpa konsep yang jelas," Ucap Kundhi sambil menyatakan bahwa dengan hingar bingar banyaknya persoalan tersebut, program kerja pemerintahan Agung-Mansur seakan "tertutupi' atau ditutupi(?).


Kedua Korlap Laskar Patih Sampun itu juga mengungkapkan kekagetan masyarakat dengan tertangkapnya seorang oknum kepala dinas yang diduga melakukan korupsi dana bantuan dari Kementerian Perumahan.


"Publik dikagetkan dengan tertangkapnya pejabat eselon II oleh polisi yang terjerat kasus bantuan bedah rumah dari Kementerian PU-PR RI,'" Ungkap pimpinan Laskar Patih Sampun.


Dalam aksi tersebut, baik Andi maupun Kundhi mengatakan bahwa sebenarnya publik berharap di tangan Agung-Mansur sejumlah permasalahan seperti kerusakan jalan(Infrastruktur) bisa segera teratasi, Kinerja Birokrasi dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan, persoalan pengangguran bisa teratasi, dan persoalan lainnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak dapat terealisasi.


"Namun pada kenyataannya, yang terjadi sama saja, tidak ada bedanya, perubahan yang dijanjikan hanya omong kosong," Tandas keduanya.


Laskar Patih Sampun meminta dan mendesak agar pemerintahan Agung-Mansur segera melakukan Evaluasi terhadap kinerjanya, menyudahi segala "Kegaduhan" akibat adanya "Dagelan Politik", berikan pelayanan yang terbaik untuk Wong Pemalang, dan wujudkan perubahan yang selama ini dijanjikan.


"Kita semua berharap, di tangan Agung-Mansur, Kabupaten Pemalang akan jauh lebih baik, bukan sebaliknya," Pungkas Kundhi.


Seusai menyatakan sikap, pihak Laskar Patih Sampun memberikan nasi tumpeng atas 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, namun karena tak satupun pejabat pemda. Pemalang yang mau menemui pengunjuk rasa dan menerima potongan pertama dari nasi tumpeng yang tadinya hendak dikasihkan pada bupati Agung atau yang mewakilinya, maka Kundhi didampingi Andi meletakan potongan nasi tumpeng dengan lauknya itu di depan pagar pendopo setempat.


(Reporter:SSBL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar