res

Menengok Perayaan Setengah Abad Kampus STAIYO Wonosari - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

12 Kasus Curanmor Berhasil Diungkap Polres Grobogan

06 Desember 2021

Menengok Perayaan Setengah Abad Kampus STAIYO Wonosari

 


Biro DIY-Gunungkidul, cakrawalamerdeka.com – STAIYO adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta. Sampai hari ini kampus STAIYO berpusat di kota Wonosari. Wonosari adalah sebuah kota kabupaten di wilayah Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. Pemkab Gunungkidul adalah merupakan bagian dari pemerintahan Propinsi di DIY.

 

DIY sendiri juga merupakan bagian dari Jawa Tengah yang merupakan pertengahan pulau Jawa. Sedang pulau Jawa termasuk bagian Barat dari wilayah pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi kampus STAIYO berada di tengah kota, di tengah pegunungan, juga ditengah pemerintahan propinsi DIY dan selatannya Jawa Tengah.

 

Persisnya STAIYO berada di tengah pulau Jawa yang berkait dengan waktu Kampus STAIYO berada di bagian barat. Itulah STAIYO yang kini boleh menyombongkan diri akan mampu disejajarkan dengan kampus lain yang ada di Indonesia. Alamatnya di jln Ki Ageng Giring Trimulyo Wonosari.

 

Seperti apakah perkembangan kampus STAIYO selama setengah abad, atau selama dipegang Drs H Mardiyo M.Si dan kini ketua STAIYO dijabat oleh Diah Mintasih M.PdI sejak Januari 2021 yang dilantik pada 07 Maret 2021. Kebijakan Baru Masa Diah Mintasih jadi Ketua STAIYO. Kita tengok bersama Ketua STAIYO yang baru, kita mendeteksi arah kebijakan manajemen kampus. Seperti yang dibeberkan oleh www.staiyogyakarta.ac.id seperti berikut diterangkan dalam beritanya.

 

Langkah awal berita STAIYO masa Diah Mintasih M.PdI sebagagai ketua. Pada Minggu 07 Maret 2021, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY diwakili H. Fahmy Akbar Idris, SE., MM melantik Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd.I sebagai Ketua STAIYO Wonosari.  Pelantikan sebagai tindaklanjut Keputusan PWNU DIY No.: 539 / AB / A.3-01 / 01/2021 tentang Pengangkatan Ketua STAIYO Periode tahun 2021-2025 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Nizar Ali, MA dan H. Muchtar Salim , selaku Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah bersama Rois dan Khatib Syuriyah. 

 

Selain melantik Ketua STAIYO, Fahmy melantik Agus Suprianto, Suharto MM dan Hudan Mudaris sebagai pembantu Ketua. Fahmy dalam kritisnya menyatakan bangga kepada STAIYO sebagai Perguruan Tinggi di bawah naungan NU. Karena telah meluluskan 4000-an sarjana dan telah banyak berkiprah di masyarakat sebagai PNS, Pengusaha, Politikus, Guru / Pendidik, Pengasuh Pesantren, Lurah / Perangkat desa, dan sebagainya. 

 

Bahkan salah satu alumninya yaitu H. Arief Gunadi, S.Ag., M.Pd.I menjadi Kepala Kemenag Gunungkidul. Harapan besar prestasi Kampus, mahasiswa maupun alumni yang dipublikasikan, agar masyarakat luas mengetahui STAIYO dan banyak masyarakat yang bertaruh putra / putrinya yang telah lulus atau akan lulus SMA / SMK untuk kuliah di STAIYO. Kuliah di STAIYO akan melahirkan Sarjana Pendidikan, Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi yang siap kerja di dunia pendidikan, verifikasi hukum dan pengusaha atau bisnisman. Demikian uraian dalam WEB kampus STAIYO, juga diakui oleh Suharto MM pengurus kampus.

 

Diyah Mintasih M.Pd.I seusai dilantik, menyampaikan sambutan dengan tegas dan lantang. Sesuai ikrar janji pelantikan sebagai Ketua Baru, ini adalah momen baru untuk membawa energy positif perubahan STAIYO.  “Ada lima hal kami sampaikan yaitu; pertama  kita memperbaiki pengelolaan manajemen STAIYO. Kedua, meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, peningkatan kualitas akreditasi, serta syukur dapat menaikkan status menjadi Institut. Ketiga, STAIYO harus berpikir out of the box yaitu mempunyai paradigma keluar dari kebiasaan yang lama atau sederhana. 

 

Keempat, STAIYO harus ada lompatan-lompatan kerja nyata. Dan kelima, membangun kemitraan secara luas baik dengan pemerintah maupun swasta”, ungkap Diyah yang selalu mengatakan STAIYO sebagai kampus Islam tertinggi dan ternama di Gunungkidul.

 

Drs. H. Mardiyo, M.Si sebagai Ketua STAIYO yang purna tugas, hadir di acara Pelantikan. Dalam sambutannya menyampaikan terharu bercampur bangga karena bisa menyaksikan prosesi pelantikan yang sangat hikmat dan bermakna ini. Permohonan maaf disampaikan karena belum maksimal memimpin STAIYO. Tetapi segala keberhasilan yang diperoleh selama memimpin agar dilanjutkan dan dikembangkan untuk membawa perubahan STAIYO menjadi lebih maju dan jaya. Figur muda-muda mulai Ketua, Pembantu Ketua, Kepala Lembaga Struktural dan Ketua Program Studi adalah spirit, energi positif sekaligus harapan untuk kemajuan dan kejayaan STAIYO.

 

Pada kesempatan itu, Ketua STAIYO melantik empat pejabat struktural dan lima Ketua Program Studi. Empat pejabat struktural terdiri Ulin Nuha sebagai  Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Umi Musaropah sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Ali Ridlo sebagai  Kepala Laboratium Perpustakaan, Hasanudin sebagai Kepala Tata Usaha dan Rumah Tangga.

 

Adapun lima ketua program studi yaitu Ana Dwi Wahyuni sebagai Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Mustolikh Khabibul Umam sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Daluti Delimanugari sebagi Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai  Ketua Prodi Ahwal Syakhsiyyah / Hukum Keluarga Islam dan Navirta Ayu sebagai Ketua Prodi Ekonomi Syariah.

 

Dibeberkan di WEB STAIYO, kedepan selain lembaga struktural, STAIYO akan mendirikan lembaga non struktural seperti pusat studi wanita dan gender, pusat bantuan hukum, klinik konsultasi dan mediasi, lembaga wisata halal Gunungkidul. Untuk lembaga kemahasiswaan perlu mendirikan Menwa, lembaga Dakwah, Kajian filsafat dan pendidikan, lembaga Kajian Bisnis, dan pusat kajian hukum. Paparan Hudan Mudaris Pembantu Ketua bidang mahasiswa & kealumnian.

 

Usai pelantikan, langsung dimanfaatkan oleh Diyah dengan mengajak seluruh jajaran pengelola, dosen dan karyawan untuk melakukan Rapat Kerja STAIYO. Rapat Kerja didahului Pembekalan Dr. Ahmad Arifi, M.Ag yang menjelaskan pengelolaan kampus yang berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), manajemen pengelolaan organisasi mulai perencanaan perumusan visi, misi, tujuan mengorganisasikan, melaksanakan dan pengawasan program. Serta perlu melakukan analisa SWOT (Seving, Warning, Organising, Treatment) untuk menentukan langkah so what?

 

Selain itu beberapa masukan beberapa dosen senior, seperti Edi Siswantoro, Khadirin, Edi Zainuri, Mansur dan Bahiej (Badan Pengelola Harian (BPH) STAIYO) tutur Ali Ridlo Humas STAIYO. Rapat Kerja dibagi Tiga Komisi Yaitu Pertama, Komisi A untuk review merumuskan visi-misi STAIYO, pokok-pokok Garis Besar STAIYO 3 tahun kedepan Program dan Kerja Ketua - Pembantu Ketua Setahun kedepan. 

 

Kedua, Komisi B untuk merumuskan program lembaga struktural dari LPPM, LPM, Laborat dan Perpus dan Ke-TU-an. Ketiga, Komisi C Program merumuskan untuk review Kerja USING 5 Program Studi Yaitu PAI, PBA, PGMI, AS / HKI Dan ES. Rapat Kerja ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan dilaksanakan sebagai acuan kerja STAIYO ke depan. Ujar Agus Suprianto Pembantu Ketua bidang Kurikulum.

 

Demikian diberitakan oleh kampus STAIYO bersama WEB kampus, beralamat di Jalan Ki Ageng Giring Trimulyo 2 Kepek Kota Wonosari Gunungkidul 55813, dikutip oleh wartawan Cakrawalamerdeka.com Biro DIY untuk wilayah liputan Gunungkidul.

 

Sampai setengah abad STAIYO yang dimeriahkan selama 3 bulan, puncaknya Minggu 28-11-2021 STAIYO menggelar berbagai kegiatan yang dilaksanakan dan dirangkum dalam berita sejak 27-11-2021 melalui www.staiyogyakarta.ac.id itu dalam rangka memperingati hari lahir ke-50 tahun, STAIYO menggelar rangkaian hajatan akbar selama 3 (tiga) bulan. Kegiatan dimulai bulan September dan puncak acara Pengajian Akbar bersama Ustadz Habib Sayyidil Baraqbah akan dilaksanakan hari Ahad Malam, 28 November 2021.

 

Diyah Mintasih,  M.PdI menyampaikan STAI YO merupakan satu-satunya perguruan tinggi keislaman yang terletak di Wonosari Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Secara kelembagaan STAIYO dalam payung hukum Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) dan dibentuk oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY.

 

Catatan sejarah menjelaskan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) D.I.Yogyakarta mendirikan kampus STAI Yogyakarta di Wonosari pada tanggal 30 November 1971. Pertama kali dibentuk menggunakan nama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) Yogyakarta, kemudian tahun 1972 berubah nama menjadi Universitas Islam Yogyakarta (UIY) dan tahun 1988 berubah nama lagi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yogyakarta (STITY) dan sejak tahun 2011 beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta).

 

Pada awal pendirian, perguruan tinggi dipimpin oleh Drs. K. Zahri Hamid (1971-1978), lalu dilanjutkan oleh R.K.H. Suwardiyono, BA (1978-1984) dan K. Ahmad Arwan Bauis (1984-1999). Selanjutnya mulai tahun 1999, waktu itu bernama STITY dan tahun 2011 berubah menjadi STAI Yogyakarta diketuai oleh Drs. K.H. Mardiyo, M.Si (1999-2021). Terakhir mulai 21 Januari 2021, STAI Yogyakarta diketuai oleh Diyah Mintasih, M.PdI (2021-2025).

Nurhidayatuloh, SEI., ME selaku Ketua Panitia Kegiatan Hari Lahir ke-50 menjelaskan kegiatan peringatan harlah tahun 2021, merupakan kegiatan pertama dalam sejarah STAI Yogyakarta. Hajatan akbar dilakukan, usai melakukan penelusuran sejarah dan penetapan tanggal lahir STAI Yogyakarta yaitu 30 November 1971, berdasarkan Surat Keputusan No. 138 tahun 2021 yang ditandatangani Ketua STAI Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan peringatan hari lahir ke-50 tahun STAI Yogyakarta diantaranya adalah WEBINAR dengan berbagai tema yang aktual dan menarik sebanyak 10 kali, Pengajian Mahasiswa Hari Santri Nasional (HSN), Pemberian Penghargaan STAI Yogyakarta Award, Rapat Kerja STAI Yogyakarta, Launching Pusat Studi, Bimbingan Teknis Pendidikan Karakter dan Moderasi Beragama, Perlombaan, Launching Penamaan Gedung, Pertemuan Alumni STAI Yogyakarta, Semaan Al-qur’an Bil Ghoib, Sidang Senat STAI Yogyakarta dan Pengajian Akbar.

Puncak acara peringatan Harlah ke-50 tahun, dilaksanakan hari Ahad, 28 November 2021 dengan start dari pagi yaitu Semaan Al-qur’an Bil Ghoib di Masjid Ki Ageng Giring STAI Yogyakarta dan Sidang Senat di Aula Gedung Drs. KH. Mardiyo, M.Si STAI Yogyakarta, siang hari dilaksanakan Temu Alumni di Aula Gedung Drs. KH. Mardiyo, M.Si STAI Yogyakarta, sore hari dilakukan potong tumbeng dan malam hari dilaksanakan Pengajian Akbar bersama Ustadz Habib Sayyidil Baraqbah di Auditorium Gedung R.K.H. Suwardiyono, BA STAI Yogyakarta.

Memasuki usia ke-50 tahun, STAI Yogyakarta dengan semboyan “STAIYO; Kampus Islam dan Modern”, mempunyai tekad dan semangat untuk menaikkan status Sekolah Tinggi menjadi Institut, meraih akreditasi Baik Sekali untuk semua program studi, menambah program studi & fakultas, menaikkan jumlah mahasiswa baru pada PMB tahun 2022 menjadi 500 orang, meningkatkan prestasi mahasiswa dan menaikkan mutu, karya dan kesejahteraan dosen dan tendik.

Selanjutnya Ali Ridlo, SH., SHI., MEI selaku Humas STAI Yogyakarta, menyampaikan bahwa mulai awal tahun depan yaitu Januari 2022, STAI Yogyakarta akan melakukan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk 5 (lima) program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI – bergelar S.Pd), Pendidikan Bahasa Arab (PBA – bergelar S.Pd), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI – bergelar S.Pd), Hukum Keluarga Islam / Ahwal Syakhsiyyah (HKI / AS – bergelar SH) dan Ekonomi Syari’ah (ES – bergelar SE). --- Demikian sebagian berita dari kampus STAIYO menjelang perayaan Hari Lahir ke 50 Kampus STAIYO yang ditulis ulang dari www.staiyogyakarta.ac.id sebuah web kampus, oleh wartawan www.cakrawalamerdeka.com Biro DIY untuk liputan Gunungkidul. – Berlanjut -  (Sab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar