res

Misteri "Nyanyian" Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan Mulai Diusut - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Gunung Semeru Kembali Meletus Dan Berstatus Awas

09 Oktober 2022

Misteri "Nyanyian" Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan Mulai Diusut


Foto:  ilustrasi 

Malang- cakrawalaonline, Sekitar dua hari setelah tragedi Kanjuruhan 1 Oktober, viral suara perempuan di media sosial yang menyatakan diri sebagai penjual dawet. Bakul dawet itu menyampaikan kesaksian bahwa banyak suporter mabuk, rusuh, dan menjadi korban dalam peristiwa pascatanding Arema FC vs Persebaya itu.


Meski begitu, warganet sangsi atas kebenaran cerita dari penjual dawet, bahkan sangsi atas kebenaran eksistensi penjual dawet itu sendiri. detikJatim berusaha menelusuri petunjuk-petunjuk yang tersedia, namun nihil hasilnya.


Deny Prastyo Utomo, reporter detikJatim mencoba menelusuri keberadaan penjual dawet itu di Stadion Kanjuruhan, Selasa (4/10). Penelusuran mengitar dimulai dari Tribun 13 di Stadion Kanjuruhan, tribun yang paling banyak memakan korban.


Di antara Tribun 13 dan 14, detikJatim menjumpai sebuah warung kopi sederhana yang berada di bawah tribun stadion. Pemiliknya seorang perempuan. Warung itu menjual beragam minuman saset dan mi instan.


Kepadanya ditanyakan tentang penjual dawet di sekitar stadion. Pemilik warung itu mengaku tidak tahu ada penjual dawet di Kanjuruhan.



"Setahu saya tidak ada yang jualan dawet. Di sini rata-rata ya memang jual kopi," katanya.




Penelusuran kemudian berlanjut, kembali dikelilingi Stadion Kanjuruhan. Sepanjang perjalanan hingga sampai ke Tribun 3, hanya ada 3 warung yang buka. 2 warung kopi dan 1 gerai yang menjual pernak-pernik Arema. Kembali ditanyakan kepada pemilik salah satu warung kopi. Ternyata memang tak ada penjual dawet di sekitar sini.




Di dekat pintu stadion tak ada warung makanan. Hanya ada 2 toko mebel mengapit pintu 3. Pipa besi pengatur jalan penonton masuk di depan pintu 3 itu terlepas usai Tragedi Kanjuruhan.


Saat pertandingan Arema FC vs Persebaya, toko yang berada di kiri pintu tutup. Sedangkan toko lain yang di sebelah kanan pintu tetap buka.


Intinya, tidak ada penjual dawet di sini. Ng


Tidak ada komentar:

Posting Komentar