res

Diduga Dianiaya Seniornya Santri Asal Ngawi Tewas di Ponpes Sragen - Cakrawala Online

Breaking

23 November 2022

Diduga Dianiaya Seniornya Santri Asal Ngawi Tewas di Ponpes Sragen




SRAGEN-Santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Sragen, tewas diduga dianiaya seniornya. Orang tua korban mengaku menemukan sejumlah bekas lebam di wajah korban.

Dilansir detikJatim, santri berinisial DWW (14) itu merupakan warga Desa Katikan, Kedunggalar, Ngawi. Orang tua korban, Dwi Wito Waluyo mengatakan, DWW merupakan anak semata wayang yang menimba ilmu di Ponpes Modern Sragen tersebut.

Dwi mengirim anaknya menimba ilmu di ponpes dengan harapan bisa jadi bekal bagi DWW. Namun harapan itu seketika buyar ketika pihak pondok tiba-tiba datang ke rumah mengabarkan bahwa anaknya telah meninggal.

"Awalnya Sabtu kemarin pimpinan datang ke rumah memberi kabar (anak meninggal) dan tanya si ananda punya bawaan penyakit apa," kata Dwi kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

Dwi menjelaskan keluarga sangat terpukul atas meninggalnya anak satu-satunya tersebut. Korban yang sudah semester akhir sudah tiga tahun menimba ilmu itu dikenal baik dan suka menolong temannya.

"Saya ketemu terakhir Jumat sehari sebelum kejadian. Anak ceria tidak ada apa-apa ketemu sendiri dengan teman-teman, biasa ngobrol kabar kasih makanan. Anaknya itu suka nolong orang," terang Dwi.

Dwi menambahkan saat dirinya melihat jenazah anaknya di Pondok Modern tersebut kondisinya ada luka lebam dan memerah. "Saya lihat hanya merah-merah wajah lebam gosong," ungkapnya.



Dwi menambahkan pihaknya meminta polisi mengusut kasus anaknya yang meninggal diduga dianiaya seniornya. Bahkan dari pengakuan rekan korban, ia tidak boleh menolong saat anaknya jatuh saat dipukul.

"Harapan saya diusut siapa yang bertanggung jawab. Saat jatuh temannya tidak boleh menolong," terang Dwi.

Sebelumnya diberitakan, seorang santri salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sragen meninggal dunia. Diduga santri tersebut mendapatkan perlakuan keras dari seniornya.

Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujianto membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan kejadian itu terjadi pada Sabtu (19/11) malam. Sementara santri yang tewas berinisial DWW (14) asal Ngawi, Jawa Timur

"Sementara kita proses di Polres Sragen, tentunya baru proses penyelidikan. Tapi yang pasti, sudah kami tindaklanjuti," kata Ari saat dihubungi detikJateng, Selasa (22/11).

Ia menuturkan, sebelum korban tewas, dia sempat mendapatkan pembinaan yang keras dari seniornya. Bahkan, korban sempat dipukul.

"Itu tindakan senior ke juniornya, tidak ada unsur dendam. Istilahnya, kayak tradisi indisipliner dari senior kepada junior," ucapnya.er-Sumber:detik.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar