res

4 Jembatan Di desa Ketro Grobogan Rusak Parah Sehingga Mengganggu Akivitas Umum - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Kades taloko Kec.Sanggar Kab.Bima, Dialog Dengan Tokoh Pemuda

08 Desember 2022

4 Jembatan Di desa Ketro Grobogan Rusak Parah Sehingga Mengganggu Akivitas Umum

 


GROBOGAN – Empat jembatan di Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan rusak. Satu di antaranya roboh dan tiga sisanya longsor. Lokasinya tersebar di tiga dukuh. Dua di antaranya di Dukuh Kangkungan, satu di dukuh Gedad, dan terakhir Ketro timur.

Tiga di antara empat yang rusak berada di aliran sungai Jajar. Sementara satunya terpisah. Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini ke lokasi, keempat jembatan itu masih dilalui warga sebab tak ada alternatif lain.

Di Dukuh Kangkungan, dua jembatan rusak berada di bagian ujung. Di titik pertama jembatan itu penghubung antara Dukuh Kangkungan dengan Dukuh Lengkong. Rusak pada bagain Selatan. Yakni sayap sebelah timur longsor. Ada sekitar 15 meter yang longsor. Agar tetap dilalui, jembatan diurug dengan dastu. Dan pada bagian pinggir diberi pembatas dari kayu.

Sementara pada titik kedua, Jembatan yang rusak itu membujur dari timur ke barat. Kerusakan pada bagian barat. Sekitar 10 meter. Dinding jembatan lepas dan terperosok ke sungai. Agar tetap bisa dilalui, dari titik jembatan itu menuju jalan disambung dengan anyaman bambu dan kayu.

Di Dukuh Ketro Timur jembatan yang rusak membujur dari Utara ke selatan. Rusak pada ujung Selatan. Sekira 15 meter. Karena longsor. Untuk tetap bisa dilalui warga menguruk dengan dastu.

Terakhir yakni jembatan rusak di Dukuh Gedad. Tepatnya di RT 6 RW 7. Dari empat itu, ini terparah. Jembatan sampai ambruk. Kerusakannya sejak seminggu lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan.

Akibat kerusakan pada jembatan itu menghambat aktivitas warga. Kendaraan roda empat tak bisa melintas. Anak-anak sekokah pun terlihat berhati-hati melintas. Terutama ketika pasca hujan. Sebab licin.

Guru SD N 4 Ketro Agus menyebut akibat kerusakan itu sebagian siswanya harus memutar sampai 1 kilometer. Tetapi tak jarang yang tetap memilih melintas di jembatan itu. Sebab terlalu jauh memutar.

“Siswa di sekolah kami berasal dari Dukuh Gedeg dan Kangkungan, 70 persen di antaranya dari Dukuh Gedeg. Sementara mereka dari Dukuh Gedeg berada di seberang jembatan ini. Jadi ya sangat mengganggu aktivitas siswa yang hendak ke sekolah,” ujarnya.

Dia berharap jembatan itu segera diperbaiki. Sebab jika diperbaiki secara swadaya masyarakat perlu dana besar.

“Dulu pembangunannya sudah swadaya masyarakat. Harapannya ini ada kontribusi pemerintah,” katanya.

Dengan segera diperbaiki menurutnya turut membantu memudahkan akses bagi para siswa siswi di sekolahnya untuk menuju ke sekolah menempuh pendidikan. Sebab saat banjir besar jembatan itu sudah pasti tak bisa dilalui karena roboh dan mepet dengan sungai. (tos/mal)er:Sumber-radarkudus

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar