res

Proyek BWS dikerjakan Waskita Karya, Warga Sanggopa Sante pun Demo Kembali - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke 298

Breaking

31 Maret 2023

Proyek BWS dikerjakan Waskita Karya, Warga Sanggopa Sante pun Demo Kembali



Dompu- Cakrawalaonline,Mega Proyek BWS,  yang dikerjakan oleh Waskita diduga ada penyelewengan  dana, yang  merujuk pada kerugian negara hampir 272 Milyar , maka warga Sanggopa sante melakukan  Aksi Unjuk Rasa jilid II  .

    Pilot Projek Remedial dan Penanganan Sedimentasi 7 titik Bendungan di Kabupaten Dompu, Aksi UNRAS di sentralkan di Bendungan Sanggopa Sante Kec Manggelewa Kab. Dompu pada hari kamis tgl 30/03/2023). Aksi unjuk rasa jilid II terjadi karena merasa tidak puas dengan pihak WASKITA KARYA ( ANDRI) penanggung jawab kegiatan, ketika saat di tanya wartawan tidak tau dan tidak mampu menjelaskan sudah berapa prosentase nilai pekerjaan ujarnya di sela sela warga sedang unjuk rasa di tempat lokasi bendungan sanggopa sante 30/3/23. Andri tidak dapat menjelas spesifikasi teknis kegiatan Remedial dan Penanganan Sedimentasi di Bendungan Sanggopa Sante, yang menjadi sampel dari 7 titik bendungan yg ada di Kab Dompu.

       Syuriadin,S.Pdi , selaku Ketua APPRA Kecamatan Manggelewa (Korlap) mengatakan” Kegiatan Remedial dan Penanganan Sedimentasi khususnya di Bendungan Sanggopa Sante menghabiskan anggaran miliaran rupiah di kerjakan secara serampangan, projek gagal” ucapnya.


” Pihak WASKITA KARYA Gagal Total melaksanakan Remedial dan Penanganan Sendimentasi khususnya di Bendungan Sanggopa Sante, yang Samapi saat ini belum mampu memenuhi apa yang menjadi tuntutan masa AKSI unjuk rasa sehingg kami kembali gelar  Aksi jilid II dari UNRAS hari ini, tandasnya. 

Syuriadin,S.Pdi, menambahkan” untuk Tahapan selanjutnya kami sangat mengharapkan dapat  di hadirkan DIREKTUR WASKITA KARYA, dan BWS dalam agenda DISKUSI yang  di pusatkan di Bendungan Sanggopa Sante Pekan Depan, sesuai dengan Berita Acara yang di buat oleh pihak WASKITA KARYA ( Andri), dan di tanda tangani bersama oleh saya selaku ketua APPRA dan sekjen Sangaji Aji Kecamatan Manggelewa yang di saksikan oleh BHABINSA, juga unsur APH sektor Manggelewa, yang dipimpin ole Kapolsek Manggelewa IPtu Ramli SH.

Dalam agenda DISKUSI juga melibatkan unsur masyarakat penerima manfaat yang di sekitar Bendungan Sanggopa Sante.” Pungkasnya.


Di lokasi yang sama Kepala desa Doro Melo Bapak Supardin Abdullah mengatakan saat di wawancarai ” Saya sangat menyangkan Kinerja yang di tunjukan oleh pihak waskita karya dalam pembangunan Bendungan ini”


Saya juga sependapat dengan adik adik pendemo bahwa harus  di lakukan Evaluasi ulang Aktivitas/Kegiatan Remedial dan Penanganan Sedimentasi”


“Kami selaku penerima manfaat tidak menginginkan bendungan yang di bangun di wilayah Doro Melo kecamatan Manggelewa,yang menelan anggaran puluhan meliar hanya kami gunakan dalam jangka pendek atau dua tahun” pungkasnya


“Dan saya selaku kepala Desa Doromelo benar benar tidak tau kalau ada kegiatan pembangunan bendungan di wilayah binaan saya, karena saya tidak pernah menerima surat pemberitahuan ataupun surat sosialisasi terkait dari pihak waskita karya”melakukan sewenang - sewenang pekerjaan, warga saya menduga Waskita telah menelantarkan anggaran negara.


Pada tahun kemarin warga saya mengalami gagal panen di akibatkan tidak adanya air karena di akibatkan adanya kegiatan di bendungan tersebut, saya berharap kepada pelaksana kegiatan agar hadirkan Pemenang tender atau direktur di lokasi bendungan ini,supaya semuanya jelas dan sy tidak ingin adanya pemblokiran ataupun Aksi aksi demoDalam agenda DISKUSI juga melibatkan unsur masyarakat penerima manfaat yang di sekitar Bendungan Sanggopa Sante.” Pungkasnya


Di lokasi yang sama Kepala desa Doro Melo  Supardin Abdullah mengatakan saat di wawancarai ” Saya sangat menyangkan Kinerja yang di tunjukan oleh pihak waskita karya dalam pembangunan Bendungan ini”


Saya juga sependapat dengan adik adik pendemo bahwa harus  di lakukan Evaluasi ulang Aktivitas/Kegiatan Remedial dan Penanganan Sedimentasi”


“Kami selaku penerima manfaat tidak menginginkan bendungan yang di bangun di wilayah Doro Melo kecamatan Manggelewa,yang menelan anggaran puluhan meliar hanya kami gunakan dalam jangka pendek atau dua tahun” pungkasnya


“Dan saya selaku kepala Desa Doromelo benar benar tidak tau kalau ada kegiatan pembangunan bendungan di wilayah binaan saya,karena saya tidak pernah menerima surat pemberitahuan ataupun surat sosialisasi terkait dari pihak waskita karya”


Pada tahun 2021/2022 warga saya mengalami gagal panen di akibatkan tidak adanya air karena di akibatkan adanya kegiatan di bendungan tersebut, saya berharap kepada pelaksana kegiatan agar hadirkan Pemenang tender atau direktur di lokasi bendungan ini,supaya semuanya jelas dan sy tidak ingin adanya pemblokiran ataupun Aksi aksi demo semacam ini ujar kades Doromelo Supardin.

   Usai melakukan unjuk rasa Sekjen Appra Sangaji Aji, yang diwawancara wartawan  mengaskan agar Mega proyek sedimenntasi dapat di kerjakan sesuai juklak dan juknis secara profesional, kalau proyek itu dikerjakan dengan baik , maka kami tidak mungkin memprotes pekerjaan ini ujarnya, selain itu pekerjaan sejak dua tahun terakhir 2021/2022, mengalami keterlambatan akan berakhir Juni atau Juli, pekerjaan ini akan meraup keuntungan belaka akan menjadikan sumber korupsi dan kerugian negara tandasnya .(zun).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar