res

BUPATI TAPANULI UTARA Drs.NIKSON NABABAN, M.Si SIAPKAN FUNDAMEN PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKELANJUTAN - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Obyek wisata dermaga Soro , pusat rekreasi.

19 Juni 2023

BUPATI TAPANULI UTARA Drs.NIKSON NABABAN, M.Si SIAPKAN FUNDAMEN PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKELANJUTAN



Sub Thema : Desa Kuat Kota Maju Indonesia Berdikari

Topik : Dukung SDM Berkualitas ”Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au"



Cakrawalamerdeka.com, Pembangunan daerah pada hakekatnya merupakan 

upaya sistematis dan terencana oleh masing-masing daerah untuk 

mengubah daerahnya menjadi lebih baik dengan memanfaatkan 

berbagai sumber daya yang tersedia dengan tujuan untuk meningkatkan 

kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan. Langkahlangkah untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya harus adanya 

strategi, taktis dan praktis sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh

daerah. Dalam upaya tersebut terwujudnya dokumen berupa 

perencanaan jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan, 

dimana dengan adanya dokumen tersebut maka akan memberikan arah 

dan prioritas bagi pembangunan daerah. Pembangunan berkelanjutan 

(sustainable development) adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan 

yang sekarang tanpa harus mengurangi kemampuannya dalam memenuhi 

kebutuhan generasi yang akan datang. Definisi pembangunan berkelanjutan 

adalah pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia 

melalui pemanfaatan sumber daya alam dengan bijak, efisien dan memperhatikan 

pemanfaatannya baik untuk generasi sekarang maupun generasi masa 

depan. 

Proses pembangunan berkelanjutan adalah dengan 

mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia 

juga iptek. Dengan menserasikan ketiga komponen ini sehingga bisa dapat 

berkesinambungan. Pembangunan bisa dikatakan terbilang pesat, yaitu diiringi 

dengan pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Sumber daya manusia pada 

usia produktif melimpah. Kalau terdidik akan menjadi modal pembangunan. Kalau tidak terdidik akan menjadi beban pembangunan. Transformasi sumber 

daya manusia ini bisa diwujudkan melalui pendidikan. 

Umumnya, pembangunan daerah ditujukan untuk mencapai tujuantujuan yang telah ditargetkan oleh pemerintah dan tertulis dalam Rancangan 

Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rancangan Pembangunan Jangka 

Menengah Daerah. Namun jika dilihat dari tujuan mendasarnya, pembangunan 

daerah memiliki tujuan utama yang tidak terlepas dari upaya untuk meningkatkan 

kesejahteraan masyarakat melalui keberhasilan kebijakan untuk meningkatkan 

taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan penekanan angka kemiskinan. 

Keberhasilan pembangunan daerah dapat dilihat dengan meningkatnya kualitas 

hidup masyarakat dan terserapnya angkatan kerja dalam jumlah yang signifikan 

Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan 

berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa 

mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. 

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu lingkungan, lebih 

luas daripada itu pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan 

antara lain Pembangunan ekonomi, Pembangunan Sosial dan Perlindungan 

Lingkungan. Lebih jauh menggali konsep pembangunan berkelanjutan dengan 

menyebutkan bahwa keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana 

pentingnya keragaman hayati bagi alam dan dengan demikian pembangunan tidak 

hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk 

mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral dan spritual. Dalam pandangan 

ini keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan 

pembangunan berkelanjutan.

Sebagai kota wisata rohani, karakter keimanan dan ketakwaan kepada 

Tuhan YME wajib ditanamkan sejak dini kepada generasi sekarang dan generasi 

penerus bangsa. Demikian pula dengan moral dan etika Pancasila, wawasan 

kebangsaan, serta nilai-nilai budaya bangsa perlu diberikan kepada generasi kita 

agar nilai luhur bangsa Indonesia dan budaya lokal tidak luntur oleh zaman. Membangun karakter masyarakat dapat dilakukan dengan pendidikan formal, 

mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Membudayakan kebiasan baik dan 

beretika dapat dibangun sejak dini oleh lembaga pendidikan formal. Namun, yang 

lebih penting adalah melalui keteladanan, pembiasaan, dan kedisiplinan. Peran 

orang tua dan lingkungan menjadi urgen. 

Pendidikan

Ada satu sejarah yang tidak bisa kita lupakan yaitu suatu bangsa akan 

maju apabila generasi yang mengganti lebih baik daripada generasi yang diganti. 

Merekalah yang nantinya menerima ‘tongkat estafet’ untuk memimpin bangsa. 

Mereka yang nantinya harus bersaing dan bermitra dengan rekan-rekannya dari 

bangsa lain. Misi ini adalah misi generasi kita sekarang. Negara lain juga 

melakukan hal yang sama. Jalan alternatif mempersiapkan generasi mendatang 

yang lebih baik adalah melalui pendidikan. Mengenai pendidikan, Drs.Nikson

Nababan, M.Si mengingatkan filosofi orang Batak, yakni Anakhon Hi Do 

Hamoraon di Au yang artinya anak adalah harta yang paling berharga. “Karena 

itu, semiskin-miskinnya orang Batak, pasti anaknya kuliah,” Apapun dikerjakan 

asalkan anak bisa sekolah.”Berangkat dari filosofi itu, Drs.Nikson Nababan, M.Si

berupaya agar kualitas pendidikan di Tapanuli Utara terus meningkat, sehingga 

masyarakat tidak perlu menyekolahkan anaknya ke luar daerah. “Cukup di 

Tapanuli Utara, para orangtua dapat menyekolahkan anaknya dari tingkat sekolah 

dasar sampai perguruan tinggi. Pria kelahiran Siborong-borong ini 

memperjungkan berdirinya sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bersifat 

umum, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia kerja. “Mudah-mudahan 

Bapak Presiden Joko Widodo segera menyetujui.

Pendirian perguruan tinggi negeri Universitasi Tapanuli Raya di 

Tapanuli Utara, menurut Nikson, akan mendorong perkonomian kawasan dan 

membuka lapangan pekerjaan. Selain itu kehadiran kampus bakal meningkatkan 

aktivitas pariwisata, memicu berdirinya hotel bintang hingga pusat perbelanjaan. Ke depan, Tapanuli Utara menjadi lumbung pangan dan lumbung sumber daya 

manusia berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dibawah kepemimpinan Bupati 

Drs.Nikson Nababan, M.Si juga memberikan insentif kepada tenaga pendidik di 

sekolah terpencil dan sekolah sangat terpencil. Pemberian insentif ini dilakukan 

untuk kesejahteraan dan penghargaan, serta untuk meningkatkan kinerja guru 

sesuai tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.

Tak hanya itu, menyangkut lumbung Sumber Daya Manusia yang 

berkualitas, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.si memimpikan ingin 

mendirikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karena dengan berdirinya PTN di 

Tapanuli Utara akan membuat efek domino sangat besar di berbagai sektor seperti 

pertanian, wisata, ekonomi mikro akan tumbuh sendirinya. 

Pemuda dan Olahraga

Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan, M.Si tak gencar-gencarnya 

mempromosikan serta melobi bantuan dana dari Pusat ini terbukti dari 

kegesitannya dalam bidang Olahraga. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) 

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengusulkan pembangunan 

Gedung Olahraga (GOR) dengan anggaran yang bersumber dari Kementerian 

Keuangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Taput 

"Usulan ini, tentunya didasari belum adanya GOR di daerah kita. Selama ini, 

event olahraga masih memanfaatkan gedung-gedung yang tidak khusus atau 

memakai wisma bahkan gedung pertemuan yang biasanya dipakai untuk acara 

pertemuan maupun hajatan pesta adat, seperti gedung nasional dan serbaguna 

yang ada di Tarutung, tentunya menomorduakan kegiatan olahra. Rencananya 

lahan yang akan dimanfaatkan adalah sekitar 5.000 ribu meter persegi. Nantinya 

diharapkan, ada basementnya sehingga daya tampung kendaraan lebih banyak, 

karena kalau kita lihat ada kegiatan disana, banyak kendaraan yang parkir di luar 

gedung karena keterbatasan lahan. Usulan itupun sudah disampaikan Pemkab Taput melalui aplikasi 

online Dana Alokasi Khusus dengan asumsi biaya pembangunan GOR sebesar 

Rp15 miliar. "Masyarakat khususnya pegiat olahraga sangat berharap kiranya 

usulan kita dapat disetujui pemerintah pusat dan harapan kita dapat direalisasikan, 

sehingga dengan adanya GOR ini maka tempat olahraga yang permanem ada di 

Taput dan diharapkan akan ada peningkatan prestasi olahraga dari daerah ini. 

Adapun berbagai macam kegiatan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah 

Kabupaten Tapanuli Utara dalam rangka memasyarakatkan olahraga yaitu dengan 

mengadakan berbagai event-event olahraga, yaitu 1) turnamen catur Turnamen 

Catur YNPS Cup 2023. Melalui ajang turnamen Bupati Tapanuli Utara sangat 

berterima kasih kepada pembina YNPS sahabat saya Bapak Nelson Pandapotan 

Sitompul yang tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk Tapanuli Utara, 

sudah melakukan turnamen bersama pemerintah Taput sampai yang kedua 

kalinya, ini adalah salah satu contoh bagi kita, putra daerah yang berhasil 

diperantauan dan mau memajukan kampung halaman, dan juga kepada pengurus 

Percasi, Guru pendamping dan seluruh masyarakat pecinta olahraga catur yang 

terus mendorong Kabupaten Tapanuli Utara melahirkan atlit catur profesional. 2) 

Kejuaran Karate Antar Dojo se-Tapanuli Raya. Kejuaran Karate antar Dojo seTapanuli Raya adalah merupakan event besar dan baru pertama sekali 

dilaksanakan setelah 25 tahun. Bupati Drs.Nikson Nababan menguraikan bahwa 

salah satu Visi/misi pembangunan Tapanuli Utara diantaranya sebagai lumbung 

Sumber Daya Manusia berkualitas ”Event ini merupakan bagian dari peningkatan 

kualitas SDM melalui KONI Tapanuli Utara dengan bantuan Dana Hibah. 

Pariwisata

Bukan hanya dalam bidang pendidikan, Bupati Tapanuli Utara Drs. 

Nikson Nababan, juga berkeinginan untuk mengembangkan Sektor Pariwisata 

guna untuk menunjang para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang 

berkunjung ke daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Sebab sektor ini sangatlah 

menunjang Pembangunan di Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Adapun langkahlangkah yang harus ditempuh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mengemabngan sektor Pariwisata, yaitu : Memperbaiki akses infrastruktur dan 

fasilitas, menggandeng para investor untuk menanamkam modalnya di Tapanuli 

Utara, memanfaatkan internet atau media sosial untuk pengembangan 

pembangunan komunikasi antar daerah dan pembuatan aplikasi yang telah 

dilakukan oleh Pemkab Tapanuli Utara jauh sebelumnya seperti Smart City (Kota 

Pintar).

Adapun pembangunan Smart City (Kota Pintar) pada kawasan wisata 

prioritas sesuai enam pilar sebagai berikut:

1. Smart environtment: Menyiapkan kawasan wisata prioritas menjadi kawasan 

yang bersih, bebas sampah, dan tertib, tanpa meninggalkan unsur 

tradisionalnya;

2. Smart economy: Memastikan implementasi TIK dalam proses 

transaksi (cashless) berlangsung di kawasan wisata prioritas dan pemerintah 

daerah sekitarnya;

3. Smart branding: Membantu pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas 

dalam meningkatkan kunjungan wisata;

4. Smart government: Memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata 

prioritas menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 

secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik;

5. Smart society: Memastikan masyarakat tujuan wisata prioritas dan kawasan 

sekitarnya memiliki kapasitas unggul dan mampu menjadi tuan rumah yang 

baik; dan

6. Smart living: Mendorong situasi kawasan wisata prioritas yang kondusif dan 

nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, melalui penyediaan transportasi, 

logistik yang tentram, aman, dan ramah

Sedangkan itu untuk mengembangkan smart village guna membangun desa dan 

kawasan yang cerdas, ada enam hal yang dilakukan, yaitu:

1. Branding desa: Mengembangkan brand desa sebagai motivasi dengan 

menciptakan potensi lokal berkelas global; 2. Hunian sehat: Terwujudnya hunian yang sehat untuk menghasilkan keluarga 

yang bahagia, sehat, dan cerdas;

3. Lingkungan sehat: Membangun tata lingkungan desa dan kawasan yang 

cerdas dan dikelola dengan baik dalam harmoni, merubah bencana menjadi 

manfaat;

4. Pemerintah desa cerdas: Membangun sistem penyelenggara administrasi 

pemerintahan yang cerdas;

5. Masyarakat cerdas: Pengembangan tata kemasyarakatan yang harmonis, 

cerdas, guyub, bahagia; dan

6. Ekonomi cerdas: Tata ekonomi masyarakat desa yang tangguh, cerdas, dan 

sejahtera. Mengembangkan tatanan ekonomi yang kemasyarakat dan badan 

usaha yang tangguh.

Pembangunan pariwisata di Tapanuli Utara memerlukan upaya bersama 

dalam pengembangannya, bersinergi menjadi kunci utama dalam pengembangan 

sektor dibidang pariwisata. Melibatkan banyak pihak dalam pengembangan 

bidang kepariwisataan, tentu akan mendapatkan capaian yang lebih maksimal.

Peningkatan sektor pariwisata di Kabupaten Tapanuli Utara sejauh ini masih 

memerlukan banyak pembenahan. Terutama tempat-tempat yang menjadi 

unggulan sektor pariwisata. Seperti Kawasan Salib Kasih di Kecamatan Siatas 

Barita, Makam Munson-Lyman di Kecamatan Adianktoing, Huta Ginjang 

Kecamatan Muara. Objek-objek wisata di Tapanuli Utara tidak populer atau kalah 

populer karena pengembangan industri pariwisata daerah selama ini salah arah 

atau tak dibekali peta jalan (road map) yang jelas dan bernas. Kondisi itu terjadi 

karena pemerintah tidak memiliki kemauan politik (political will) yang kuat untuk 

memajukan industri pariwisata daerah, walaupun menyadari bahwa pariwisata 

sebagai sektor yang strategis.

Pembangunan kepariwisataan mencakup 4 pilar pembangunan 

kepariwisataan yakni: (1) destinasi; (2) pemasaran; (3) industri, dan (4) 

kelembagaan. Keempat pilar tersebut merupakan upaya perwujudan azas pembangunan dengan memerhatikan keanekaragaman, keunikan dan kekhasan 

budaya dan alam, serta kebutuhan manusia untuk berwisata. Pengembangan 

pariwisata harus dilihat dalam satu kesatuan upaya untuk memajukan pariwisata. 

Keempat pilar tak dapat berdiri sendiri-sendiri karena satu dan lainnya saling 

berpengaruh. Aspek kelembagaan dapat memengaruhi semua aspek lain. 

Pengembangan destinasi dan industri tentu akan berpengaruh terhadap pencapaian 

tujuan pemasaran. Dalam hal ini pembangunan pariwisata diharapkan dapat: (1) 

Menjadikannya sebagai destinasi wisata nasional/internasional yang 

berkelanjutan; (2) Meningkatkan posisi Tapanuli Utara di pasar nasional dan 

internasional sehingga jumlah kunjungan akan meningkat; (3) Memberikan 

kesempatan bagi industri kepariwisataan sebagai penopang aktivitas wisata untuk 

berkembang menjadi industri yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi 

bagi pengusaha/pemilik usaha, tetapi juga bagi pekerja dan masyarakat luas; dan 

dari ketiga hal tersebut (4) Menumbuhkembangkan suatu sistem kelembagaan 

yang ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten melalui regulasi yang 

ditegakkan secara efektif. Keempat pilar tersebut mempunyai keterkaitan satu 

sama lain yang tak terpisahkan. Pada tingkat nasional, pemerintah masih memakai 

jumlah kunjungan sebagai sasaran untuk mewakili tolok ukur keberhasilan. 

Meskipun demikian jumlah kunjungan tersebut tergantung kepada bukan hanya 

keberhasilan pemasaran (promosi) melainkan juga keberhasilan upaya 

pengembangan destinasi, industri, serta kelembagaannya (manusia, aturan, dan 

organisasinya). Untuk mencapai tujuan pembangunan kepariwisataan, keempat 

pilar harus dikembangkan secara terpadu. Meski sampai dengan saat ini jumlah 

wisatawan masih menjadi ukuran keberhasilan, perlu disadari bahwa keberhasilan 

pemasaran selain tergantung kepada program pemasarannya sendiri, akan sangat 

tergantung kepada keberhasilan pengembangan program lain yang menyangkut 

aspek-aspek yang disebutkan di atas. Identifikasi pariwisata Kabupaten Tapanuli 

Utara tergambarkan oleh masalah pokok, yakni “belum maksimalnya pengelolaan 

daya tarik wisata dan objek wisata” dengan tiga masalah utama yaitu pertama 

“sarana dan prasarana pariwisata kurang memadai” yang berakar kepada “belum 

disusunnya masterplan kawasan wisata yang komprehensif dan kurangnya DED kawasan wisata yang komprehensif”. Kedua “promosi dan pemasaran objek dan 

daya tarik wisata yang kurang” yang berakar kepada “kurangnya dukungan 

penggunaan dan pemanfaatan IT dan keterbatasan media pemasaran dan atau 

promosi pariwisata yang efektif”. Ketiga “Pelaku ekonomi kreatif kurang 

berkembang” yang berakar kepada “kurangnya pembinaan dan kualitas sdm 

ekonomi kreatif.”

Untuk mendapatkan dan mengubah mindset pariwisata Tapanuli Utara, 

Dinas Pariwisata Taput kini sudah memiliki Rencana Pengembangan Pariwisata, 

meliputi destinasi wisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan 

kelembagaan pariwisata. informasi pariwisata harus bagus dan didesain lebih 

menarik pengunjung dan komunikasi juga harus memikat. Untuk itu dibutuhkan

kesepakatan dari para penggiat, pelaku usaha dan pengelola hotel untuk kita 

bernaung di satu wadah agar lebih fokus untuk mengembangkan potensi wisata, 

Untuk event kedepan, untuk membangun ini semua butuh pondasi yang kuat 

untuk melakukannya. Sebab Pemerintah Kabupaten tidak bisa sendiri membangun 

pariwisata, kita butuh kerjasama dengan para penggiat wisata yang ada. Potensi 

wisata Tapanuli Utara, harus bisa menarik maupun mencuri hati pengunjung dari 

Sabang sampai Merauke. Cara lain untuk mengembangan wisata adalah dengan 

mengadakan kegiatan serta hiburan di bidang budaya, seperti adanya kegiatan tortor, pameran ulos fashion week (penenun, photografi dan model) yang 

mencerminkan budaya. Untuk itu pencanangan ”Jumat Bersih’ setiap minggunya 

merupakan salah satu program penting untuk menjadikan Tapanuli Utara sebagai 

daerah wisata. Namun Nikson pernah menyadari, kalau masih ada kekurangan 

dalam pencapaian programnya, maka dari itu dengan dukungan stakeholder baik 

dari elemen masyarakat, dunia industri, Pendidikan, pemerintahan pusat, daerah, 

desa serta dukungan insan pers untuk mewujudkan Tapanuli Utara sejahtera 

sesuai impian Bersama. Adapun Target Capaian PAD yang dihasilkan di sektor 

Pariwisata Tapanuli Utara tahun 2021 adalah sebesar Rp.400.000.000,- dengan 

realisasi 316.684.000, sebesar 79%. Tahun 2022 sebesar Rp.600.000.000,- dengan realisasi Rp.318.151.000,-, sebesar 53 %. Tahun 2023 Rp.615.000.000,-, dengan 

realisasi Rp.122.811.000,- sebesar 20%.

Infrastruktur

Pembangunan di infrastruktur bidang jalan dan jembatan merupakan 

salah satu prioritas utama di masa Pemerintahan Bupati Tapanuli Utara, bapak 

Drs. Nikson Nababan M.Si sejak tahun 2014 sebagaimana tertuang dalam Misi ke 

VI, yaitu Meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dengan mengacu 

pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian 

lingkungan hidup. Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dicapai dengan 

cara:

Peningkatan jalan lapen menjadi hotmix

Pemakaian batu stone crusher (batu hasil pecah mesin) untuk material lapen

Pelebaran jalan menggunakan excavator

Peningkatan jalan kondisi tanah dengan perkerasan telford atau cor beton

Pembangunan jalan interkoneksi menuju kawasan yg belum terakses roda 4 

seperti Jalan Pantis -Soporaru - Sigotom, Jalan Simangumban - Muara 

Tolang, Jalan Onan Sabtu - Sibudil, Jalan Menuju Pasir Nauli, Jalan Menuju 

Sibargot, Jalan Parinsoran - Pangorian , Jalan Menuju Hutatua, Jalan 

Parmonangan - Hajoran, dan lain sebagainya.

Tujuan pembangunan infrastruktur jalan ini adalah untuk memperlancar 

arus lalu lintas, pengangkutan orang dan barang, mempermudah akses menuju 

kawasan pertanian, membangun akses dari daerah pinggiran (desa) menuju kota 

untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat (desa kuat maka kota 

akan maju), dan infrastruktur jalan sebagai alat menyatukan masyarakat.

Sejak tahun 2014 s/d 2021 telah dicapai pembangunan dalam bidang 

infrastruktur jalan sebagai berikut : Hotmix 324,53 km, Lapen 339,33 km, Telford 

70,59 km, Coor/Rabat Beton 18,972 km Sedangkan pada TA 2022 ini diprogramkan pembangunan bidang jalan sebagai 

berikut:

No.

Jenis Penanganan

Panjang (meter)

1

Hotmix

40.368,30

2

Lapen

25.543,50

3

Telford

8.022,50

4

Saluran semen jalan

1.178,10

5

Coor beton/rabat

3.478,14

6

Gorong-gorong/box culvert 57,60

7

Dyk/tembok penahan

246,90

Untuk Infrastruktur jembatan sendiri Pemerintah Kabupaten Tapanuli 

Utara secara bertahap membangun jembatan dengan konstruksi jembatan plat 

beton bertulang, jembatan gantung/rambing dan jembatan gelagar/plat baja. Total 

Jembatan Kabupaten Tapanuli Utara adalah 111 Unit dengan tota panjang 1.351 

meter yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Terhitung sejak 

tahun 2014 s/d 2021 terdapat 92 Unit Jembatan baik yang dibangun/diganti 

maupun jembatan yang dipelihara/direhabilitasi yang pelaksanaannya melalui 

pihak ketiga ataupun kerjasama dengan TNI.

Untuk tahun anggaran 2022 yang sedang berjalan ini, sedang berlangsung 

pembangunan jembatan sebanyak 8 unit dengan rincian:

 Jembatan Gantung 1 Unit yaitu Jembatan Gantung Ir. Soekarno Desa 

Sigurunggurung Kecamatan Pahae Jae, pada kegiatan Karya Bhakti TNI tahun 

2022;

 Jembatan Plat Beton sebanyak 5 Unit yaitu,

 Jembatan Aek Barebe Kecamatan Purbatua,

 Jembatan Aek Dahasan Kec. Pahae Julu,

 Jembatan Aek Sitapaian Kec. Adiankoting,

 Jembatan Aek Lobu Kec. Sipahutar,

 Jembatan pada Jalan Silando Kec. Muara

 Jembatan Gelagar/Lantai Baja 2 Unit yaitu Jembatan Aek Singgolom 

Kecamatan Garoga dan Jembatan Situmeang Habinsaran Kec. Sipoholon Dikatakan ada 2 ‘trigger’ lain selain pendirian Untara dalam 

memajukan daerah Tapanuli Raya, yaitu melalui Peningkatan Pembangunan Jalan 

dari Danau Toba menuju ke Pantai Barat Sibolga-Tapanuli Tengah sehingga 

menambah ‘longstay’ spara wisatawan sebagai rangkaian kunjungan wisata mulai 

dari Danau Toba, lanjut ke Sibolga dan Tapanuli Tengah hingga Pulau Nias.

Trigger selanjutnya adalah pembukaan jalan sebagai konektifitas 

menuju Kuala Tanjung – Sei Semangke sebagai kawasan ekonomi khusus, 

sehingga memangkas waktu dan biaya pengiriman berbagai komoditi dari 

Tapanuli dan sekitarnya.

Sejak awal kepemimpinannya sebagai Bupati Taput, Nikson Nababan 

selalu berprinsip bahwa desa kuat, kota maju, maka Indonesia berdikari. Ia jsangat 

berharap dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara 

menghilangkan sifat ke egoan pribadi sehingga multiefek daripada Untara yang di 

utarakannya itu dapat terlaksana untuk mewujudkan generasi penerus yang lebih 

baik dan sejahtera.

PDAM Mual Natio

Persoalan yang sangat diresahkan oleh masyarakat di Kabupaten 

Tapanuli Utara adalah masalah tersediaan air minum, hampir setiap hari banyak

masyarakat mengeluh langkanya ketersediaan sarana air bersih dan kurang. Bupati 

Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si hadiri Ground Breaking bangunan 

Instalasi Pengolahan Air (IPA) sistem penyediaan air minum (SPAM) IKK 

Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, bertempat di Lokasi IPA, Kelurahan 

Situmeang Habinsaran Kec. Sipoholon. Adapun pembangunan pembangunan IPA 

serta jaringan pipa distribusi ini merupakan wujud perjuangan Panjang yang 

dilakukan oleh Bupati Taput Nikson Nababan dan didukung oleh anggota DPR RI 

Sukur Nababan. Dan sangat diharapakan doa dan dukungan dari warga Taput 

kiranya dapat diselesaikan pada bulan Juni tahun 2023. Dalam kesempatan 

tersebut Bupati Nikson Nababan dalam arahannya menyampaikan bahwa pada 

tanggal 27 Januari 2023 Pemkab Taput meraih penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Standard Pelayanan Publik (Zona Hijau) ketegori Pemerintahan Daerah 

dengan nilai 79,85 oleh Ombudsman Republik Indonesia. “Pencapaian kita akan 

Pelayanan Publik harus bisa mencapai 99 persen. Pada kesempatan ini juga saya 

berharap kepada kita semua agar pelayanan kita makin ditingkatkan karena akan 

berpengaruh terhadap nilai Pemkab Taput, agar Dana Insentif kita bisa bertambah 

dari pusat demi kemajuan pembangunan di Taput. Untuk itu mari kita sama-sama 

bekerja keras,” ujar Bupati mengawali. “Sejak saya dilantik menjadi Bupati, saya 

sudah tahu apa yang harus saya kerjakan untuk Kabupaten Tapanuli Utara, tidak 

bisa semua saja kerjakan seperti membalikkan telapak tangan, sampai saat ini 

sudah beberapa pekerjaan berhasil dituntaskan dengan kerjakeras dan Kerjasama 

kita. Saya berharap kepada masyarakat Tapanuli Utara secara khusus kecamatan 

Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita, agar pembangunan IPA SPAM ini dibantu, 

dipercepat, jangan ada yang mempersulit, karena ini untuk kita Bersama. Ketika 

kebutuhan air dan pengguna air bertambah tentu akan menjadi sumber PAD 

(Pendapatan Asli Daerah) kita. Saya bersyukur tahun ke tahun PAD Pemkab 

Taput meningkat, dan ini menjadi pembahasan kami Bersama para kepala daerah 

di acara Penghargaan oleh Ombudsman kemarin di Medan. Teman-teman kepala 

daerah mengapresiasi dan salut atas pencapaian Pemkab Taput tersebut. Dan hal 

itu terjadi karena kedisiplinan kita, pembayaran online, tertib pajak dan lainnya 

termasuk investasi dan yang masuk. Dan ini sangat berpengaruh terhadap 

pertumbuhan ekonomi kita.”ujar Bupati menambahi. “Kita sudah melakukan 

segala upaya agar air baku bisa masuk, kita juga berterima kasih kepada 

Pemerintah Pusat, kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Menteri PUPR, Kepala 

Balai dan Anggota DPR RI Putra Daerah Taput Sukur Nababan yang selalu 

memberikan dukungan untuk percepatan pembangunan Tapanuli Utara. Saya 

harap pembangunan IPA SPAM ini berjalan lancar tanpa kendala, dan turut kerja 

sama dengan Forkopimda Taput. Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, 

M,Si memohon kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara agar mendukung 

percepatan pembangunan ini. Dan paling lambat bulan Juni tahun 2023 

pembangunan ini bisa selesai sehingga ketiga kecamatan ini tidak lagi krisis air 

minum. Kesehatan

Di Bidang Kesehatan, Drs.Nikson Nababan, M.Si mengatakan bahwa 

prioritas yang paling utama adalah penanganan kesehatan. Pada awal

kepemimpinan Drs.Nikson Nababan,M.Si bahwa Rumah Sakit Umum (RSU) 

Tarutung belum terakreditasi oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit), juga 

belum menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum 

Daerah (BLUD). Selain itu, Pembayaran Gaji Honor Pegawai RSUD Tarutung 

juga tidak dapat dibayarkan secara rutin setiap bulannya dan dokter spesialis juga 

hanya 7 (tujuh) jenis pelayanan bagi pasien karena saat itu RSU Tarutung 

mengalami defisit keuangan ditandai dengan adanya hutang kepada pihak ketiga, 

sehingga pembayaran jasa dokter dan perawat yang melayani menjadi terkendala 

pembayarannya. Di benaknya terpikir banyak hal untuk rumah sakit ini’ karena 

rumah sakit tersebut salah satu prioritas dalam pelayanan kesehatan bagi 

masyarakat sakit di Kabupaten Tapanuli Utara.

Adapaun langkah-langkah dan tindakan untuk meningkatan kualitas 

pelayanan rumah sakit kebanggan masyarakat Tapanuli Utara tersebut dengan 

menambah tenaga dokter spesialis dari 18 orang ditambah jadi 34 dokter spesialis 

hingga tahun 2021, dan pada tahun 2017 Rumah Sakit Umum Tarutung pun lulus 

paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Predikat 

Paripuma (Bintang 5). Tahun 2022 pun RSU Tarutung tetap meraih akreditasi 

dengan Predikat Paripurna Bintang Lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit 

(KARS). RSU Tarutung juga terus berbenah, khususnya untuk Sarana Prasarana, 

diantaranya Ruangan CT Scan dan Pembangunan Gedung Haemodialisa (ruangan 

instalasicuci darah) dengan nama K. K Tertius Simamora, dilengkapi sebanyak 32 

unit dan menjadikan RSUD Tarutung sebagai pusat pasien cuci darah. Untuk 

pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), RSUD Tarutung juga 

telah melibatkan Pihak Ketiga sesuai Standar Kesehatan. Selama masa pandemi, 

RSU Tarutung juga dijadikan sebagai rumah sakit rujukan, untuk penanganan 

pasien Covid-19. RSU Tarutung membangun Ruang ICU beserta peralatannya 

dengan kapasitas 7 (tujuh) tempat tidur dan Ruang Perawatan Pasien dengan

[19/6 19.19] ikkoromilumbangaol: kapasitas 25 tempat tidur dengan ruang bertekanan Negatif. Pembangunan Ruang 

ICU bagi pasien Covid-19, Ruang Perawatan Covid-19 dan Ruang Operasi 

Khusus Pasien Covid-19 dengan jumlah Anggaran sebesar Rp.2,1 M lengkap 

dengan Laboratorium untuk test PCR. Selain peningkatan pelayanan RSU 

Tarutung, Nikson Nababan juga melakukan programnya dengan menjadikan 21 

Puskesmas di 15 Kecamanatn melayani 24 Jam dan 7 Puskesmas menyediakan 

Rawat Inap. Menggelontorkan dana sebesar Rp.300 Juta/tahun untuk subsidi 

rawatan di RSU bagi masyarakat miskin yang tidak mendapat kepesertaan JKN.

Bahkan, melalui programnya membuat Rumah Singgah untuk melayani 

pasien gangguan jiwa (bebas pasung) yang dilayani dokter spesialis di wilayah 

Kecamatan Pangaribuan, beberapa dinas kesehatan dari kabupaten tetangga pun 

datang untuk belajar kepada Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya kepada Bupati 

Nikson Nababan. Ia juga membuat program pembinaan pelayanan kesehatan bagi 

usia lanjut melalui senam dan pemberian makanan tambahan dan kontrol 

kesehatan, serta pemberian insentif bagi gtenaga kesehatan di fasilitas pelayanan 

kesehatan kawasan terpencil dan sangat terpencil. Namun yang paling diutamakan 

Nikson Nababan adalah agar tenaga kesehatan di puskesmas dan bidan desa 

memastikan masyarakat miskin mendapat pelayanan dan fasilitas kesehatan.

Pemerintahan Desa

Program pembangunan mengalami keterlambatan akibat ada kebijakan 

refocusing APBD. Termasuk pembangunan infrastruktur di pedesaan. Oleh 

karena itu Drs. Nikson Nababan, M.Si pada tahun 2023 ini berupaya untuk 

meningkatkan perkonomian masyarakat dan membuat gebrakan-gebrakan seperti 

melobi bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga laju 

pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Utara meningkat. Beliau juga maklum atas

penundaan pembangunan infrastruktur dan sektor lain karena pembatasan 

anggaran dipergunakan untuk pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. 

percepatan pembangunan dapat terlaksana apabila terjadi sinergi dan kolaborasi 

antara APBD dengan Dana Desa. Bapak Bupati juga selalu berupaya keras untuk mendapatkan dana dari Pemerintah Pusat. Pembangunan ini dapat tetap berlanjut 

apabila kita laksanakan dengan konsep gotong royong.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sudah 2 (dua) 

kali melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang 

diselenggarakan pada hari Kamis, 15 Juni 2023, di 96 Tempat Pemungutan Suara 

(TPS) dari 42 desa di 13 Kecamatan berlangsung dengan lancar dan aman.

"Sesuai instruksi Bapak Bupati, dalam melaksanakan seluruh tahapan 

Pilkades ini Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkoordinasi penuh dengan 

Polres Taput dan Kodim 0210/TU serta seluruh pihak terkait demi kelancaran 

pesta demokrasi Pilkades sekarang.

"Telah dilakukan pemungutan suara dalam pemilihan pilkades yang 

terlaksana dengan baik dan kondusif. Seluruh kotak suara sudah diamankan di 

aula mini kantor Bupati. Kita masih menunggu proses tahapan selanjutnya, 

sementara hasil pemungutan perolehan suara masih masih dalam proses 

rekapitulasi suara di kantor PMD." "Semoga seluruh tahapan pilkades ini berjalan 

lancar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan hingga tahapan terakhir, 

yaitu hingga penetapan pengesahan dan pengangkatan kepala desa terpilih serta 

pelantikan kepala desa terpilih oleh Bupati Tapanuli Utara.

Pelaksanaan pilkades serentak diikuti oleh 115 Cakades dari 42 desa 

dari 13 Kecamatan. Terdapat 26 Cakades incumben dan Kecamatan yang tidak 

ikut pilkades yakni Kecamatan Purba Tua dan Pahae Julu.

Kelembagaan

Dalam mendukung 10 Program Pokok PKK, PKK Kabupaten Tapanuli 

Utara telah melakukan pembinaan dan penataan PKK sampai tingkat desa. Untuk 

mendukung program dimaksud, PKK Kabupaten Tapanuli Utara melakukan 

perlombaan tingkat desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Sedangkan untuk 

program bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM), Bupati Taput juga 

memberikan bantuan alat seperti, beko,cangkul,parang dan juga sembako kepada 

masyarakat agar lebih bersemangat melakukannya Sedangkan untuk program bidang Internet Desa, Nikson Nababan juga 

tetap berupaya ditengah keterbatasan APBD menyediakan internet sampai ke desa 

terpencil dengan menggandeng berbagai pihak dalam penyediaan internet , antara 

lain Telkomsat, dan dana CSR manupun Kementerian Kominfo. Pemerintah 

Kabupaten Tapanuli Utara juga telah mengaplikasikan Data Desa Presisi di Desa 

Sibandang, Kecamatan Muara pada tahun 2020. Untuk semua desa lainnya akan 

mengaplikasikan Data Desa Presisi, sesuai dengan Peraturan Bupati Tapanuli 

Utara Nomor 06 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penggunaan Dana Desa Tahun 

2021. Bupati Nikson Nababan juga menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 58 

Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penyusunan Standar Pelayanan Publik. Ini 

bertujuan untuk memberikan kepastian, meningkatkan kualitas dan kinerja 

pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kemampuan 

penyelenggara pelayanan publik sehingga mendapatkan kepercayan masyarakat.

Koperasi dan UKM

Untuk bidang koperasi dan UMKM, Bupati Nikson Nababan juga 

melakukan berbagai programnya dengan menggandeng dan memberdayakan 

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara 

dengan melakukan beberapa gebrakan yang gemilang dalam mengembangkan 

Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti industri kerajinan untuk menyokong 

pembangunan seperti memproduksi makanan ringan yang dikemas dengan apik 

dengan merk “Kriuk Ta” dan produk “Sira Bumbu”, untuk bumbu dapur dalam 

kemasan. Terobosan lain yang dilakukan dalam mengenalkan Tapanuli Utara 

hingga ke dunia internasional, yakni dengan mengikutsertakan produk ulos yang 

dimodifikasi dengan melibatkan designer terkenal. Kreatifitas produk ini telah 

ditampilkan pada pagelaran Asian Model Festival, Indonesian Fashion Week dan 

Jakarta Fashion Week. Tidak dapat dipungkiri, strategi ini tentunya didorong oleh 

niat untuk mengembangkan daerah yang penduduknya di beberapa desa yang 

masih bergelut dengan kerajinan Tenun Ulos sebagai mata pencaharian pokok. 

Namun demikian, tentunya tidak semudah yang dibayangkan, perlu keseriusan 

dan kesinambungan pembangunan untuk mencapai hasil yang maksimal. Bahkan sejak awal kepeminpinannya, Drs.Nikson Nababan, M.Si sudah 

menelorkan sebanyak tujuh fasilitas untuk bidang ini, yaitu memfasilitasi 

pendaftaran hak merek bagi usaha mikro dan usaha kecil, memfasilitasi akte 

notaris bagi kelompok UMKM. Selain itu, melakukan pelatihan peningkatan 

kualitas desain kemasan produk, pengadaan benang tenun, memfasilitasi izin halal 

dan izin BPOM, pemberian stimulus penguatan modal bagi koperasi, serta 

pemberdayaan UMKM (penjahit) dalam pembuatan masker ulos dan 

pemanfaataan ulos sebagai bahan fashion.

Pertanian dan Perkebunan

Di Bidang Pertanian, Drs.Nikson Nababan, M.Si terus melakukan 

terobosan pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara, tak terkecuali bidang 

pertanian yang menjadi DNA Kabupaten Tapanuli Utara. Di bidang ini, dari tahun 

2014, sejak periode pertama kepeminpinanya sampai tahun ini, Dinas Pertanian 

Kabupaten Tapanuli Utara telah berhasil membuka lahan pertanian melalui 

program peningkatan produksi hasil pertanian dengan pemberian benih dan bibit 

unggul kepada masyarakat dan program peningkatan IP 2 (Intensitas Pertanaman 

Padi Sawah). Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas 

Pertanian juga telah memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada 

masyarakat melalui kelompok tani, serta melakukan pengolahan lahan pertanian 

milik warga secara gratis. Nikson juga membuat program melakukan pelatihan 

dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan 

menumbuh kembangkan kewirausahaan pertanian serta melakukan subsidi harga 

untuk 3 jenis harga pertanian seperti Cabai Merah, Bawang Merah dan Gabah jika 

terjadi harga komoditi dibawah nilai usaha tani, serta membuat program 

pemberian pupuk bersubsidi dengan sistem bayar pasca panen membuat 

masyarakat menjadi bersemangat bertani karena sudah terbantu dalam 

permodalan, dalam hal ini pupuk untuk keperluan pertaniannya.

Kabupaten Tapanuli Utara peluang pertaniannya sangatlah mendukung 

untuk dikembangkan, mulai pengembangan tanaman pangan dan holtikultura. Perkebunan juga sangat baik untuk dikembangkan yang mempunyai potensi yang 

baik ditinjau dari segi lahan yang tersedia serta iklim yang sesuai dengan komoditi 

yang akan dikembangkan. Untuk itulah Nikson Nababan membuat program 

pembukaan jalan usaha tani,pembangunan irigasi air tanah dalam/dangkal, 

embung dan dam parit, serta melakukan inseminasi ternak kerbau. Pada umumnya 

usaha perkebunan di Kabupaten Tapanuli Utara belum terdapat yang diusahakan 

oleh perusahaan, namun demikian dimasa yang akan datang diharapkan usaha 

perkebunan rakyat semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dengan 

bertambahnya luas areal tanaman yang diusahakan dan meningkatnya hasil 

produksi komoditi perkebunan seperti Tembakau di daerah Kecamatan Pagaran 

dan Siborongborong. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga terus melakukan 

pengembangan peternakan karena potensinya sangat lanyak untuk dikembangkan 

karena lahan padang penggembalaan masih banyak tersebar luas di seluruh 

kecamatan, dan yang lebih dominan luasnya adalah di Kecamatan Sipahutar, 

Siborong-borong, dan Garoga. Jenis ternak yang dikembangkan adalah 

babi,kerbau,ayam dan itik. Namun demikian, masih banyak tantangan untuk 

mensukseskan program tersebut, mulai dari alsintan yang masih terbatas, 

pemasaran hasil produksi pertanian yang masih belum stabil dan pengadaan 

benih, dan bibit unggul yang terus menerus. Tentu, inilah yang akan dilakukan 

Nikson Nababan untuk membangun Tapanuli Utara yang berkelanjutan.

Nikson menjelaskan bahwa program prioritas pertanian yang sudah 

dilaksanakan seperti pembangunan prasarana jalan, jembatan, irigasi, pengolahan 

lahan gratis, jaminan harga sampai distribusi pupuk bersubsidi. Dampaknya di 

masa pandemi covid-19 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara 

termasuk yang tertinggi di Sumatra Utara karena kontribusi sektor pertanian. 

"Untuk mendukung visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lumbung 

pangan, dengan keterbatasan APBD maka sangat diharapkan dukungan 

pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian dalam hal pembukaan lahan 

pertanian yang belum produktif atau lahan tidur untuk dikembangkan dengan 

komoditas unggulan. Hal itu membutuhkan mekanisasi terutama traktor mini dan

 traktor besar, serta ketersediaan benih tanaman pangan, hortikultura, perkebunan 

dan peternakan,"

Dalam mewujudkan dan menyatakan pada dunia luar, kalau bukan 

hanya dengan mencetuskan ide ide dan pemikiran yang terus ditunjukkan 

Drs.Nikson Nababan, M.Si namun peran besar daripada stakeholder, baik itu 

media cetak dan elektronik juga dibina kemitraan, hal ini agar apa hasil 

pencapaian program terbaik yang sudah dilakukan selama kepemimpinannya di 

Tapanuli Utara bisa tertuang dalam pemberitaan dan dibaca oleh publik. Menjadi 

seorang pemimpin dapat memberikan dorongan, semangat serta inspirasi yang 

baik dan dihormati banyak orang. Seorang pemimpin yang baik juga bukan 

seorang yang memerintah, namun memberikan contoh dan melakukannya 

bersama dengan orang yang dipimpin.

Di sisa masa jabatan, Drs.Nikson Nababan, M.Si menyatakan tetap 

berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. “Saya 

mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan mohon maaf apabila 

masih ada kekurangan selama memimpin Tapanuli Utara.” Panji Simanungkalit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar