res

Tukang Becak Kena Prank Sedekah, Pengendara Mobil Beri Amplop Tebal Isi Koran - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bank Indonesia 5 Juli 2024

Breaking

25 Agustus 2023

Tukang Becak Kena Prank Sedekah, Pengendara Mobil Beri Amplop Tebal Isi Koran


SOLO – Cakrawalaonline, Seorang tukang becak, Tukiman (72) menjadi korban prank sedekah palsu oleh dua orang yang menaiki mobil di depan Puskesmas Gajahan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah. Aksi prank sedekah palsu dialami warga Gemolong, Kabupaten Sragen itu pada Minggu (20/8/2023) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Tukiman yang sudah tertidur pulas di becaknya tiba-tiba dibangunkan oleh dua orang laki-laki dan perempuan. Mereka memberikan sedekah kepada Tukiman sebuah amplop putih. Mereka juga mengatakan kepada Tukiman bahwa amplop putih yang mereka berikan sedekah dari orangtuanya.


"Kejadiannya malam Minggu. Kalau tidak salah pukul 24.00 WIB, ya pukul 01.00 WIB. Ini sedekah saya, sedekah ibu saya. Perempuan dan laki-laki yang memberi amplop," kata Tukiman ditemui Kompas.com di depan Puskesmas Gajahan, Serengan, Solo, Kamis (24/8/2023). "Saya tidur dibangunkan. Ini sedekah saya, sedekah ibu saya. Bilangnya seperti itu saat beri amplop," sambung pria yang sudah 30 tahun mengkal di depan Puskesmas Gajahan. Tidak ada rasa curiga dalam diri Tukiman. Justru, ayah satu anak ini merasa gugup dan gemetar karena melihat amplop yang diberikan kedua orang itu terlihat tebal. Tukiman juga mengaku belum pernah membawa uang banyak dalam amplop. Sehingga bingung ketika menerima amplop putih dari orang tersebut. "Kulo pun deg-degan (saya sudah deg-degan), soalnya banyak bingung mau buat apa. Kebanyakan isinya," ungkap Tukiman.

"Saya terus terang memang belum pernah pegang uang banyak. Saya saja buat makan saja uangnya pas-pasan apalagi dikasih uang banyak," tambah dia. Tukiman kemudian membuka amplop putih yang diberikan orang bermobil tersebut. Betapa terkejutnya Tukiman setelah melihat isi dalam amplop tersebut berupa potongan kertas koran. "Saya buka amplopnya isinya kertas koran dipotong-potong. Pas saya buka amplop itu orangnya sudah pergi," terang dia. Tukiman mengaku, kejadian yang dialaminya merupakan yang kedua kali. Sebelumnya, Tukiman pernah terkena aksi prank sebuah amplop berisi potongan kertas koran.

"Dulu juga pernah kena prank dikasih amplop orang laki-laki dan perempuan. Kejadiannya juga malam-malam. Saya pas tidur di becak dibangunkan," ungkap dia. Dikatakan Tukiman, menarik becak adalah pekerjaan sehari-harinya. Penghasilan yang diperolah saat menarik becak tidak menentu. Padahal, dirinya harus mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga di rumah. "Kadang dapat Rp 10.000, kadang Rp 50.000. Kadang tidak pernah. Jadi tidak mesti (hasilnya)," jelas dia. Cl – sumber : Kompas.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar