res

Blora Geger! Pengasuh Ponpes Lakukan Pelecehan Kepada Sejumlah Santri, Begini Kronologinya - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bank Indonesia 5 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Polres Lahat Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Musi 2024

20 September 2023

Blora Geger! Pengasuh Ponpes Lakukan Pelecehan Kepada Sejumlah Santri, Begini Kronologinya


BLORA – Cakrawalaonline, Warga Blora digegerkan adanya oknum pengasuh Pesantren yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada santri. Diperkirakan korbannya lebih dari Satu santri. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan aparat kepolisian.

Dikutip dari Opini Publik, kejadian itu sudah berlangsung selama 1,5 tahun dengan Empat lokasi yang berbeda. Satu di rumah terduga pelaku (MRM), Kedua di rumah panggung untuk tempat mengaji, Tiga di masjid dan Keempat di Gedung NU Mlangsen Blora.

Orang Tua Korban (JS) membeberkan, menurut keterangan anaknya dugaan pelecehan yang dilakukan pelaku macam-macam bentuknya.

“Kalau bilang ke saya, anak saya diminta mengulum alat kelamin Abah, mengocok, menjepit, wis pokoknya, gak tau lah semuanya, banyak,” jelas JS.

JS sebagai orang tua, memiliki motivasi untuk memondokkan anaknya agar pintar mengaji dan berpendidikan.

“Itu pondok pesantren Hafidz Qur’an, sehingga saya tergoda untuk menyekolahkan anak saya disitu,” jelasnya.

Sementara itu, ayah korban berharap pelaku dihukum berat. Sebab, Pelecehan seksual yang dilakukan terduga pelaku terhadap para korbannya sudah tidak terhitung berapa kali. Bahkan Seminggu bisa sampai 3-4 kali.

“Menurut cerita anak saya ada Tiga korban,” terangnya.

“Alasan mengapa si anak tidak menceritakan sejak dini, karena takut sama orang tua. Abahnya bilang agar korban jangan bilang siapa-siapa termasuk orang tuanya. Dan korban tidak mau mengatakan karena katanya gurunya biar dapat barokah atau surga,” ujar JS menirukan pengakuan anaknya.

Sebagai orang tua, JS tentu tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Dirinya menuntut keadilan agar pelaku diproses secara hukum dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Apalagi pelakunya adalah pengasuh Ponpes dan guru korban yang seharusnya melindungi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku yang juga pengasuh pesantren di wilayah Kabupaten Blora belum juga memberikan tanggapan kepada wartawan. Cl – Sumber : Blora News

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar