res

Janji Ekonomi Cak Imin, Gibran, Mahfud, Siapa yang Paling Menjanjikan? - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 78,1 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Sebanyak 91 Atlit POPDA Jateng 2024 Dilepas Bupati Pemalang

23 Desember 2023

Janji Ekonomi Cak Imin, Gibran, Mahfud, Siapa yang Paling Menjanjikan?

 

Jakarta – Cakrawalaonline, Para calon presiden yang akan bertempur dalam Pemilihan Presiden 2024 bertarung mati-matian demi menarik simpati rakyat supaya mau memilih mereka dalam Debat Cawapres yang digelar Jumat (22/12) malam.
Sejumlah angin surga mereka hembuskan demi menarik dukungan masyarakat. Urut dari calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar misalnya.

Dalam sebab semalam ada sejumlah janji manis yang ia tebar ke masyarakat, antara lain; bakal gelontorkan Rp150 triliun untuk membantu kaum muda membuka usaha, menyiram desa dengan bantuan Rp5 miliar per tahun, memajaki 100 orang terkaya di Indonesia dan menurunkan kewajiban negara itu untuk rakyat menengah ke bawah dan membangun 40 kota selevel Jakarta.

Cak Imin, sapaan akrabnya, juga berjanji menghadirkan pendidikan murah dengan membebaskan pajak infrastruktur dan institusinya, dan membawa ekonomi Indonesia tumbuh stabil di kisaran 5,6 persen.

Untuk calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, ia tetap kukuh menjanjikan program makan siang gratis meski membutuhkan dana sampai Rp400 triliun, menciptakan 19 juta lapangan kerja baru dengan melanjutkan program hilirisasi yang sudah dilaksanakan sang ayahanda Jokowi saat ini.

Gibran juga berjanji untuk menggenjot penerimaan negara dengan membentuk badan baru. Nama lembaga baru itu; Badan Penerimaan Negara.

Badan ini nantinya akan dikomandoi langsung oleh presiden. Ia berharap dengan badan ini, penerimaan negara bisa digenjot habis-habisan supaya hasilnya dapat dimanfaatkan untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.

Sementara untuk calon wakil presiden nomor 3 Mahfud MD, janji yang ia tebar adalah; membabat habis korupsi, kolusi dan nepotisme supaya ekonomi Indonesia bisa terbang ke level 7 persen dan rakyat bisa makin sejahtera.

Mahfud juga berjanji melaksanakan 21 program unggulan; menyediakan 17 juta lapangan kerja, satu desa satu fasilitas kesehatan dan satu tenaga kesehatan, menyediakan 10 juta hunian supaya masyarakat punya bisa punya rumah dengan mudah.

Selanjutnya, melaksanakan program satu keluarga miskin satu sarjana, perempuan maju, buruh naik kelas, kuliah gratis, masjid sejahtera dan pengurus masjid terlindungi, guru ngaji digaji, lansia bahagia anak cucu gembira, petani bangga bertani di laut jaya, nelayan sejahtera, disablitas mandiri berprestasi, satu desa satu mobil, akses internet cepat dan gratis merata, bansos pasti lanjut dengan tepat sasaran dan KTP sakti.

Lalu dari sejumlah janji manis para calon wakil presiden itu, manakah yang bisa jadi kenyataan dan mana juga yang hanya akan berakhir jadi bualan?

Ekonom UI Yusuf Wibisono menyebut dari sejumlah janji yang disampaikan Cak Imin, Gibran dan Mahfud dalam debat semalam, memang ada yang terlalu ambisius dan berpotensi bualan saja. Pasalnya, meskipun mereka membuat program ambisius, tapi tak ada langkah nyata yang dipaparkan untuk mewujudkan janji itu.

Salah satu janji ambisius itu Program Makan Siang Gratis yang ditebar Gibran. Tapi, dari paparan debat yang disampaikan Gibran semalam, Yusuf tidak mengungkap langkah kongkret yang ia dan Prabowo akan lakukan untuk melaksanakan program itu.

Termasuk, soal asal dana Rp400 triliun yang ia sebut akan digunakan untuk membiayai program tersebut. Yusuf mengatakan dana APBN saat ini sangat terbatas.

Untuk APBN 2023 saja misalnya, dari total belanja negara yang ditetapkan Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 tentang Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2022 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023 mencapai Rp3.117 triliun. 

Anggaran belanja itu sudah banyak terkunci untuk banyak keperluan rutin. Antara lain; untuk belanja pegawai Rp442 triliun, pendidikan juga tembus Rp612 triliun, kesehatan Rp172 triliun.

Belanja negara juga sudah banyak tersedot untuk subsidi energi Rp185 triliun, dana perlindungan sosial yang menyentuh Rp476 triliun. 

"Jadi janji cawapres 02 (Gibran) untuk makan siang gratis puluhan juta anak terlihat menjadi tidak kredibel karena mahal dan tidak memiliki kerangka pendanaan yang jelas," katanya kepada CNNIndonesia, Jumat malam.

Ia mengatakan Gibran memang sempat menyampaikan bahwa untuk mendapatkan pendanaan itu, ia dan Prabowo Subianto pasangannya, akan mendirikan Badan Penerimaan Negara.

Tapi kemudian , Gibran ia pandang tidak menyebutkan program yang jelas soal bagaimana akhirnya pembentukan badan baru itu nantinya akan bisa meningkatkan pendapatan negara.

"Padahal capres-cawapres 02 memiliki target yang sangat muluk, bahkan utopis, yaitu target rasio pendapatan negara 23 persen dari PDB. Dengan rasio pendapatan negara saat ini hanya di kisaran 12 persen dari PDB, artinya target capres-cawapres 02 ini setidaknya membutuhkan kenaikan penerimaan perpajakan (tax ratio) hingga kisaran 18-19 persen dari PDB dan penerimaan nonpajak hingga kisaran 4-5 persen dari PDB," katanya.

"Jadi tanpa rencana program reformasi yang jelas, target ini terlalu optimis, tidak realistis," katanya. 

Kritik sama juga ia berikan kepada janji Gibran bakal menciptakan 19 juta lapangan kerja dengan melanjutkan dan memperluas program hilirisasi tambang yang sudah dilaksanakan Jokowi. 

Menurutnya,  menciptakan lapangan 19 juta lapangan kerja dengan hilirisasi tambang dan digital sangat tidak kredibel. Pasalnya, Hilirisasi tambang sangat padat modal.

Tak hanya itu, tenaga kerja yang digunakan pun kebanyakan asing. Pun begitu dengan sektor digital; padat modal dan membutuhkan tenaga kerja yang sangat terlatih.

"Keduanya tidak akan menciptakan lapangan kerja secara luas. Janji 19 juta lapangan pekerjaan menjadi utopia dengan kebijakan seperti ini," katanya.

Kritik sama juga ia arahkan pada janji Cak Imin dalam menciptakan 40 kota selevel Jakarta. Ia juga ragu dengan realisasi janji itu.

Pasalnya, meski memiliki target ambisius, ternyata Cak Imin sampai akhir debat juga tidak mampu menjabarkan secara rinci bagaimana hal itu akan dicapai. 

Selain itu, membangun 40 kota selevel Jakarta juga tidak tercantum di Visi Misi AMIN. Cl – Sumber : CNN Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar