res

Bimbing UMKM Dengan Cooking Class, Majelis Ekonomi Semarang Gandeng Dunia Usaha - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Babinsa Desa Dorokobo, dan Kades Mansyur himbau jaga keamanan lingkungan

08 Februari 2024

Bimbing UMKM Dengan Cooking Class, Majelis Ekonomi Semarang Gandeng Dunia Usaha



Semarang -Cakrawalaonline, Cooking Class menjadi program Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Semarang Jawa Tengah menjadi daya tarik ibu ibu Aisyiyah. Kegiatan ini melibatkan 14 Pimpinan Cabang Aisyiyah se Kabupaten Semarang dan dilaksanakan di Aula Kecamatan Bawen, Kamis, 8 Februari 2024

Seluruh Pimpinan Cabang Aisyiyah hadir dalam acara Cooking Class bersama sebuah perusahaan penyedap masakan Indonesia. Selain belajar memasak bersama juga dipajang aneka produk UMKM dari masing-masing wilayah Pimpianan Cabang Aisyiyah (PCA) dan dijual untuk umum. 

Lapak-lapak bazar UMKM tersebut adalah dari 14 wilayah Kecamatan yaitu PCA Bergas, Pabelan, Bandungan, Ungaran Barat, Susukan, Bawen, Banyubiru, Pringapus, Suruh, Jambu, Ambarawa, Beringin, dan Ungaran Timur. 

Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Diah Nur Hayati mengatakan,  Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan mengadakan acara seperti ini adalah sebagai salah satu upaya pembinaan agar mereka bisa memproduksi barang-barang yang berkualitas. 

"Harapan kami kedepan, yaitu hasil semua produk Majelis Ekonomi di Kabupaten Semarang, dapat lebih maksimal dan memadai, tidak hanya dijual ditempat atau daerah sekitar, tetapi bisa eksport ke negara lain, sekaligus Majelis Ekonomi juga bisa membuka lapangan pekerjaan yang kualitas untuk masyarakat sekitarnya", tuturnya.

Camat Bawen Dewanto Leksono Widagdo memberikan apresiasi penuh dan mempersilahkan aula kecamatan untuk digunakan melaksanakan kegiatan Aisyiyah. 

"Sejak pandemi COVID-19 berakhir sampai dengan saat ini tingkat pertumbuhan ekonomi kita meningkat. Ini menunjukkan kemajuan ekonomi yang digencarkan oleh pemerintah bagaimana pertumbuhan ekonomi ini tetap bisa naik dari waktu ke waktu, bisa direalisasikan di Semarang termasuk peran Aisyiyah ini", tandas Dewanto.

Kegiatan pelatihan memasak dan usaha produktif lainnya berkolaborasi dengan para pelaku usaha diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. 

Potensi-potensi yang dimiliki oleh wilayah Bawen misalnya di Lemaireng ada potensi terkait dengan kedelai. Kemudian juga ada di wilayah Doplang ada potensi terkait dengan bunga sedap malam. Ada juga potensi-potensi wisata yang cukup menarik untuk dikelola. 

Koordinator Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata  PDM Kabupaten Semarang Heri Santoso mengatakan, pergerakan UMKM ini sangat membantu dunia usaha.  Banyak potensi yang ada di masing-masing wilayah belum muncul. Jadi, harapannya gerakan yang dikawal majelis ekonomi ini terus berjalan sehingga nanti banyak tumbuh pengusaha-pengusaha yang dari muslimah utama. 

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Semarang Ida Asroatul Mahmudah  menandaskan,  bahwa masalah stunting masih menjadi isu serius. Mengatasi masalah ini memerlukan kerjasama dari pusat hingga tingkat lokal. Mengajarkan keterampilan memasak bisa menjadi langkah positif untuk mengalihkan minat anak-anak dari aktivitas yang kurang baik. 

"Kalau bicara terkait dengan kegiatan ini, nanti hubungannya dengan bagaimana meningkatkan ekonomi di wilayah, sempat angka nya minus 2,3 persen di tahun 2020. "Alhamdulillah, sudah mulai berangkat naik lagi dari tahun 2021 sampai saat ini kita semakin bisa bergerak lagi melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Wakil Ketua PWA Jawa Tengah Ida Zahra atas nama Pimpinan Wilayah Aisyah Jawa Tengah, sangat apresiasi terhadap kegiatan majelis ekonomi dan ketenaga kerjaan yang melaksanakan pembinaan UMKM di wilayah nya, karena memang sesuai program pimpinan wilayah Aisyah, Jawa Tengah, periode muktamar 48, yaitu adanya penguatan ekonomi dan wira usaha perempuan. Seperti telah dicanangkan tahap industrialisasi ekonomi sehingga perempuan tidak hanya berdiri di rumah, tetapi juga bisa ikut mengetaskan kemiskinan dengan usaha ekonomi produktif Aisyiyah. 

" Otomatis akan menambahkan income pendapatan dan juga perempuan akan mandiri secara ekonomi. Inilah yang diinginkan oleh Aisyah sesuai dengan slogan perempuan Islam berkemajuan", tukas Ida Zahra. 

Gerakan ekonomi Aisyiyah akan memperpokok semua gerakan dan langkah persyarikatan Muhammadiyah secara terorganisir, hingga kelak tumbuh pengusaha-pengusaha muslim dan bisa mewarisi generasi-generasi kedepan  menjadi pengusaha-pengusaha muslim yang sukses. 

Bazar internal Aisyiyah ternyata juga diminati ibu ibu Aisyiyah terbukti barang dagangan hasil home made laku terjual. Nuansa pertemuan juga disemangati dengan slogan "Pengusaha Islam harus cerdas, Bali ngaji ngetung bati untuk berbagi dan bersedekah, beramal dengan ringan hati", menjadi konsep ekonomi Aisyiyah berkemajuan. 

Konsep berikut adalah "jangan ada waktu yang luang, setiap detik dapat, mingguan dapat, bulanan maupun tahunan juga mendapatkan hasil dari usaha ekonomi", maka waktu adalah seperti samurai, bisa melindungi dan bisa membunuh diri sendiri jika tidak cerdas menggunakannya. (Willis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar