PATI ,Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati menyambut gembira penahanan Bupati Nonaktif Sudewo atas pemerasan terhadap calon perangkat desa. Sebagai bentuk wujud syukur, Minggu 25 Januari 2026 di lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Ketua Umum GJL Riyanta, bersama dengan anggota memberikan 7 ekor kambing dan 7 ekor ayam putih mulus kepada warga.minggu, 25/1/2026,
Dalam sambutannya, penahanan terhadap Sudewo disebut sebagai titik balik kehidupan bernegara bagi warga Pati. Meskipun dalam hal jual-beli perangkat desa merupakan hal yang wajar sedari dulu, Riyanta menyebut hal ini adalah kesalahan seluruh masyarakat.
Sehingga atas apa yang menimpa Sudewo dan tiga kepala desa, Ketum GJL mengajak kepada masyarakat untuk sadar dan mulai menghindari jual-beli jabatan.
"Kita sujud syukur karena Bumi Pati sekarang memulai kehidupan berbangsa dan bernegara yang baru yang baik. Jadi yang sudah-sudah berkaitan dengan peristiwa kecurangan dalam perangkat desa. Saya jadi polisi di Polsek Winong sejak tahun 1978, saya sampaikan di forum ini yang namanya pengisian perangkat desa itu tidak gratis. Kemudian berlanjut di era reformasi sampai kemarin pak Sudewo juga tidak gratis. Ini kesalahan kita semua, kita harus mawas diri tidak boleh menyalahkan siapapun," kata Riyanta.
Riyanta juga tak memungkiri masalah keuangan khususnya yang berada di lingkup pemerintahan saat ini menjadi perhatian utama dari masyarakat lantaran banyaknya praktik penyimpangan.
Sehingga dirinya kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu padu memulai kehidupan bernegara yang lebih baik lagi.
"Sekarang yang menjadi sorotan adalah keuangan desa, ini disetiap warung pasti selalu dibicarakan hal-hal negatif. Jadi oleh karena itu hanya dengan spirit membangun negara bisa diselesaikan," tegasnya.
Mantan anggota DPR-RI Fraksi PDIP periode 2019-2024 itu menambahkan, dipilihnya 7 ekor kambing dan 7 ekor ayam putih mulus bukan tanpa sebab. Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, Riyanta percaya angka 7 memiliki filosofi tersendiri.
"Kenapa kambing, karena mewakili rakyat. Kan ada yang namanya wedus gembel (domba), yang melambangkan rakyat kecil. Lalu kenapa ayam, pitik itu pitulungane ingkang kuoso (pertolongan tuhan)," tandasnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar