res

Bupati Dompu Lepas Peserta Tambora Jungle Run 2026, Promosikan Destinasi Wisata Alam - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Apes! Lansia tak punya hp dicopot bansos, dituduh judol

31 Agustus 2026

Bupati Dompu Lepas Peserta Tambora Jungle Run 2026, Promosikan Destinasi Wisata Alam

 

Tambora Jungle Run 2026, memacu potensi Wisata Alam 

Dompu- Cakrawalamerdeka.Com.! Ada cara berbeda untuk mengenal Tambora,  bukan hanya dengan memandang puncaknya dari kejauhan, bukan pula sekadar menyusuri hamparan savananya, tetapi dengan berlari menyusuri denyut alam yang menjadi jantung kehidupannya. 

Minggu pagi (30/8/2026), sekitar 500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia datang untuk merasakan itu melalui "Tambora Jungle Run 2026", sebuah perhelatan yang mempertemukan semangat olahraga dengan keindahan alam dan pesan penting tentang menjaga kelestarian Tambora.


Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE secara langsung melepas peserta kategori 10K Savana Trail dan 5K Fun Trail yang mengambil lokasi di kawasan Sanctuary Resort Doroncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.


Namun, Bupati tidak berhenti pada seremoni pelepasan. Bersama sang istri, Onty Farianti, Ketua TP-PKK Kabupaten Dompu, Bambang Firdaus turut mengenakan perlengkapan lari dan berpartisipasi dalam kategori 5K Fun Trail.


Partisipasi tersebut menjadi pesan sederhana namun kuat bahwa pemerintah daerah hadir dan ikut merasakan semangat yang dibangun melalui kegiatan olahraga berbasis alam tersebut.


Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda juga ikut ambil bagian. Di antaranya Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi NTB Nelly Yuniarti, Dirut geopark Tambora Makdisari , Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Kajari Dompu, Dandim 1614/Dompu, Kapolres Dompu, sejumlah kepala SKPD beserta jajaran, serta para camat se-Kabupaten Dompu.


Tambora Jungle Run 2026 menghadirkan tiga kategori dengan karakter lintasan yang berbeda.

Kategori 40K Sea to Summit Star pada pukul 05.15 WITA dari Sarae Nduha. lintasan panjang tersebut membawa peserta dari kawasan pesisir menuju kawasan Gunung Tambora, menyajikan tantangan sekaligus pengalaman menjelajah bentang alam Tambora.


Selanjutnya, kategori 10K Savana Trail dilepas pada pukul 06.30 WITA, bersamaan dengan kategori 5K Fun Trail mengambil start dan finish di kawasan Sanctuary Resort Doroncanga.


Ketiga kategori tersebut menjadi cara berbeda untuk menikmati Tambora. Ada yang mengejar tantangan, ada yang mengejar pengalaman, dan ada pula yang sekadar ingin merasakan bagaimana rasanya berlari di tengah lanskap alam yang menjadi salah satu kekuatan wisata Kabupaten Dompu.


Saat Menunggu Finisher, Alam Kembali Mendapat Perhatian.

Menariknya, Sambil menunggu kedatangan para peserta kategori 40K, kegiatan dilanjutkan dengan agenda konservasi berupa potensi khusus pelepasan dua ekor rusa betina jenis Rusa Timur ke kawasan penangkaran Sanctuary Resort Doroncanga.


Dua rusa tersebut kemudian diberi nama sebagai bagian dari pesan simbolik kegiatan konservasi. Bupati Dompu Bambang Firdaus memberikan nama “Tara”, yang merupakan akronim dari Tambora Raya. Sementara satu ekor lainnya diberi nama “Rusti”, yang diambil dari nama Rusa Timur oleh salah satu pejabat Taman Nasional Tambora.


Tidak hanya pelepasan satwa, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon produktif sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem kawasan Tambora.


Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE berharap rusa yang dilepas dapat berkembang biak dengan baik dan menjadi bagian dari upaya penguatan konservasi sekaligus daya tarik wisata Tambora.


“Semoga rusa ini bisa berkembang biak dengan baik. Semoga Tambora menjadi salah satu destinasi wisata yang mendunia,” kata Bupati.


Menurutnya, Tambora memiliki kekayaan yang jauh lebih besar dari sekadar panorama alam, dikawasan ini terdapat berbagai kekayaan hayati, termasuk rusa dan elang Flores, serta berbagai jenis satwa lainnya, “di samping rusa ada juga elang Flores serta satwa lainnya. Bupati mengajak  rawat  kelestariannya,” alam " ajaknya !


Bupati berharap keberadaan satwa dan kekayaan hayati tersebut dapat menjadi magnet tambahan bagi wisatawan, Wisatawan bukan hanya datang menikmati suasana alam Tambora yang eksotis, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung kekayaan keanekaragaman hayati dan satwa yang hidup di kawasan tersebut.


Di balik keindahan itu, Bupati juga mengingatkan adanya ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem Tambora, salah satunya praktik perburuan liar.


Bupati menegaskan, kelestarian satwa tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau pengelola kawasan konservasi. Masyarakat, pelaku wisata, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan harus mengambil peran, “Terutama dari pihak yang tidak bertanggung jawab, di antaranya perburuan liar yang menjadi dilema kita selama ini,” tegasnya.


Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan satwa dan lingkungan Tambora, “Diharapkan semuanya berkontribusi untuk menjaga kelangsungan kehidupan yang ada di Tambora,” ujarnya.


Tambora Jungle Run 2026 sejatinya mempertemukan dua hal yang selama ini seolah berada di jalur berbeda,  olahraga dan konservasi.

Para pelari berlari mengejar garis finis. Pemerintah dan masyarakat bergerak menjaga alam. Sementara Tambora sendiri tetap menjadi panggung utama yang memperlihatkan kekayaan alamnya.


Sekitar 500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia menjadi bagian dari cerita tersebut. Melalui “Berpacu dengan Jantung Alam”, Tambora Jungle Run 2026 membawa pesan bahwa berlari di alam bukan sekadar menaklukkan jarak, tetapi juga belajar menghargai ruang kehidupan yang menjadi tempat manusia dan satwa hidup berdampingan.


Sebab, pada akhirnya, garis finis sebuah perlombaan mungkin hanya berada di satu titik, tetapi menjaga Tambora adalah perjalanan panjang yang menjadi tanggung jawab bersama.(sumber Prokopim Dompu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar