res

Dorong Pengelolaan Limbah Pertanian Berkelanjutan, Tim KKN UNS Reguler - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Dorong Pengelolaan Limbah Pertanian Berkelanjutan, Tim KKN UNS Reguler

20 Agustus 2026

Dorong Pengelolaan Limbah Pertanian Berkelanjutan, Tim KKN UNS Reguler

 


GROBOGAN - Cakrawalaonline, Tim KKN UNS Reguler 60 melaksanakan program "Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Jagung" di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.


Program tersebut diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab Fatima Alfi Sakinah, mahasiswa S-1 Ilmu Tanah UNS. Sebanyak 15 warga Desa Karanganyar yang terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pemanfaatan limbah jagung, tetapi juga terlibat langsung dalam demonstrasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).


Program ini dilatarbelakangi oleh keberadaan limbah tanaman jagung berupa batang, daun, dan bagian tanaman lainnya yang masih mengandung bahan organik, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Melalui program ini, masyarakat diperkenalkan pada salah satu alternatif pemanfaatan limbah tersebut melalui proses fermentasi.


Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi limbah jagung, bahan yang digunakan, fungsi masing-masing bahan, tahapan pembuatan, hingga proses fermentasi dan pemanfaatan POC. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik secara langsung. Limbah jagung yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam wadah fermentasi dan dicampurkan dengan bahan pendukung sesuai komposisi yang telah ditentukan.


"Melalui praktik secara langsung, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui potensi pemanfaatan limbah jagung, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri dengan memanfaatkan limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitar," jelas Fatima Alfi Sakinah, selaku penyelenggara dan penanggung jawab program.

Setelah kegiatan praktik pada 29 Juli 2026, POC menjalani proses fermentasi hingga tahap panen. Panen POC dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan pengemasan serta pembagian hasil fermentasi kepada 15 warga yang mengikuti kegiatan. Pembagian tersebut menjadi bentuk pemanfaatan langsung hasil program sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba menggunakan POC dalam kegiatan budidaya tanaman.


Pelaksanaan program mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Karanganyar melalui pemberian ruang dan kesempatan kepada Tim KKN UNS Reguler 60 untuk melaksanakan kegiatan bersama masyarakat. Partisipasi warga juga terlihat dari keterlibatan mereka selama penyampaian materi dan praktik pembuatan POC.


Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN UNS Reguler 60 turut menghibahkan peralatan kepada desa berupa dua buah tong sebagai wadah pembuatan dan fermentasi POC serta empat buah jerigen sebagai wadah penyimpanan hasil POC. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat untuk melanjutkan pengolahan limbah pertanian secara mandiri setelah program KKN berakhir.


Program pengolahan limbah jagung menjadi POC turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang dapat digunakan kembali menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya lokal.


Melalui kegiatan ini, Tim KKN UNS Reguler 60 berharap masyarakat Desa Karanganyar dapat terus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Pengolahan limbah jagung diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengelola limbah pertanian secara mandiri, memanfaatkan potensi lokal, serta mendukung kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

(Fr-kkn uns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar