Karanganyar,Cakrawalaonline - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Reguler 60 melaksanakan pelatihan pengolahan produk makanan berbahan baku tape di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) di Balai Desa Karanganyar ini bertujuan mendorong pengembangan dan peningkatan nilai jual tape sebagai salah satu produk unggulan desa.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengusaha tape dan ibu-ibu PKK Desa Karanganyar. Dalam pelaksanaannya, Tim KKN UNS Reguler 60 menghadirkan Ibu Mas'udah, seorang pengusaha katering asal Jepara, sebagai narasumber untuk memberikan materi sekaligus memandu peserta dalam praktik pengolahan berbagai produk makanan berbahan dasar tape.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Karanganyar yang sebagian besar masih menjual tape dalam bentuk produk utamanya tanpa memiliki variasi produk maupun identitas usaha. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara Tim KKN UNS Reguler 60 dengan Kepala Desa serta para pengusaha tape, sekitar 60 persen masyarakat Desa Karanganyar terlibat dalam produksi dan penjualan tape singkong. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga sejumlah wilayah seperti Demak dan Semarang.
Meskipun telah memiliki pasar, usaha tape masyarakat masih dilakukan dalam skala rumah tangga dan berjalan secara mandiri. Pengembangan produk juga masih terbatas karena masyarakat belum banyak memiliki referensi untuk mengolah tape menjadi produk turunan lainnya. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Tim KKN UNS Reguler 60 untuk memperkenalkan diversifikasi produk sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas tape.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan demonstrasi oleh narasumber. Peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok untuk mempraktikkan pembuatan empat produk olahan tape, yaitu gabin tape, bolu tape, bolen tape, dan kue lumpur tape. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan secara langsung dengan pendampingan dari narasumber.
Setelah praktik pembuatan produk selesai, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai branding produk, mulai dari pentingnya memiliki nama merek dan logo hingga pengemasan produk. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara mengemas produk agar lebih baik, menarik, serta mendukung ketahanan produk. Selain itu, narasumber memperkenalkan berbagai strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan konsumen, seperti pemanfaatan online shop, kerja sama dengan reseller, sistem titip jual, hingga pemasaran melalui usaha katering.
Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan berlangsung. Para peserta tidak hanya mengikuti praktik pembuatan produk, tetapi juga aktif memperhatikan materi dan proses pengembangan produk dari sisi kemasan maupun pemasaran.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai berbagai jenis produk yang dapat dikembangkan dari tape sebagai komoditas unggulan Desa Karanganyar. Selain keterampilan mengolah produk, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya branding dalam membangun identitas dan meningkatkan daya tarik produk di pasar.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Tim KKN UNS Reguler 60 turut memberikan resep produk kepada peserta serta contoh desain kemasan dan logo yang dapat digunakan sebagai referensi pengembangan usaha. Program tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha tape, menambah pengetahuan mengenai pengolahan dan pemasaran produk, serta meningkatkan nilai ekonomi produk unggulan Desa Karanganyar.
(Fr-kkn uns)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar