*DOMPU, Cakrawalamerdeka.com -* Perpustakaan kini bukan cuma tempat pinjam buku. Sesuai Undang-Undang Perpustakaan, fungsinya memang sebagai pusat literasi, edukasi, dan pelestarian budaya.
Jadi, menggelar festival di perpustakaan adalah menjalankan fungsi yang sebenarnya, bukan keluar dari jalur normatif.
Selama ini kesan perpustakaan itu sepi dan kaku. Padahal, dengan Festival Literasi yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti bedah buku, lomba baca puisi, dongeng anak, hingga pameran buku, perpustakaan akan menjadi ramai dan menarik, terutama bagi anak muda.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Dompu Maju yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga Asyik dan Berbudaya melalui peningkatan sumber daya manusia yang literat.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menurutnya, kita tidak bisa hanya mengikuti perkembangan AI. Perkembangan AI harus diimbangi dengan kebiasaan dan budaya baca agar anak memiliki kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan dalam mengubah pola pikir untuk masa depan yang lebih baik.
Dalam konteks kegiatan festival literasi, ada lima program prioritas ke depan, yakni literasi sekolah, literasi peningkatan minat baca di sekolah, literasi desa, gerakan donasi buku, dan gerakan kearsipan.
*(M. Zunari)*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar