res

Lurah Sambirejo Mengaku Panen Kurang Baik - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Sekolah di Bima Dan Kota Bima Terapkan Muatan Lokal Sejarah

25 Februari 2021

Lurah Sambirejo Mengaku Panen Kurang Baik



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalaonline, – Paryati lurah Sambirejo kapanewon Ngawen kabupaten Gunungkidul mengakui bahwa panen padi, kacang, kedelai dan lainnya pada tahap pertama ini dirasa kurang baik dibanding tahun kemarin.


 


Demikian diakui Paryati Lurah Sambirejo Ngawen saat ditanya wartawan Cakrawalaonline Perwakilan DIY untuk Gunungkidul yang meliput tentang pandangan hasil panen tahun ini.


 


Dijelaskan tentang panen padi di wilayahnya kurang baik karena diserang hama. Padi belum kembang sudah kuning karena dimakan semacam uret. Katanya, sulit untuk diobati, sehingga tanaman padi mati sebelum berkembang.


 


Akibatnya dihitung dari lahan yang ada pada petani untuk tanam pagi hasilnya tidak lebih baik dari tahun kemarin. Karena pada musim hujan tahun 2021 ini di wilayah Kalurahan Sambirejo khususnya dan wilayah Kapanewon Ngawen pada umumnya para petani mengaku tanaman padinya diserang hama dan sulit diobati.


 


“Untuk tanaman padi musim hujan ini pada Januari kemarin tanaman padi belum berkembang sudah kuning akibat hama uret sulit diobati karena cepat sekali menguning karena hama,” ujar salah satu warga di wilayah Ngawen.


 


Hal senada juga diakui oleh Sunardi selaku Jogoboyo kalurahan Sambirejo yang juga seorang suami lurah Sambirejo. Suami Paryati ditemui wartawan mengungkapkan bahwa musim hujan tahun 2021 ini dirasa cukup dan memang agak kelebihan untuk tanaman palawija.


 


Menanggapi hal tersebut selaku Jogoboyo kalurahan Sambirejo sudah banyak memantau tanaman padi di masyarakat dan juga menyarankan untuk mengobati agar tidak terserang hama padi itu. Tetapi menurutnya hama sangat cepat dalam proses menyerang tanaman pagi. Sehingga tanaman padi mati menguning dimakan uret.


 


Menanggapi hal tersebut di atas, bagi Paryati bersama perangkat dan pamong kalurahan mengaku prihatin. Pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasilnya kurang baik atau tidak seperti yang diharapkan.


 


Akibatnya lurah Sambirejo dan perangkat serta pamong tetap hidup dinamis dan memohon doa kepada Tuhan supaya hidupnya tentram. “Kami semua menanggapi hama padi di musim tanam tahap pertama itu tetap waspada. Berdoa kepada Tuhan agar warga masyarakat tetap sehat, sehingga bisa tetap bekerja pada profesinya masing-masing. Soal hasil panen dirasa kita semua terserah pada Tuhan Yang Maha Esa,” beber lurah. (Sab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar