res

Damiyo Pilih Duduk Di Kursi Atos - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Siapa Yang Paling Bertanggungjawab Dalam Tragedi Kanjuruhan ?

05 September 2021

Damiyo Pilih Duduk Di Kursi Atos



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalamerdeka.com – Damiyo Lurah Siraman Wonosari Gunungkidul mengaku puas duduk bersama kursi yang atos atau keras seperti kursi kayu tanpa sepon. Demikian diungkapkan kepada wartawan yang sempat hadir di kantornya belum lama ini.

 

Dijelaskan bahwa duduk di kursi atos terasa nyaman bagi dirinya. Karena duduk di kursi empuk biasanya bisa membuat orang lupa diri dalam mengabdikan dirinya dan dalam porsinya.

 

Ditanya soal kursi empuk dan kursi atos tanpa sepon. Damiyo sangat serius dalam memberi jawaban itu. Diungkapkan bahwa seseorang yang duduk di kursi empuk menurut Damiyo bisa mereka lupa diri. “Ya mungkin karena mereka yang duduk di kursi empuk itu terlalu nyaman. Sehingga mereka bisa lupa diri,” ungkapnya.

 

Filosofi tersebut dirasa oleh Damiyo dan sangat diperhatikan dan dibuktikan bahwa dirinya duduk dalam kantor kalurahan Siraman dengan kursi atos tanpa sepon. “Kami memang tampil biasa-biasa saja. Bukan pingin kursi empuk, atau kursi goyang yang empuk. Tetapi kami yang saya perhatikan adalan kepentingan warga masyarakat,” jelasnya.

 

“Karena dirasa warga masyarakat kalurahan Siraman masih ada juga yang pas-pasan atau kurang layak dalam hidupnya. Mosok kami lurah harus duduk di kursi goyang dan empuk,” tambahnya singkat kepada wartawan.

 

Dijelaskan juga bahwa dalam mengemban amanah pemerintah bagi Damiyo itu tidak akan berlebihan. “Membawa amanah itu biasa saja. Tetapi harus mampu menerapkan kewenangan sebagai orang Jawa. Delapan kepemimpinan yang sering diucapkan orang lain itu harus disiasati, kalau bisa dan mampu harus dipraktekkan, setidaknya mendekakti,” katanya.

 

Mungkin karena saat ini masih musim pandemi Covid-19 dan musim PPKM. Sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat harus dihayati oleh kita semua. Sehingga lurah pun tetap berpenampilan biasa saja, artinya tidak mengada-ada. Dari sekian lurah di Gunungkidul sebanyak 144 lurah memang berbeda karakternya.

 

Ada juga kalurahan  di Gunungkidul yang WC nya protol-protol closednya serta ada yang balainya nampak kurang bersih. Itu semua wajar karena kita semua berada dalam suasana yang berbeda. “Kami berharap semoga warga masyarakat Siraman selalu sehat dan bisa makan,” ungkap Damiyo di depan wartawan singkat. (Sab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar