res

Sedekah Labuh Jumat Legi Warga Girimulyo Panggang - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Siklus Sejarah Terbentuknya Kecamatan Manggelewa

26 Oktober 2021

Sedekah Labuh Jumat Legi Warga Girimulyo Panggang

 


Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalamerdeka.com – Bertepatan hari Jumat Legi tanggal 22-10-2021 M warga masyarakat kalurahan Girimulyo mengadakan acara Sedekah Labuh. Acara ini sudah masuk agenda tahunan atau telah jadi tradisi warga masyarakat kalurahan Girimulyo kapanewon Panggang Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara tersebut diadakan upacara kejawen atau berseragam orang Jawa atau berpakaian adat orang Jawa atau model mataraman yaitu memakai blangkon, baju jawa dan bebet atau jarik serta sandal slop. Upacara dipusatkan di balai kalurahan Girimulyo dengan model upacara berdiri berbahasa jawa.

Para dukuh yang terdiri tujuh dukuh beserta Ketua RW dan Ketua RT berkumpul di balai kalurahan untuk ikut upacara dan membawa atau menyetorkan sarana atau (uborampe) untuk upacara berupa nasi tumpeng dan ingkung tiap padukuhan kepada pemimpin upacara. Hadir di acara itu Kusdiyono Somo Pawiro dukuh Tanggung. Juga Kartono dan Suwardi Andreas selaku pelaku seni budaya di kapanewon Panggang, babinsa, babinkamtibmas dan para sesepuh serta tokoh besar kalurahan Girimulyo.

Selaku wakil dari warga masyarakat, setelah perwakilan warga melalui dukuh didampingi ketua RT dan RW masing-masing dari tujuh padukuhan. Tujuh dukuh mengumpulkan sarana upacara adat berupa Nasi Tumpeng Tujuh, Wuduk dan ingkung serta perlengkapan lainnya, sarana itu dikumpulkan di hadapan Rugiyana yang juga Ketua Bamuskal Girimulyo.

Selanjutnya sarana itu dipasrahkan kepada Kamituwa kalurahan Girimulyo dan diterima dengan penuh semangat dan penuh harap kedepan. Setelah sarana itu diterima lalu Upacara Adat Kejawen yang berdiri selesai. Sehingga sarana kenduri itu dibawa ke pagelaran untuk didoakan oleh kaum kalurahan. Dalam doa bersama dan diuraikan maksud dan tujuan serta harapan warga Girimulyo, doa itu diamini oleh para peserta upacara adat kenduri.

Menurut Rugiyana yang juga Ketua Bamuskal Girimulyo, hikmah dalam upacara kejawen dan dalam upacara adat serta kenduri bersama itu diantaranya merupakan perwujutan puji syukur kehadlirat Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya berterima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan warga dalam berkarya atau bekerja sebagai petani, pedagang, olah tosan aji, serta pekerja jenis lain setahun kemarin yang berhasil sukses.

Selain itu warga masyarakat berharap dalam kesempatan Upacara Adat Labuh bagi warga kalurahan Girimulyo Panggang pada Jumat Legi 22-10-2021 M yang sudah jadi tradisi tahunan itu, warga selalu memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setahun yang akan datang menjelang musim tanam atau labuh ini mereka berharap Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menyertainya dan memberi kemudahan dalam berusaha atau berkarya dengan hasil yang khalal dan maksimal untuk kehidupan.

“Melalui upacara adat sedekah labuh ini, harapan warga masyarakat Girimulyo berterima kasih kepada Tuhan dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kedepan dalam bekerja selalu berhasil baik. Sehingga sukses dan berhasil baik dan hasilnya dapat berguna untuk memenuhi kebutuhan anak cucu kita,” ungkap dan harapan mereka. (Sab/Yan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar