res

Air Mata Darah Di Hari Raya. Warga Grobogan Menangis Terlilit Arisan Online Meminta Aparat Penegak Hukum Segera Bertindak - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Kasus Dugaan Kopursi Anggaran APBD,Yuda: DPRD Gagal Paham!

24 April 2022

Air Mata Darah Di Hari Raya. Warga Grobogan Menangis Terlilit Arisan Online Meminta Aparat Penegak Hukum Segera Bertindak



Grobogan- Cakrawalaonline, Sudah hampir satu tahun  ( RN ) ,( RK ) dan ( JN ) warga  kabupaten Grobogan  harus terbebani membayar arisan ratusan ribu hingga jutaan rupiah di setiap harinya kepada Owner arisan online .


Dari keterangan ketiganya , di awal tahun 2021  mereka diajak mengikuti  arisan dengan Get puluhan juta rupiah  bersama 20 anggota atau member lainya oleh Owner seorang warga Desa Rejosari Kecamatan Tawang Harjo. Setelah member mulai mengalami kepailitan membayar arisan, Owner berinisiatif membuat get baru  dengan jumlah yang lebih tinggi pembayarannya . Agar di get yang pertama terselesaikan , Owner memperbolehkan member untuk menjual arisan ke pendana yakni seorang warga Jagalan - Purwodadi dengan resiko kerugian  hingga 30 % lebih tergantung pada letak slot atau nomor urut member . 


" Jadi setelah saya dan anggota yang lain mengalami kepailitan di arisan get awal , kami selalu mengikuti perintah dan ajakan Owner bagaimana agar kewajiban di arisan get awal itu bisa terselesaikan , ya terpaksa kami mau tidak mau harus menjual arisan itu ke pendana. " Ungkap salah satu korban Sabtu ( 23/04 ).


Ironisnya setelah terjadi praktek jual beli antara member dan pendana , para member ini tidak menerima uang hasil penjualan secara utuh Bahkan ada yang sama sekali tidak menerima .Dari keterangan pendana atau pembeli arisan , uang hasil jual beli arisan tersebut langsung diserahkan ke Owner dengan alasan untuk membayar angsuran arisan.


" Dari hasil menjual arisan pun kami tidak menerima uang , karena semua langsung di serahkan ke Owner oleh pendana atau pembeli arisan , jadi dari pembelian itu kami sudah rugi tapi kami  berkewajiban membayar Japo hingga tuntas. " Terang korban 


Korban menambahkan " Setiap kami jual arisan di get sebelumnya , di get selanjutnya pun kami akan menjual karena untuk menyelesaikan Japo di get sebelumnya dan sudah pasti kerugian kami semakin membengkak." Imbuhnya


Sangat disesalkan sistem jual beli arisan yang hanya menguntungkan pihak pendana ini dibiarkan oleh Owner meski sangat jelas dapat  merugikan member puluhan juta hingga ratusan juta rupiah .Adanya Dugaan modus rentenir berkedok arisan online ini para korban berharap  ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum , agar warga masyarakat tidak mudah  terbujuk rayu oleh oknum Owner berkedok arisan online yang akan menjebak ke lilitan hutang yang berbau rentenir. Ng-sumber: hariansiber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar