res

Hidup Dekat Obyek Wisata Harus Bekerja - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

12 Kasus Curanmor Berhasil Diungkap Polres Grobogan

21 Juni 2022

Hidup Dekat Obyek Wisata Harus Bekerja



DIY, Sleman, Cakrawalamerdeka.com – Selaku warga masyarakat di wilayah kalurahan atau desa penyangga wisata, tentunya warga jangan hanya berpangku tangan atau malas-malasan. Karena kita semua bila tidak kerja juga tidak akan dapat hasil. Oleh karena itu warga masyarakat di suatu tempat apabila di daerah itu terdapat obyek wisata juga harus mampu berinovasi dan berpran aktif mensiasati perkembangan wisatawan itu sendiri.

Seperti yang terjadi di wilayah desa atau kalurahan Bokoharjo kapanewon Prambanan kabupaten yang berdekatan dengan obyek wisata Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Dua obyek wisata ini adalah tempat berperan atau bekerja menyambut wisatawan yang datang atau berkunjung.

Karena wisatawan yang berkunjung di tempat obyek wisata juga membutuhkan fasilitas seperti rumah makan, lahan parkir, kamar kecil, tempat istirahat, ruang bersantai untuk istirahat. Itu semua harus disiasati oleh warga masyarakat yang hidupnya dekat obyek wisata.

Pola-pola seperti di atas diungkapkan oleh Dody Heriyanto SE lurah kalurahan Bokoharjo kapanewon Prambanan kabupaten Sleman yang wilayahnya dekat obyek wisata Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko.

Saat ditemui di ruang kerjanya di kantor kalurahan Bokoharjo belum lama ini, Dody Heriyanto SE mengungkapkan kepada wartawan bahwa kehidupan warga masyarakat harus jeli. Harus peduli dengan situasi dan kondisi serta prospek yang menyuangkut kehidupan di masyarakat dan perkembangan arus wisatawan.

“Hidup di dekat obyek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan manca dan wisatawan domestik, selaku warga masyarakat harus peduli. Harus bekerja, misal tukang parkir, penjaga kamar kecil, buka rumah makan, penjual asongan di bus-bus yang datang di lokasi wisata, dan tentunya banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Tambahnya, bila sebagai warga masyarakat tidak tanggap, atau tidak peduli dengan situasi dan kondisi wilayah serta perkembangan pengunjung dua wisatawan itu, tentunya masyarakat tidak dapat apa-apa. Sehingga lurah Bokoharjo membuka lahan parkir sebagai usaha milik desa atau kalurahan.

Usaha semacam nantinya akan mendukung warga masyarakat dan mendukung perkembangan profil desa yang berkait dengan Bumdes atau Bumkal. Dua badan usaha milik desa ini tentunya harus dikembangkan bersama masyarakat. Juga melalui lembaga atau perangkat desa yang ada. Lebih prinsip dijelaskan oleh Dody Heriyanto SE lurah Bokoharjo bahwa sebagai warga masyarakat yang hidup sebagai penyangga wisata harus jeli dan bekerja.

Kalau tidak demikian, atau mungkin warga masyarakat hanya sebagai penonton, tentunya rugi. “Jadi warga masyarakat harus turut serta peduli dalam menanggapi para wisatawan yang hadir di tempat wisata seperti Prambanan dan Ratu Boko. Karena obyek wisata dan pengunjung selalu saling mengisi kekurangan yang belum terpenuhi. Wisatawan harus mendapat pelayanan dan kesan baik dan memuaskan setelah datang diobyek wisata,” jelasnya. (Sab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar