res

Jembatan di Karangrayung Ambruk Tergerus Aliran Air Yang Meluap - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Pintu Gerbang Patuk dan RTH Untuk Layanan Publik

28 November 2022

Jembatan di Karangrayung Ambruk Tergerus Aliran Air Yang Meluap

 


GROBOGAN – Jembatan di Dusun Gedad, Desa Ketro, Karangrayung, Grobogan, ambruk. Hal itu terjadi lantaran pondasi jembatan tergerus aliran air sungai yang meluap pada Sabtu, (26/11) pukul 19.00. Sebelumnya hujan mengguyur daerah itu dan sekitarnya. Arus sungai sangat kuat.

Akibat jembatan ambruk itu, aktivitas warga terganggu. Sebab jembatan tersebut merupakan akses menuju utama dari Dusun Gedad dan sekitarnya menuju Kota Grobogan.

Panjang jembatan itu 24 meter. Kedua tiyang jembatan di kedua ujungnya terlepas dari badan jalan. Sehingga badan jembatan secara keseluruhan masuk ke sungai. Namun kontruksi jembatan masih di sungai.

warga Dusun Gedad, Teguh menyebut sebelum jembatan itu ambruk, arus sungai memang deras. Sebab hujan deras mengguyur daerah Karangrayung dan sekitarnya. Hujan deras terjadi sejak pukul 16.30 hingga Magrib Sabtu (26/11). Setelah itulah, debit air sungai yang membesar.

Sampah yang menumpuk di bawah jembatan itu kemudian membuat aliran sungai terhambat. Sehingga air yang terus mengalir itu menyamping dan menggerus dua tiyang jembatan yang berada di posisi ujung. Dan akhirnya membuat tiyang tergerus hingga mengakibatkan badan jembatan ambruk.

“Jembatan ini sebenarnya akses perekonomian vital bagi warga. Selain merupakan akses menuju kota kecamatan, jembatan tersebut juga akses menuju desa lain,” tambahnya.

Akibat dari ambruknya jembatan itu, maka warga tak bisa melintas. Karena jembatan tak bisa dilalui. Teguh menambahkan, hanya ada satu alternatif jalan lain.

Untuk menuju ke Kecamatan Karangrayung melewati jembatan itu hanya butuh waktu 15 menit. sementara bila mengambil jalan memutar memerlukan waktu hingga 30 menit. Jalannya juga memprihatinkan.

“Ada jalan penghubung yang memutar tapi kondisi jalan juga sudah longsor, tinggal satu meter. Hanya sepeda motor yang bisa lewat,” tuturnya.

Warga berharap, dinas terkait segera melakukan tindakan perbaikan agar aktivitas warga bisa normal kembali.

“Kami berharap, rusaknya jembatan segera diperbaiki. Sehingga warga tidak harus memutar arah. Ini merupakan akses utama warga,” katanya. (tos/zen)er-Sumber:raddarkudus

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar