res

Terseret Kereta Api Hingga 500 Meter, Seorang Nenek Di Toroh Langsung Tewas Di Tempat - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke 298

Breaking

18 Mei 2023

Terseret Kereta Api Hingga 500 Meter, Seorang Nenek Di Toroh Langsung Tewas Di Tempat



Grobogan-Cakrawalaonline, Mbah Ngasiem (83) Warga Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon,  saat berjalan di rel Kereta Api (KA) tewas seketika karena tertabrak KA Ambarawa Ekspres pada Rabu sore, (17/5). Peristiwa ini terjadi di perlintasan wilayah Dusun Kaluwan Desa Boloh, Kecamatan Toroh.


 Menurut Kapolsek Toroh AKP Saptono Widyo bahwa, Nenek tersebut tertabrak KA penumpang ekonomi yang melaju dari arah Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Semarang Poncol (SMC), tepatnya di Km 14+100, Dusun Kaluwan.


  Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, jenazah korban sempat terseret KA nomor 269F hingga mencapai sekitar 500 meter.



"Kejadian laka KA dan pejalan kaki sekitar pukul 16.40. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius," jelas AKP Sapto.


  AKP Saptono juga menjelaskan bahwa, sebelum peristiwa terjadi, korban terlihat berjalan kaki di tengah rel perlintasan KA. Kemudian saat itu juga sedang melintasi KA Ambarawa Ekspres yang jauh terdengar berkali-kali membunyikan klakson. Namun hal itu tidak membuat korban pindah dari rel KA, sehingga kecelakaan tak bisa dihindari. Hingga kondisi tubuh korban menempel di log KA dan sempat terdorong. Mengetahui hal tersebut, kemudian Masinis menghentikan KA dan turun guna mengevakuasi korban dengan dibantu oleh warga sekitar lokasi.


"Jasad korban kemudian dievakuasi warga menjauh ke pinggir rel perlintasan KA" Terang AKP Sapto.


  Kemudian dilakukan pemeriksaan medis oleh tim Inafis Polres Grobogan dan Puskesmas Toroh.


  Hasil dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan. Selanjutnya jenazah diserahkan pada keluarga korban untuk dimakamkan. Untuk menuju ke rumah duka, jasad korban diangkut menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI). End-Ng-Okta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar