res

Merasa Tak Pinjam Uang, Petani di Blora Kaget Tiba-tiba Punya Hutang di Bank - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 78,1 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Polres Lahat Melaksanakan Penyembelian Hewan Qurban 1445 H tahun 2024 masehi

06 Oktober 2023

Merasa Tak Pinjam Uang, Petani di Blora Kaget Tiba-tiba Punya Hutang di Bank

 


BLORA -  Cakrawalaonline, Seorang petani di salah satu desa yang berada di Kecamatan Bogorejo Blora kaget lantaran dirinya tiba-tiba memiliki hutang di bank BNI. Padahal dia tak pernah meminjam.

Diduga data miliknya dipakai sebuah perusahaan untuk mengambil pinjaman di bank tersebut.

Petani tersebut sebut saja M. Ia mengaku memang pada November 2022 menjalin kerja sama dengan sebuah PT yang ada di Blora.

Dalam kerjasama itu, petani tersebut difasilitasi kebutuhan pertanian seperti bibit, obat-obatan hingga pupuk. Yang nantinya dibayar setelah panen.

"Tetapi beberapa waktu lalu saya kaget. Saya gak pernah hutang bank, tiba-tiba ada pegawai bank BNI menawari perpanjangan pinjaman bank. Saya tolak," jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, akhirnya M mendatangi Kantor BNI dan mencari informasi.

Sampai di bank tersebut kemudian dicek dan benar saja, namanya tercatat sebagai peminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI senilai Rp 50 juta.

"Dari situ kemudian saya mencari penjelasan ke pihak PT yang bersangkutan," imbuhnya.

Saat meminta penjelasan ke pihak PT yang bersangkutan, ia tak kunjung mendapatkan jawaban. Perwakilan PT itu berbelit-belit. Dan justru melempar pertanyaan.

"Apakah benar nama saya dipakai untuk pinjam hutang di BNI? saya tanya begitu, tetapi mereka malah balik tanya saya dapat informasi dari mana," paparnya.

Ia pun akhirnya terus mendesak pihak PT tersebut. Hingga akhirnya diakui jika namanya dipakai untuk pinjam KUR di BNI.

Setelah adanya pengakuan itu, pihaknya meminta perusahaan terkait bertanggung jawab menghapus namanya dari data nasabah peminjam KUR di BNI.

"Saya minta agar pihak perusahaan segera memberesi itu. Agar nama saya tidak dipakai. Cuma sampai sekarang belum ada komunikasi lagi," tuturnya.

Menurutnya saat kerja sama dengan PT tersebut tak ada penjelasan terkait bahwa namanya akan dipakai untuk pinjam ke bank.

Dalam skema perjanjian itu, pihaknya disebut sebagai petani khusus.

Progam tersebut menurutnya juga berjalan di beberapa desa lain di beberapa kecamatan di Blora. Sehingga diduga ada korban-korban lain juga. Cl – Sumber : Radar Kudus

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar