res

Gali Informasi Bisnis Hilir Migas, IWO Sumsel ke PT Patra Niaga - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bank Indonesia 5 Juli 2024

Breaking

15 Januari 2024

Gali Informasi Bisnis Hilir Migas, IWO Sumsel ke PT Patra Niaga

 


PALEMBANG - Cakrawalaonline.Com .- Guna menjalin kemitraan antar lembaga dan maksimalisasi publikasi di media yang megedukasi masyarakat, Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan silaturahmi dengan PT. Pertamina Patra Niaga Area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). 


Silaturahmi digelar dalam obrilan santai, rilek dan infromal di Co Working Space Kopi 7, Palembang, Jumat (12/01/2024). “Nggak usah formal-formal, lah. Kalau di sini kan ngobrolnya lebih rilek dan santai,” ujar General Manager Executif, PT Pertamina Patra Niaga, Zibali Hisbul Masih, membuka obrolan siang itu.  


Kali pertama, Sekretaris IWO Sumsel, Imron Supriyadi, S.Ag, M, menyampaikan salam dari Ketua PW IWO Sumsel, Efran kepada jajaran PT Pertamina Patra Niaga, karena berhalangan hadir di pertemuan tersebut. 


“Pertama kami sampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua IWO Sumsel, Pak Efran, karena hari ini beliau berhalangan hadir. Seharusnya beliau bisa bersama kami di sini, tapi ada agenda mendadak yang beliau harus hadir di luar Kota Palembang,” ujarnya. 


Lebih lanjut, Dosen Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN-RF) Palembang ini menjelaskan, silaturahmi ini sudah menjadi agenda rutin IWO Sumsel ke sejumlah instansi. Tujuannya untuk menjalin komunikasi dan kerjasama antar lembaga wartawan dan BUMN, BUMD dan instansi lainnya di Sumsel.


Melalui silaturahmi ini, menurut wartawan didikan jawa Pos Grup (JPPN) ini, akan terjadi kemitraan antara IWO Sumsel dan PT Pertamina Patra Niaga, baik dalam pemberitaan yang berkaitan langsung dengan kegiatan PT Pertamina Patra Niaga, maupun kerjasama lain, yang bertujuan untuk mencerdaskan wartawan, mengedukasi pembaca, terutama pengetahuan tentang visi dan misi PT Pertamina Patra Niaga.


“Profesi kami ini, bedanya dengan profesor sedikit, Pak. Kalau Profesor tahu sedikit tentang ilmu, tapi mendalam. Kalau kami, tahu banyak tapi sedikit-sedikit, tidak mendalam. Makanya kami ingin mendapat banyak informasi tentang PT Parta Niaga, yang lebih mendalam, sehingga ketika menulis berita tentang Patra Niaga, kami juga akan tercerdaskan sekaligus juga mencerdaskan masyarakat. Sebab, bagaimana mungkin kami akan bisa mencerdaskan pembaca, kalau kami sendiri tidak cerdas, Pak,” ujarnya.


Tentang organisasi wartawan di Indonesia, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) periode 2009-2011 ini menjelaskan, IWO sama halnya dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan organisasi wartawan lainya. 


Imron menegaskan, IWO ini organisasi profesi personal wartawan, yang berbadan hukum tetapi tidak berorientasi profit. Sementara, ada lagi organisasi wartawan yang didalamnya melibatkan perusahaan media. 


“Jadi dalam dunia media ini, ada organisasi profesi wartawan yang melibatkan wartawan secara personal, tetapi juga ada organisasi wartawan, yang melibatkan perusahaan media, diantaranya Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), ada Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ada juga Serikat Media Siber Indonesia (SMSI),” jelasnya. 


Lebih lanjut Imron mengatakan kilas balik organisasi wartawan di Indonesia. Pada Era Orde Baru (Orba) yang dipimpin Presiden Soeharto, organsiasi wartawan ketika itu hanya ada satu; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). 


Tapi beriring dengan, itu ada sejumlah wartawan yang tidak sepakat adanya organisasi tunggal profesi wartawan, yang kemudian melahirkan AJI melalui pertemuan di Sinargalih, Bogor 7 Agustus 1994, yang kemudian terbentuk di seluruh Indonesia sampai sekarang, sebagaimana PWI dan organsasi lainnya.


Seiring dengan tumbangnya Rezim Orba tanggal 21 Mei 1988, wadah profesi wartawan juga berkembang. Ketika itu, setelah Penguasa Orba, Soeharto jatuh, presiden kemudian digantikan B.J Habibie. 


Waktu itu, lanjut Imron, menteri penerangan dijabat Yunus Yosfiah, yang kemudian menghapus Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dan menjamin kebebasan pers. 


“Ini salah satu terobosan besar pemerintahan B.J. Habibie waktu itu. Kran media yang selama dalam kurun waktu 32 tahun tersumbat, oleh Yunus Yosfiyah dibuka seluas-luasnya, sampai akhirnya berkembang juga berdirinya beberapa organisasi wartawan lainnya, seperti Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI-R) dan salah satunya juga IWO yang juga punya jejaring di 17 kabupaten dan kota se-Sumsel,” tegasnya.


Lebih lanjut, Imron mengatakan IWO secara nasional sudah berumur 11 tahun. Kepengurusan saat ini yang diketuai Efran, akan mengelola IWO Sumsel sejak 2023-2028, dengan motto; “mewujudkan pers yang berakhlaq dan beradab”. 


Sebagaimana diinfomasikan sebelumnya, Efran terpillih secara demokratis sebagai Ketua PW IWO Sumsel, melalui Musyawarah Bersama Wilayah (Mubeswil) ke-01 IWO Sumsel, Minggu, 28 Mei di Hotel Luminor Palembang, dan dilantik 4 Juli 2023 di Ruang Bina Praja Pemprov Sumsel, dihadiri Gubernur H Herman Deru dan stake holder lainnya.



“Setelah dilantik, kami kemudian Roadshow ke teman-teman di kabupaten dan kota untuk konsolidasi, terutama kabupaten dan kota yang sudah habis masa bhaktinya, atau yang akan dibentuk kepengurusan baru. Istilah kami di kabupaten dan kota Pengurus Daerah (PD) IWO, kalau di Sumsel Pengursu Wilayah. Samapi saat ini PD IWO terbentuk di 17 kabupaten dan kota, keseluruhan PD anggotanya ada 252 orang. Sementara PW IWO Sumsel berjumlah 30 orang, dengan media yang berbeda-beda,” jelasnya.


Merespon hal itu, Area Manager Commrel & Corporate Social Responsibility (CSR), Cahyo Niko Indrawan menuturkan, rencana kerjasama PT Pertamina Patra Niaga dan IWO Sumsel, pihaknya sangat apreasitif atas gagasan yang disampaikan. Menurut Niko, PT Patra Niaga siap bersinergi dan kerjasama dalam bidang publikasi, terutama yang berkaitan dengan informasi peristiwa di lapangan, yang acapkali beritanya yang ditulis belum berimbang.


“Kedepan silakan, kawan-kawan IWO Sumsel bisa komunikasi dengan saya terkait kerjasama ini, terutama publikasi tentang apa yang sudah dilakukan Patra Niaga atau yang akan kita lakukan. Kita dapat bersinergi bersama, termasuk nanti kalau ada hal penting di peristiwa lapangan, bisa kita komunkasikan, sehingga informasinya jelas, bisa seimbang dan tidak sepihak. Kami sangat berharap informasi yang disiarkan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat,” tuturnya.


Pada kesempatan itu, Niko juga menjelaskan tentang sekilas PT Pertaminan Patra Niaga yang merupakan Sub Holding Commercial & Trading Pertamina. 


Niko menegaskan, pihaknya hingga kini terus berupaya secara maksimal mendistribusikan produk energi yang berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen di seluruh Indonesia.


Dikutip dari situs resmi pertaminapatraniaga.com, disebutkan PT Pertamina Patra Niaga, merupakan kombinasi antara Pertamina dan Patra Niaga yang mewakili dua prioritas yang selalu dituntut mitra bisnis Patra Niaga, yang menuntut Patra Niaga untuk memiliki layanan yang lebih fleksibel dan lebih baik, di atas harga yang lebih kompetitif ditawarkan untuk mencerminkan ekuitas merek Patra Niaga. 


Pada tanggal 13 Juni 2020, PT Pertamina Patra Niaga telah ditunjuk sebagai Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) secara virtual, dan resmi legal end-state di tanggal 1 September 2021. 


Disamping mengelola bisnis dan operasional eksisting Pertamina Patra Niaga berupa perdagangan dan penanganan bahan bakar, serta manajemen armada dan depot, PT Patra Niaga sebagai Sub Holding Commercial & Trading, bertugas menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina.


Turut hadir dalam audiensi tersebut, PW IWO Sumsel, Bendahara IWO Sumsel, Yulie Afriyani dan Wakil Sekretaris IWO Sumsel, Dinda Anugrah Triti, S.Sos.


Selain General Manager Executif, Zibali Hisbul Masih, jajaran PT Pertamina Patra Niaga juga dihadiri, Sales Area Manager Sumsel, Jimmy, Manager Regional Retail, Awan Raharjo, Assesment Community Relations (Comrel), Haris, Junior Officer, Yani dan Tim Comrel & CSR, Vita dan Tasya. Acara diakhiri foto bersama dan pemberian Cindera Mata**(Ril) (Akril Achmad.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar