res

Kelas Inovatif Bertajuk Sekolah Tani Mandiri Digital Marketing Dewiigelar MTCC UNIMMA - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Grobogan ke 298

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Dandim 1614/Dompu membuka paksa pemblokiran jalan lintas Sumbawa Bimaa

05 Januari 2024

Kelas Inovatif Bertajuk Sekolah Tani Mandiri Digital Marketing Dewiigelar MTCC UNIMMA

 


Magelang- Cakrawalaonline, Tren petani milenial binaan Muhammadiyah bersinergi untuk kedaulatan pangan Indonesia. Kali ini Sekolah Tani Mandiri Muhammmadiyah Sesi ke-6 dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammmadiyah Magelang (UNIMMA) Kampus 2 di Mertoyudan, Jum'at dan Sabtu 5-6 Januari 2023.

Kelas inovasi pertanian saat ini fokus pada budidaya domba dengan sistem pemasaran digital. Banyak materi yang disampaikan oleh berbagai latar belakang pembicara yang diharapkan mampu memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para petani. Diantaranya berjudul Upaya merintis budidaya ternak domba yang berkelanjutan oleh Dosen Untidar Magelang Mohamamad Haris Septian. Juga materi Strategi pemasaran ternak domba berbasis digital oleh Nugroho Agung Prabowo dari MTCC, dan materi Jejaring guna pengembangan usaha ternak domba oleh Dr. Abdillah Ahsan.

MTCC (Muhammmadiyah Tobacco Control Centre) Universitas Muhammmadiyah Magelang (UNIMMA) telah melakukan langkah-langkah inovatif dan akseleratif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian. Salah satu bentuk kegiatannya adalah menggelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah, di Kampus UNIMMA.

MTCC merupakan Lembaga resmi dibawah Universitas Muhammadiyah Magelang yang didirikan untuk melakukan sosialisasi dan advokasi bagi terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan Universitas Muhammadiyah Magelang, amal usaha Muhammadiyah, pemerintah daerah setempat, dan masyarakat luas.

Ketua MTCC UNIMMA Retno Rusdjijati mengatakan, langkah-langkah inovatif dan akseleratif dalam memberdayakan petani, membangun jejaring usaha dengan peternak domba di Magelang.

“Tema kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammmadiyah ini mengambil tema Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peran Peternak Milenial dengan Fokus pada Budidaya Domba”, tetang Retno. 

Selain itu juga bertujuan menggali informasi dan pengetahuan serta berjejaring dengan mitra usaha untuk beternak domba. Petani milenial sebagai Mitra MTCC dibidang peternakan domba ini ada di 6 wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang yaitu Windusari, Candimulyo, Tegalrejo, Sawangan, Secang dan Kajoran. 

Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah kali ini merupakan Seri ke-6 yang digagas oleh MTCC Universitas Muhammadiyah 

Magelang (UNIMMA) dilandasi fakta bahwa pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan di Indonesia, khususnya konservasi pangan Indonesia. 

Latar belakang perlunya peralihan komoditi tembakau ke tanaman pangan produktif adalah bahwa tahun 2020 dinyatakan sebagai tahun dengan harga tembakau terburuk selama 10 tahun terakhir. Minat petani untuk menanam tembakau di masa pandemi juga semakin menurun. Oleh karena itu, untuk ketahanan pangan dan menjaga kemungkinan tembakau tak terserap pabrik, banyak petani beralih menanam beragam jenis tanaman pangan. Namun, mempertahankan inipun menghadapi hal yang sama seperti tembakau – penuh perlindungan. Kondisi inilah yang menginspirasi untuk menyelenggarakan sekolah tani Mandiri Muhammmadiyah. 

Sekolah tani angkatan 6 ini fokus pada peternakan kambing dan domba dengan penerapan peternakan yang terintegrasi. Komoditi ini merupakan komoditas unggulan Indonesia (Kementan, 2023). Kebutuhan ternak domba/kambing hidup dalam konteks keagamaan seperti penyediaan aqiqah dan hewan qurban semakin meningkat, dan disisi lain potensi ekspor juga sangat tinggi. 

Dengan domba, peternak berhasil meningkatkan kesejahteraannya melalui penjualan daging lokal, sekaligus komoditas ini bisa menggabungkan pertanian, peternakan, dan industri. 

Oleh karena itu, perlunya peningkatan SDM peternak sehingga terjadi peningkatan produksi untuk mengantisipasi krisis pangan yang mungkin melanda 

Indonesia. 

Person in Chat (PIC) Bidang Media, Jaringan dan Komunikasi MTCC Murniningsih mengatakan, peserta Sekolah Tani Mandiri berjumlah 46 petani milenial dari anggota kelompok petani peredaman MTCC Unimma yang tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) di 6 kecamatan di Kabupaten Magelang. 

“Penentuan sasaran petani milenial ini, selain untuk regenerasi petani/peternak, juga dimaksudkan untuk penyiapan dan mencetak SDM pertanian unggulan yang mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, dengan karakteristik milenial yang akrab dengan komunikasi, media, juga teknologi digital sehingga mampu berperan penting dan menjadi faktor pengungkit produktivitas", terang Murniningsih. 

Penyelenggaraan Sekolah Tani Mandiri dilakukan dalam dua versi – offline dan online, terbuka untuk umum dari seluruh wilayah Indonesia. Waktu penyelenggaraan dimulai awal Juni 2021 dengan kurikulum yang terkini dan merespons tantangan dunia pertanian saat ini, yaitu digital marketing produk pertanian, herbal farming, tanaman pangan non padi, agro eduwisata, peternakan, perikanan dan kebijakan & pembangunan politik pertanian. 

Sekolah Tani juga melibatkan pemateri dari praktisi petani sukses dari Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI). Diharapkan bisa menjadi salah satu role model dalam membangun paradigma jihad perdamaian pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu ala Muhammadiyah. Semangat tajdid yang dimiliki Muhammadiyah diharapkan akan mampu mengembangkan subyek kekuatan umat dan bangsa yakni petani sebagai pensuplay sumber pangan. 

Kegiatan lapangan berupa kunjungan ke kandang domba dan testimoni petani sukses dilakukan di tempat usaha petani milenial sukses Desa Tempursari Kecamatan Candimulyo Magelang pada hari ke-2 Sekolah Tani Mandiri Muhammmadiyah. (budi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar