res

Ketua umum PBNU Tanggapi Pernyataan Cak imin yang Ragukan ke NU-an Khofifah - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bank Indonesia 5 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Proses evakuasi peristiwa kebakaran di Desa Besito, Kecamatan Gebog

16 Januari 2024

Ketua umum PBNU Tanggapi Pernyataan Cak imin yang Ragukan ke NU-an Khofifah

SURABAYA - Cakrawalaonline, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menanggapi pernyataan Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang mengaku meragukan ke-NU-an Khofifah Indar Parawansa usai menyatakan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Gibran.

Dalam wawancara di Kantor PWNU Jawa Timur, Senin (15/1/2024), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, sempat tertawa menanggapi pernyataan Cak Imin.

Bahkan Gus Yahya menyebut, pernyataan Cak Imin yang meragukan ke-NU-an Khofifah karena beda pilihan, adalah hal yang kurang tepat.

"Ya kalau sudah keadaan begini kan orang sak nemu-nemunya diomongnkan. Bu Khofifah diragukan ke-NU-annya, yang meragukan ke-NU-annya gak pernah jadi pengurus NU. Kan celaka," ucapnya lalu tertawa, Senin (15/1/2024). 

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Kompas.com, dalam wawancara di Makassar, Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa telah merespons komentar Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, terkait orang NU yang tidak mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) diragukan ke-NU-annya.

Cak Imin berpendapat, orang yang berideologi NU pasti akan memilih pasangan AMIN.

Hal itu disampaikan Cak Imin merespons pilihan Khofifah yang menyatakan dukungan untuk Prabowo-Gibran.

Menanggapi pernyataan Cak Imin tersebut, Khofifah pun tertawa.

“Jadi saya bilang begini, saya ini Ketua Umum PP Muslimat NU, saya rasa kalau misalnya ada mereka yang berafiliasi dengan partai, maka itu partai,” jelasnya lalu tertawa di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (14/1/2024).

“Partai itu partai, NU ya NU. Jadi kalau saya Ketua Umum PP Muslimat NU lalu kemudian ada yang meragukan ke-NU-an saya, harus dibalik, jadi yang meragukan yang mana?” lanjutnya.

“Mereka pernah berjuang di NU struktural berapa lama? Dalam konteks apa? Dan seterusnya. Sudahlah kita saling menghormati. Saya sebut mutual understanding (saling memahami, red), mutual respect (saling menghormati) dan mutual trust (saling percaya) ya,” lanjut Khofifah.

Saat menjawab pertanyaan soal orang NU harus mendukung pasangan AMIN, Khofifah justru balik bertanya, mana dari pasangan tersebut yang mewakili NU.

“Lho yang NU yang mana? Bahwa itu Mas Imin PKB. PKB. Jadi bedakanlah partai dengan organisasi. Kalau saya ini lho Ketua Umum PP Muslimat NU," pungkasnya. Cl - Sumber : Tribun Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar