res

Ahli Peledak Di Grobogan Dibekuk Petugas Saat Jual Obat Mrecon Jelang Lebaran - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Balap Liar Ugal-ugalan Di Area Bendung Kletak Diangkut Petugas

21 Maret 2024

Ahli Peledak Di Grobogan Dibekuk Petugas Saat Jual Obat Mrecon Jelang Lebaran



Grobogan-Cakrawalaonline, Sejak 6 Maret 2024 lalu, Polres Grobogan telah melakukan Operasi Pekat Candi 2024 dengan sasaran sajam, miras, premanisne, asusila dan kegiatan lain pembrantasan penyakit masyarakat, serta penegakan hukum.

Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan dalam.press release di ruang lobby Polres setempat, Kamis (21/3/24).

Dengan didampingi Wakapolres Kompol Gali Atmajaya dan Kasatreskrim.AKP Agung Joko Haryono, Kapolres menyebut operasi pekat candi yang dilakukan secara preemptif dan preventif ini bertujuan memberikan rasa aman masyarakat menjelang Ramadhan sehingga masyarakat menjakankan ibadah dengan aman dan nyaman.



Salah satu hasil operasi tersebut adalah diamankannya bahan peledak petasan dari 2 orang pelaku yang menjual belikan bahan jadi yang siap pakai.

Sebanyak 5 kilogram bahan petasan berhasil diamankan petugas Satreskrim Polres Grobogan dari pelaku Bg (45). 

Lanjut Kapolres, dari hasi pengembangan petugas, Satreskrim berhasil mengamankan dari tangan pelaku Js (55) sebanyak 2 karung potasium cloride (46 kg), 4 karung sulfur powder (98 kg) dan 1 tong drum berisi bahan 24 kg.dan peralatan pendukung lainnya.

Atas perbuatannya itu, kata Kapolres,  para pelaku dikenakan  Undang Undang Darurat no.12 tahun 1951 pasal 1 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Kemudian untuk barang bukti berupa bahan bahan mentah dan bahan  jadi dimusnahkan.

" Untuk pemusnahannya kami bekerjasama dengan Unit Jikbom Gegana Satbrimob Polda Jateng, karena bahan kimia ini tak bisa disimpan lama" pungkas Kapolres Grobogan.

Menurut pengakuan pelaku Bg, dia membeli bahan jadi dari Js seharga Rp.250 ribu per kg dan menjualnya kembali dengan harga Rp. 300 ribu.

Pelaku Js mengaku berjualan bahan bahan mentah dan jadi tersebut sudah sejak tahun 2016 lalu  hingga sekarang. Ng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar