DIY Bantul, cakrawalamerdeka.com - Tradisi nyadran warga Ngincep di kuburan Drinjingan dilaksanakan Senin malem 02-02-2026 Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, warga ahli waris Makam Drinjingan RT 04 Padukuhan Ngincep, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul, menggelar tradisi nyadran, Senin (2-2-2026).
Tradisi tahunan ini menjadi momentum doa bersama sekaligus pelestarian adat leluhur yang terus dijaga lintas generasi.
Rangkaian acara nyadran berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, sambutan ketua panitia, pembacaan kalimah thayyibah, dzikir tahlil, doa bersama, hingga tausiah oleh Kyai Abdullah.
Jamaah putra-putri tampak memenuhi area makam, mencerminkan kuatnya ikatan spiritual dan sosial warga setempat.
Ketua Panitia Nyadran Makam Drinjingan, Subiyana, menyampaikan bahwa tradisi ini rutin digelar setiap tanggal 15 Sya’ban atau menjelang Ramadhan.
Kegiatan tersebut merupakan kesepakatan bersama para ahli waris sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
“Nyadran ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dan merupakan kesepakatan para ahli waris,” ujarnya.
Dalam tausiahnya, Kyai Abdullah mengajak jamaah untuk menjadikan nyadran sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Ia menekankan pentingnya meningkatkan amal sholeh dan menjaga sholat lima waktu.
“Nyadran atau ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi sarana mendoakan leluhur sekaligus mengingatkan kita bahwa setiap manusia pasti akan meninggal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Makam Drinjingan, Syaifudin Zuhri, menyampaikan apresiasi kepada keluarga ahli waris dan warga sekitar atas dukungan penuh sehingga acara berjalan lancar.
“Semoga seluruh amal kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.
Udin, sapaan akrab Syaifudin Zuhri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi nyadran ini agar tetap dilaksanakan setiap pertengahan bulan Sya’ban.
“Kami berharap pada tahun-tahun mendatang jamaah yang hadir semakin banyak, karena acara ini penting untuk ngirim leluhur sebagai bakti orang hidup kepada orang yang sudah wafat," ungkap Udin.
Acara nyadran ini turut dihadiri Dukuh Ngincep Subiyana, Kaum Rois Padukuhan Ngincep Muh Jaman (Ki Cakrabumi), Anggota Bamuskal Kalurahan Triwidadi Hermawan, Ketua RT 03 Mudakir dan 0 Wagino Prabowo, serta para tokoh masyarakat dan keluarga besar para leluhur yang dikubur di makam Drinjingan.
Tradisi nyadran Makam Drinjingan pun kembali menegaskan harmoni antara nilai agama, budaya, dan kebersamaan warga.
(Siti M/Sabar pers)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar