res

Tumin Lurah Pundungsari dan Tumin Sodinomo Direktur - Cakrawala Online

Breaking

11 Januari 2021

Tumin Lurah Pundungsari dan Tumin Sodinomo Direktur



Biro DIY, Gunungkidul - Cakrawalaonline – Tumin adalah lurah kalurahan Pundungsari kapanewon Semin kabupaten Gunungkidul DIY. Selain itu Tumin Sodinomo adalah direktur Ngerek pari atau padi. Beliau ini juga Dalang Edan yang sering ndalang bila dipanggil orang.


 


Sebelum mendapat jabatan tersebut di atas Tumin adalah seorang yang sudah banyak malang melintang di dunia alam nyata seperti sekarang ini. Dia memilih sebutan dalang edan karena kalau tidak ngedan tidak komanan. Makanya Tumin memilih slogan atau moto itu sebagai sebutan yang dimiliki di dunia pewayangan.


 


Sebagai pemain wayang, Tumin banyak bercerita dengan wartawan yang meliput di wilayah kalurahan Pundungsari Semin. Beliau juga bercerita tentang dunia burung. Diceritakan bahwa burung itu punya naluri permainan asmara dengan pasangannya.


 


Singkat cerita yang menarik dikutip wartawan adalah dari Tumin Dalang Edan atau dari Tumin Lurah Pundungsari juga dari Tumin Sodinomo dalam Face Book. Bagus semua dan perlu mendapat catatan tersendiri bagi wartawan yang kenal dengan Tumin.


 


Katanya, berbagai pekerjaan telah dilalui atau dikerjakannya, berbagai layanan face book juga sudah ditanggapi secara sempurna. Termasuk bagian burung sudah dipelihara oleh Tumin. Namun jenis burung Pentet adalah yang menarik dalam ceritanya. Pentet sulit diternak karena, menurut Tumin, burung ini kalau kawin sambil terbang.


 


Kalau main asmara harus di alam bebas, makanya burung pentet tidak atau sulit diternak dalam sangkar lebar. Sebabnya bila kawin sambil terbang di alam bebas bagi burung Pentet. Kok sempat yo Tumin menceriterakan tentang burung dan asmara burung di alam bebas.


 


Dasar Tumin lurah Pundungsari Semin dan Tumin Sodinomo dalam face book serta Tumin Dalang Edan adalah seorang inovator dalam dunia alam nyata sekarang ini. Pihaknya mengaku bahwa jabatan lurah adalah sampiran.


 


Makanya Tumin tetap menggeluti dunianya secara normatif. Diakui bahwa jabatan adalah amanah, sehingga jabatan lurah Pundungsari juga tidak dirasa berat. Karena berat dan ringan itu menurutnya bisa disiasati oleh pribadi Tumin.


 


“Semua profesi dari alam bebas yang telah saya miliki harus saya kembangkan. Hal ini agar generasi mendatang punya warisan, bisa kekayaan berupa materi dan pengalaman atau ilmu. Itulah sebabnya kami mengejar pengalaman sesuai profesi yang kumiliki selama ini,” jelasnya. (Sab)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar