res

Duapuluh Enam Lurah Bantul Dilantik 30-12-2020 - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke 78,1 Juli 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

DPRD Pemalang Gelar Rapat Paripurna ''Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban''

20 Maret 2021

Duapuluh Enam Lurah Bantul Dilantik 30-12-2020



Biro DIY, Gunungkidul, Cakrawalaonline, Duapuluh enam lurah Bantul yang dipilih oleh warga masyarakat desa itu pada tanggal 27-12-2020. Selanjutnya lurah terpilih itu dilantik oleh bupati Bantul secara bersamaan di pemkab Bantul pada tanggal 30-12-2020. Mereka menjabat lurah Bantul dalam Periode 2020-2026.

 

Sambutan bupati Bantul, H Suharsono, kala itu diharapan para lurah terlantik, mengucapkan selamat kepada para lurah terlantik. Diharapkan setelah dilantik, otomatis jabatan atau amanah yang diemban oleh para lurah telah melekat.

 

Lurah terlantik, kata bupati, harus segera menyesuaikan diri di dalam lingkungan kerja. Melanjutkan tugas atau pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai lurah desa. Katanya, jabatan lurah adalah jabatan yang berhubungan langsung ke masyarakat melewati dukuh dan RT serta RW.

 

Sehingga lurah baru harus menyesuaikan diri dalam tugas itu. “Lurah sebagai ujung tombak dan sekaligus sebagai ujung tombok. Tombok di kala menyelesaikan tugas kemasyarakatan. Yang biasanya harus menyesuaikan diri sebagai lurah harus mampu menyelesaikan tugas itu walau harus tombok,” katanya.

 

Berbagai kriteria dan karakter desa atau kalurahan masing-masing. Wilayah tersebut harus diikuti sesuai kehendak hati dan kebijaksanaan yang selaras dengan kemampuan lurah itu juga. Sehingga lurah yang berasal dari basis ekonomi pas-pasan terasa kesulitan di kala harus tombok dalam menyelesaikan tugas kemasyarakatan.

 

Dapat dilihat lurah yang berasal dari basis ekonomi kuat akan terasa ringan di kala menyelesaikan tugas kemasyarakatan yang harus tombok. Karena menurut mereka tugas lurah sering perlu juga diselesaikan dengan tombok. Selama menyelesaikan dengan tombok artinya menggunakan uang pribadi untuk pekerjaan itu.

 

Akhirnya banyak ditemui lurah yang menyelesaikan pekerjaan tidak perlu tombok. Karena mereka berasal dari golongan ekonomi pas-pasan, dan mungkin berasal dari keluarga yang kurang mampu dalam ukuran jabatan lurah. Lurah yang dicintai oleh warganya biasanya yang rumahnya besar, rapi, strategis, dan berasal dari golongan ekonomi kuat.

 

Bahkan mungkin lurah yang berasal dari pegawai negeri atau pensiunan dari PNS. Tapi lurah yang dicintai oleh warganya adalah lurah yang bisa membawa diri dalam mengemban jabatan atau amanah yang ada dipundaknya. Dan pandai menyesuaikan diri dalam segala hal yang menghampiri kepadanya. (Sab)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar