res

Kusdiyono SP Senang, Sapinya Ditawar Rp 65 Juta - Cakrawala Online

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Sekolah di Bima Dan Kota Bima Terapkan Muatan Lokal Sejarah

21 Juni 2022

Kusdiyono SP Senang, Sapinya Ditawar Rp 65 Juta



DIY, Gunungkidul, Cakrawala merdeka.com – Kusdiyono Somo Pawiro yang juga sebagai dukuh di Padukuhan Tanggung Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang mengaku lega. Karena sapi miliknya yang setelah dipamerkan dalam lomba mewakili Kabupaten Gunungkidul di kalurahan cmGirimulyo Panggang ditawar senilai enampuluhlima juta.


 


Katanya, sapi itu dipelihara selama dua tahun beratnya hampir satu ton. Kusdiyono SP yang juga seorang paranormal atau orang yang sering didatangi oleh tamu luar daerah itu masih tetap punya kegiatan ternak sapi.


 


“Ya saya juga turut beternak dan juga memberi semangat para peternak yang ada di padukuhan Tanggung,” ungkapnya. “Sebagai orang tua yang sering dituakan oleh masyarakat sekarang ini masih didatangi tamu dari DIY dan luar wilayah. Rata-rata mereka datang menanyakan berbagai masalah kesulitan hidup,” tambahnya.


 


Kusdiyono SP juga mengakui bahwa diwilayah padukuhan Tanggung terdapat grup peternak kambing dan sapi. Sehingga dalam lomba tingkat propinsi DIY ternak dari padukuhan Tanggung dinilai oleh rombongan tim penilai lomba desa dari propinsi DIY yang dipimpin oleh Sukamto.


 


Warga kalurahan Girimulyo Panggang yang dengan segala kegiatannya beserta masyarakat yang sampai sekarang ini tetap memprioritaskan jiwa gotong royong. Potensi seperti ini yang tetap dilestarikan bersama masyarakat. Termasuk dibidang peternakan dari Girimulyo semakin diutamakan.


 


Potensi ternak beserta sumberdaya yang ada selalu dapat prioritas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Bidang pertanian sangat erat dengan peternakan. Keduanya saling mengisi untuk saling digarap oleh masyarakat. Menurut Kusdiyono yang juga seorang paranormal sering memberi motivasi penting untuk orang lain.


 


Dukuh Tanggung yang saat ini dijabat KusdiyonoSP sering berpesan kepada masyarakat bahwa selaku orang hidup harus saling menghormati dan saling berkomunikasi, berkonsultasi, berkonsolidasi serta saling silaturahmi. Hal demikian mampu membuka wacana bahwa hal itu mampu membuat umur panjang karena kesulitan hidup sering dibahas dan kesulitan dipecahkan bersama. “Silaturahmi membuat umur panjang,” ungkapnya. (Sab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar