res

Grobogan Direndam Banjir, Bupati Grobogan Turun Langsung Ke Lokasi Bencana - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar Redaksi Cakrawala Media Group Mengucapkan Selamat Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Bakal calon bupati Mulai muncul di tengah- tengah Publik

02 Januari 2023

Grobogan Direndam Banjir, Bupati Grobogan Turun Langsung Ke Lokasi Bencana



Grobogan-Cakrawalaonline, Jalan terendam hingga 1,7 meter, satu dusun di Desa Mayahan, Tawangharjo terisolir. Yakni Dusun Ngampel. Dusun tersebut dihuni sekitar 100 kk. Dampaknya, aktivitas warga terganggu. Mereka harus keluar wilayah dengan menggunakan perahu, pada Senin (02/01/23).

Atas bencana tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni meninjau titik-titik banjir. Yakni di Desa Mayahan dan Desa Karanganyar. Di Desa Mayahan Bupati mengendarai perahu karet untuk mengakses Dusun Ngampel yang terisolir itu.

“Kabupaten Grobogan memang langganan banjir. Sehingga tak bisa dihindari. Di Desa Mayahan banjir cukup dalam,” jelasnya.

Atas situasi itu ia pun sejak awal mengintruksikan pemerintah desa membuat dapur umum. Agar warga tak ada yang kelaparan. Tetapi hingga kemarin pagi pukul 09.00, dapur umum belum terbentuk. .

“Tadi di Desa Karanganyar sudah ada dapur umum. Ini di Desa Mayahan belum ada. Makanya saya marahi Bu kades. Jangan sampai masyarakat kelaparan,” imbuhnya.

Menurutnya pemerintah desa juga harus tanggap. Terlebih ada alokasi 3 persen dari APBDes untuk penanganan bencana. Sehingga harusnya segera didirikan dapur umum untuk daerah yang terkena banjir.

“Bisa kerjasama ibu-ibu PKK untuk bantu masak. Pemda juga sudah mengirim beras dan lainnya. Kita harus cepat memberikan penanganan,” tuturnya.

Lokasi tersebut terkena banjir sejak Rabu (28/12). Namun sempat surut. Dan kembali terendam mulai Sabtu (31/12). Makin tinggi mulai Minggu (1/1). Hingga ketinggian mencapai 1,7 meter. Di Desa Mayahan, total ada 200 KK yang terdampak banjir. Selain di Dusun Ngampel, banjir juga merambah ke Dusun Ngasinan dan Kayen.

Sementara dari data BPBD total ada empat kecamatan yang terkena banjir. Yakni Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Brati dan Purwodadi. Dari empat kecamatan itu total ada sembilan desa yang kebanjiran. Dengan jumlah KK terdampak capai 1.386.

Di Kecamatan Tawangharjo yang terdampak yakni Desa Mayahan dan Desa Jono. Di Desa Jono banjir menggenangi jalan desa dengan ketinggian air 50-100 cm. Dan 15  rumah warga terendam dengan ketinggian air sekitar 20-30 cm. Sementara di Desa Mayahan ada 200 KK terdampak. Dengan kedalaman mencapai 1,7 meter.

Di Kecamatan Grobogan yang terdampak yakni Desa Rejosari dan Desa Getasrejo. Di Desa Rejosari banjir melanda Dusun Gembel mengenangi jalan perkampungan  dan 5 rumah warga dengan ketinggian sekitar 20 -40 cm. Di Desa Getasrejo yang tergenang yakni Dusun Getasrejo dan Dusun Sanggrahan. Banjir menggenangi jalan perkampungan di Dusun Getasrejo RT 06/RW 02 ketinggian air 15-30 cm. Sementara di Dusun Sanggrahan banjir menggenangi jalan perkampungan dan beberapa rumah warga dengan ketinggian 20-40 cm.

Untuk Kecamatan Brati, banjir menerjang di Desa Lemah Putih dengan total warga terdampak 464 kk. Mereka tersebar di empat dusun. Yakni Dusun Mlakas, Lemah Putih, Kepurubuh, dan Ngasihan. Ketinggian air bervariasi dari 10-50 cm.

Selain di Desa Lemah Putih desa lain yang terdampak di Kecamatan Brati yakni Desa Menduran dan Karangsari. Di Desa Menduran ada 55 rumah terdampak. Yakbi di RT 01/RW 02 dan RT 06 dan 7 RW 02. Ketinggian air mencapai 40-50 cm. Sementara di Desa Karangssari banjir menggenangi jalan perkampungan setinggi 30 cm.

Sementara di Kecamatan Purwodadi, dua wilayah terdampak yakni Kelurahan Purwodadi dan Desa Karanganyar. Untuk Kelurahan Purwodadi  ada 560 rumah tergenang air. Yakni di lingkungan Jagalan RW 03, Jajar RW 1, Kampung Banaran RW 22, dan Kemasan RW 02 serta lingkungan Sopoyono RW 16. Ketinggian air di lokasi tersebut 10-50 cm.

Sedangkan di Desa Karanganyar ada 87 rumah terdampak. Rumah-rumah yang kebanjiran itu meliputi Dusun Nganggil dan Dusun Pulobrangkal.

Selain merendam rumah dan jalan, banjir juga merendam fasilitas umum. Setidaknya ada tiga sekolah terdampak. Sehingga membuat pihak sekolah meliburkan siswanya. Yakni SD N 1 Karanganyar,  SD N 3 Karanganyar, SD N 1 Getasrejo, dan Ponpes Manbaul A’la.

Kepala Desa Mayahan Ambarwati menyebut untuk Dusun Ngampel memang cekungan. Sehingga mudah terkena banjir. Kali ini menurutnya banjir lumayan tinggi. Sebab mencapai 1,7 meter. Dan membuat 100 kk di dusun tersebut kesulitan beraktivitas.Ng




Tidak ada komentar:

Posting Komentar