res

Emil Dardak Angkat Bicara Usai Dituding Jadi Pembisik Gibran Saat Debat - Cakrawala Online
Segenap Pimpinan dan Keluarga Besar PT Cakrawala Merdeka Mediatama Group Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

Breaking

Cakrawala Online Hari ini

Tak Hiraukan Cuaca Panas SATGAS TMMD KODIM 1614/DOMPU, Keroyok Mushola Assalam

29 Januari 2024

Emil Dardak Angkat Bicara Usai Dituding Jadi Pembisik Gibran Saat Debat

JEMBER - Cakrawalaonline, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, diisukan jadi pembisik Gibran Rakabuming Raka Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 02 pada setiap debat Pilpres 2024. Menanggapi isu tersebut, Emil Dardak menyatakan hal merupakan kampanye kebohongan yang menyudutkan Cawapres dari Prabowo saat ikut Debat kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Katanya ada alat, saya komat kamit bisa keluar dari mulutnya mas Gibran, percaya nggak?," katanya saat memberikan sambutan dalam konsolidasi bersama Kader Partai Demokrat di Jember, Minggu (28/1/2024).

Menurutnya, munculnya narasi seperti itu, menandakan lawan politik pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 sudah mulai dihantui ketakutan.

"Artinya mereka sudah takut, Mas Gibran adalah seperti namanya, yang berarti kerja keras," kata Emil.

Pria yang kini jadi Juru Bicara Cawapres Nomor Urut 02 Gibran mengungkapkan, bahwa putra sulung Presiden Joko Widodo belajar keras dengan materi sebelum melakukan debat.

"Dikira dia bisa ngomong begitu, tidak belajar. Belajar lah, belajar dengan keras, saya saksinya sendiri. Beliau kerja keras dan rendah hati," klaim Emil.

Namun untuk selebrasi kakak Kaengan Pangarep di panggung Debat Cawapres 2024 lalu. Emil menilai hal tersebut bagian dari dinamika perdebatan.

"Kemudian ada trik di panggung debat, ya itu seperti di arena tinju. Mungkin kalau ternyata ada ini (omongan miring), oke kami dengarkan aspirasi masyarakat. Nanti kalau ada kesempatan berikutnya, kami lakukan pendekatan lain," ulasnya.

Suami Arumi Bachsin ini menegaskan yang terpenting pada Pilpres 2024, adalah masyarakat jangan salah pilih memimpin untuk lima tahun ke depan.

"Kalau ada (Paslon lain) yang bilang, program pemerintahan era Pak Jokowi kami lanjutkan, yang mana?. Ada yang bilang nanti satu keluarga miskin satu sarjana, memang sekarang ini belum ada (Program itu), padahal sekarang ada program KIP-Kuliah, Penerima KIP-Kuliah itu biaya kuliahnya dibayari, dapat biaya hidup sebesar Rp 700.000 setiap bulan," papar Emil lagi

Beberapa kali, anak Jokowi kerap menyebut green inflation termasuk dalam visi misinya. Terminologi baru kembali didatangkan oleh Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka dalam debat keempat Pilpres 2024.

 Gibran mengenalkan terminologi yang gagal dijelaskan dengan gamblang sehingga Mahfud MD selaku kontestan yang harus memberikan pandangan juga merasa pertanyaan tersebut tidak layak dijawab.

Gibran mengenalkan istilah dalam dunia energi terbarukan yakni ‘green inflation’ lantas, apa yang dimaksud dengan green inflation?

Dilansir dari Euronews, green inflation adalah kenaikan harga barang akibat kebijakan lingkungan yang dibuat demi mengusung transisi ke energi hijau.

Saat melakukan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan, maka akan ada peningkatan permintaan pasar sehingga harga akan naik menyesuaikan dengan supply barang yang tersedia. Secara umum dalam dunia pasar, inflasi hijau (green inflation) yaitu kontribusi kebijakan lingkungan terhadap biaya penyediaan barang dan jasa yang diteruskan melalui rantai pasokan ke harga konsumen.

Saat pemerintah terus menggaungkan perubahan transisi energi ke energi terbarukan, akan ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditi export seperti timah, nikel, bauksit hingga tembaga akan mengalami kenaikan yang signifikan karena permintaan tinggi.

Harga logam seperti timah, aluminum, tembaga, nikel-kobalt telah meningkat hingga 91 persen tahun ini. Sedangkan, logam-logam ini digunakan dalam teknologi yang merupakan bagian dari transisi energi menuju energi terbarukan. Hal ini tentu akan meningkatkan biaya produksi sehingga untuk memberikan kompensasi, maka harga jadi dan proses transportasi akan dinaikan. Kegiatan ini tentu akan mempengaruhi inflasi global yang ditarget mencapai 2 persen per tahun yang merupakan nilai wajar.

Mahfud MD Menolak Menjawab Pertanyaan Gibran Soal Green Inflation Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3 Mahfud MD menyatakan dengan tegas menolak menjawab pertanyaan lanjutan yang disampaikan Gibran Rakabuming Raka.

Momen itu terjadi dalam debat Cawapres, Minggu (21/1/2024) berkaitan dengan pertanyaan Gibran soal green inflation (inflasi hijau).

 "Saya tidak mau menjawab. Secara akademis, pertanyaan ini tak pantas untuk dijawab. Saya kembalikan ke moderator," ujar Mahfud

Pernyataan Mahfud MD tersebut disampaikan setelah sebelumnya Gibran terlihat seperti mengejek terhadap apa yang dijelaskan oleh Mahfud MD soal green inflation.

"Saya dari tadi mencari-cari jawaban Prof Mahfud di mana ya," ujar Gibran.

 Atas pernyataan itu, Mahfud MD memilih untuk tidak menjawab pernyataan Gibran tersebut.

"Sudah cukup," ujar Mahfud. Lagu yang Sempat Dikutip Mahfud MD saat Debat.

 Lagu Berita Kepada Kawan karya Ebiet G Ade dikutip oleh Mahfud MD. Ternyata ada kisah menarik di balik lagu tersebut hingga bisa abadi sampai saat ini.

Diketahui, Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD pada Debat Keempat Pilpres 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024), sempat menyanyikan sepenggal lagu dari Ebiet G Ade tersebut. Hal itu diungkap saat Mahfud MD memberikan closing statement mengutip lagu Ebiet G Ade bersama dengan pesan Gus Dur.

Mahfud kembali teringat kutipan surat Ar-Rum ayat 41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia….” yang dilanjutkan dengan lagu Ebiet G. Ade.

“Saya teringat lagu Ebiet G. Ade yang berbunyi begini: Barangkali disana ada jawabnya, mengapa di tanahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkat kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, dan seterusnya. Itu bukti kerusakan lingkungan pesan kepada kawan,” ujar Mahfud. Ditambahkannya, masalah-masalah yang telah diperdebatkan sangat penting untuk masa depan bangsa. Masalah utamanya lanjut Mahfud, adalah pedang hukum kita tumpul.

“Apabila pedang hukum kita tidak tumpul, kita bisa tabrak habis-habisan dan program pembangunan akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Mahfud manyampaikan permohonan maafnya kepada para ibu dan anak cucu yang telah ikut terlibat, atau tanpa bisa berbuat apa-apa ketika terjadi perusakan alam yang ibu dan para cucu huni.

“Mas Ganjar dan saya minta maaf kepada para ibu dan cucu,” katanya.

Ganjar dan Mahfud, tambah dia, berjanji bahwa mereka akan mengembalikan secara bertahap hak rakyat, dan untuk ibu-ibu dan para anak cucu. Demikian halnya, Ganjar-Mahfud akan menagih kepada dunia internasional untuk membayar utang-utang yang telah merusak pembangunan.

“Sebagai santri NU, saya ingin mengutip dalil Gus Dur, Tasarruf al Imam manutun bil maslahah, tugas pemerintah terhadap rakyatnya adalah kesejahterannya, selesai,” pungkas Mahfud.

Kisah di Balik Lagu Berita Kepada Kawan Ebiet G Ade Terkenal sebagai musisi Indonesia yang mempunyai kepekaan sosial yang sangat tinggi, Ebiet G Ade kerapkali menutaskan kretaivitasnya melalui lirik-lirik lagu yang puitis dan melankolis. Paduan lirik puitis dan melodi yang syahdu membuat lagu-lagu , Ebiet G Ade melintasi zaman.

Hal yang sama juga tercermin dari lagu Berita Kepada Kawan. Lagu ini seolah abadi, karena tetap diperdengarkan meskipun lagunya sudah menginjak usia sekitar 40 tahun. Ebiet tidak menyangka lagu Berita Kepada Kawan bisa seabadi itu.

“Saat itu saya sedang senang-senangnya bikin lagu dan saya tidak berpikir lagu jenis ini akan dinikmati bahkan usianya cukup panjang. Setidaknya saya sudah ikut mengungkapkan rasa perhatian terhadap situasi pada saat itu,” kata Ebiet dikutip dari Narasi TV.

Mengalirlah kisah bagaimana lagu Berita Kepada Kawan tercipta. Lagu itu tercipta saat terjadi bencana alam, yakni peristiwa Kawah Sinila yang mengeluarkan racun dan membuat korban sekitar 150 orang. Ebiet yang sedang berada di Yogyakarta merasa gelisah dan menuliskan kegelisahan itu di buku catatannya.

Lagu Berita Kepada Kawan oleh Majalah Rolling Stone Indonesia dipilih sebagai salah satu Lagu Indonesia terbaik sepanjang masa. Cl – Sumber : Tribun Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar